30 JUNI, PASAR DARURAT KEDUNGWUNI SIAP DITEMPATI

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberi batas akhir 30 Juni untuk penyelesaian pasar darurat di Desa Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni. Sehingga, pada tanggal itu sudah bisa ditempati para pedagang Pasar Induk Kedungwuni. Sebab, pasar terbesar di Kabupaten Pekalongan tersebut akan segera dibangun dengan anggaran Rp26miliar di tahun 2018.

"Pasar darurat harus siap untuk para pedagang di Pasar Induk Kedungwuni. Harus selesai pembangunannya 30 Juni, sehingga seminggu lagi para pedagang sudah bisa menempati pasar darurat untuk melakukan jual beli selama proses pembangunan Blok B dan C Pasar Kedungwuni," jelas Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meninjau lokasi Pasar Darurat Kedungwuni, di Desa Kwayangan, Jumat (22/6/2018) siang kemarin.

Dikatakan, saat ini masih terdapat beberapa kekurangan di pasar darurat yang harus segera dilengkapi. Di antaranya, penyempurnaan kios-kios pedagang, mushala, drainase, listrik, area parkir, dan akses untuk pengunjung pasar. "Karena pasar Kedungwuni ini adalah pasar yang besar, dengan menampung sekitar 1.600 pedagang, sehingga pasar daruratnnya harus benar-benar ditata sedemikian rupa," tegasnya.

Bupati Asip menjelaskan, di tahun 2018 ini Pemkab akan membangun Blok B dan Blok C Pasar Induk Kedungwuni dengan anggaran Rp10miliar dari APBD, dan Rp16miliar yang bersumber dari bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah. "Maka, pembangunan pasar daruratnya harus tepat waktu dan secara fungsional siap untuk ditempati," kata Asip.

Menurutnya, pembangunan pasar ini bukan sistem investasi. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan harga yang murah dengan biaya sewa yang standar. Diakui, selama ini banyak sekali permintaan penambahan kios-kios baru. "Banyak permintaan warga untuk penambahan kios baru. Tapi nanti kita pikirkan. Tetap kita prioritaskan pedagang lama yang sudah mempunyai Surat Izin Tempat (SIT)," terangnya.

Pihaknya menyosialisasikan kepada para pembeli untuk melakukan transaksi di pasar darurat yang berada di Kwayangan Kedungwuni selama pembangunan Pasar Induk Kedungwuni berlangsung.

"Kami berharap pedagang tetap untung walaupun dengan memakai pasar darurat," pungkas Bupati Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : arif

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…