RIBUAN WARGA SERBU GUNUNGAN MEGONO

KAJEN – Perayaan tradisi Syawalan Gunungan Megono di objek wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Sabtu (23/6/2018) kemarin,  berlangsung meriah. Ke-19 gunungan Syawalan aneka hasil bumi dari 19 kecamatan, diserbu ribuan pengunjung.

Kegiatan diawali dengan pelepasan peserta kirab budaya termasuk sego megono gunungan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dari halaman Kantor Kepala Desa Linggo Asri. Selanjutnya peserta kirab finish di obyek wisata Linggo Asri dan sego megono gunungan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menunggu sejak pagi tadi.

Ribuan warga sengaja datang untuk berebut makanan khas daerah setempat berupa Nasi Megono dalam bentuk gunungan. Bukan hanya warga lokal saja, namun tradisi Syawalan ini juga di kunjungi oleh warga dari luar Kabupaten Pekalongan, seperti Pemalang, Batang dan Banjarnegara, bahkan ada juga yang berasal dari Semarang.

Sebelum Nasi Megono gunungan menjadi rebutan, para pengunjung di tempat wisata alam Linggo Asri juga disuguhi pertunjukan tarian khas pesisir pantura, yang dimainkan para seniman Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si dalam sambutannya mengajak kita untuk menjadikan acara Syawalan sebagai ajang bersilaturahmi, berkumpul bersama dan saling berbagi kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan Syawalan adalah tradisi yang bagus yang perlu dipertahankan karena mengandung beberapa makna seperti sebagai wahana untuk ajang silaturahmi diantara jajaran Pemerintah dengan masyarakat. “Disamping itu, tradisi Syawalan ini juga bagus dalam rangka untuk mengembangkan potensi daerah Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa pemilihan waktu dilakukan untuk memecah keramaian, karena apabila dilakukan sepekan setelah lebaran, banyak masyarakat merayakan di kota.

"Syawalan ini untuk memecah keramaian di kota, biasanya pada hari syawalan masyarakat berkumpul di kota. Sehingga diharapkan jalannya kegiatan berlangsung secara baik, dan sekarang ini secara substansi berjalan baik," kata bupati.

Sedangkan gunungan yang lebih kecil, lantaran disesuaikan situasi, lantaran semua dilangsungkan berbasis partisipasi masyarakat, sedangkan pemerintah menjadi fasilitator dan regulator. "Dengan cara demikian diyakini bisa berjalan berkesinambungan untuk menjadi kekuatan, karena pelaksanaan lebih dimandatkan kepada masyarakat," terang Asip.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutan atas nama masyarakat Kabupaten Pekalongan mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemkab Pekalongan yang senantiasa menyelenggarakan kegiatan Megono Gunungan tiap tahunnya. “Harapan kami kegiatan ini semakin tahun semakin bagus dan ramai dikunjungi warga masyarakat,” ungkap Hindun.

Hadir dalam kegiatan Syawalan tersebut antara lain Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Kasdim 0710 Pekalongan, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…