JUMLAH PEDAGANG CAPAI 2000, JUMLAH KIOS DILEBIHKAN - ANTISIPASI KEBUTUHAN PEDAGANG

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menempuh langkah melebihkan jumlah kios di Pasar Darurat Kedungwuni, untuk melakukan antisipasi kebutuhan pedagang. Pasalnya, jumlah pedagang mencapai 2000 orang, dikhawatirkan ada yang tidak mendapatkan kios.

"Untuk amannya, dalam pembangunan pasar darurat, sebagai tempat sementara pedagang Pasar Induk Kedungwuni, kios yang ada di pasar darurat jumlahnya dilebihkan. Saya tidak mau ada pedagang tak kebagian tempat, terlebih pemilik surat izin tempat," tandas bupati.

Pada kesempatan mengawal pengundian kios di Kantor Kelurahan Kedungwuni Timur, yang sudah dilangsungkan Senin lalu (2/7/2018), Asip menyebut dari jumlah 1600 pemegang surat izin tempat, masih terdapat ratusan pedagang yang belum mengantongi surat izin.

Namun karena para pedagang tersebut sudah lama berjualan di pasar induk, tetap diberikan tempat di pasar darurat. Belum lagi, pedagang baru yang bermunculan. Sehingga, langkah antisipasi yang dilakukan diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut.

"Tetap saja yang diutamakan terlebih dahulu adalah pemegang surat izin tempat. Baru pedagang lama di pasar induk. Setelah itu selanjutnya sisanya bagi pedagang baru, karena saya tidak mungkin melarang orang untuk mencari nafkah. Tapi tetap harus diatur supaya jalannya baik, dan tidak menimbulkan permasalahan," ungkap Asip.

Sejauh pelaksanaan pengundian kios pasar darurat, berlangsung lancar dan tidak ada permasalahan dari pedagang, lantaran pasar induk memang sudah saatnya dilakukan pembangunan kembali, supaya lebih bagus dari sebelumnya, sebab saat ini usianya sudah mencapai 40 tahun.

Disebutkan, setelah mendapatkan pengundian kios, pedagang bisa menata dagangan di tempat baru yang akan ditempati sementara, sekitar dua tahun, karena pembangunan pasar induk dilakukan secara multiyears.

"Kalau sudah medapatkan kios, silahkan pedagang sudah bisa menempati tempat barunya yang sementara. Supaya secara bertahap bisa berlangsung lancar, dan melakukan aktivitas seperti biasa, karena pasar darurat tidak hanya fungsional, melainkan menjadi tempat seperti sebelumnya untuk sementara waktu," jelas bupati.

Kemudian terkait dengan parkir dan kondisi lalu lintas setempat, bupati juga menegaskan pihaknya sudah melakukan persiapan dan membuat beberapa skenario, sehingga tidak menimbulkan kemacetan parah. Lantaran pasar sementara tersebut, merupakan pidahan pasar induk yang padat akan aktivitas lalu lalang masyarakat.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : arif

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…