TAHUN 2018, PEMKAB PEKALONGAN MENGANGGARKAN RP 8,8 MILYAR UNTUK INSENTIF GURU TK

KAJEN – Sabtu (7/7/2018) kemarin, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar IGTKI-PGRI Kabupaten Pekalongan. Kegiatan digelar di halaman SDN 02 Talun. Dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP beserta jajarannya, Camat Talun dan diikuti oleh 900 guru TK dari seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan.

Bupati dalam sambutan menyampaikan, sekolah TK awal didirikan di Jerman dengan nama Kinder Garden pada awal abad 18 atau tepatnya tahun 1840. Kemudian di Jawa, Ki Hajar Dewantoro pada tahun 1922 mendirikan “Sekolah Lare”. Selanjutnya, pada perkembangan jaman kita menyebutnya sebagai Taman Kanak-Kanak. “Jadi perjalanan sejarahnya, sekolah TK berdiri lebih awal dari sekolah-sekolah formal seperti SD, SMP, SMA,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia memberikan keleluasaan dan mendukung terjadi diversifikasi sekolah TK dewasa ini seperti berdirinya Raudhlatul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA), TK Aklam, TK Panggung, TK KKN dan lain sebagainya. “Untuk itu silahkan kembangkan model pembelajaran kepada anak-anak TK dan metodologi pengajaran sekolah TK harus berubah,” katanya.

Dijelaskan Bupati, mengelola pendidikan di Kabupaten Pekalongan tidaklah mudah. Tantangan terbesar, kata Bupati adalah Guru TK sebagai contoh, Pemkab Pekalongan baru tahun 2018 ini mempunyai kebijakan politik afirmatif untuk mendukung kinerja para guru TK tersebut yakni dengan memberikan insentif, walaupun belum seberapa yakni masih baru Rp 200.000 per bulan per orang. “Namun demikian apabila diakumulasikan, dengan jumlah guru TK di Kabupaten Pekalongan sebanyak 3.635, maka tahun 2018 ini Pemkab Pekalongan menganggarkan sebesar Rp 8,8 milyar untuk insentif guru TK se Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati.

Masih menurut Bupati, tidak hanya guru TK, guru-guru WB (Wiyata Bhakti), sejak tahun 2017 juga tidak luput dari perhatian Pemkab Pekalongan yakni mendapatkan bantuan insentif sebesar Rp 500.000 per bulan per orang.

“Ini merupakan awal. Karena awal itu penting dan kita mengawali sesuatu itu harus dengan yang baik. Sejak dahulu belum pernah ada politik afirmatif dari Pemkab Pekalongan terhadap para guru TK. Saya mengawali. Dengan harapan nanti akan bagus untuk selamanya. Untuk itu saya minta seluruh guru TK di Kabupaten Pekalongan untuk berjuang terus-menerus agar kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan ini sejajar dengan daerah-daerah lain.

Orang nomor satu di Kota Santri itu mengharapkan, organisasi IGTKI di Kabupaten Pekalongan harus menjadi organisasi yang solid, satu komando. Karena, kata Bupati, arah yang nanti akan dipandu oleh Dindikbud Kabupaten Pekalongan adalah mengacu kepada hal-hal prinsip tentang peningkatan kualitas pendidikan. Tidak boleh ada bias, karena pendidikan harus dikelola dengan baik.

“Beruntung pada tahun awal saya memimpin Kabupaten Pekalongan ini telah terjadi peningkatan rangking pendidikan baik di tingkat dasar maupun di tingkat menengah sesuai dengan tanggungjawab kita. Untuk SD dan SMP sudah mulai ada perbaikan. Kalau SD, rangking kita 19 se Jateng, sementara SMP tahun kemarin rangking 25, mudah-mudahan tahun ini bisa turun karena target saya sekarang agar bisa 10 besar se Jateng,” harap Bupati.

Pada kesempatan halal bihalal tersebut, Bupati kembali mensosialisasikan akan berdirinya Universitas Diponegoro (UNDIP) di Kajen. Dikatakan, mulai Agustus 2018 mendatang akan dilaunching dua program pendidikan (Prodi) yaitu DIII Akuntansi dan S1 PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota). “Sementara akan kita buka dua Prodi dulu. Tempat kuliahnya di eks Sanggar Kegiatan Belajar milik (SKB) Dindikbud di sebelah barat kantor KPUD di Jalan Mandurorejo Kajen. Insya Allah bulan September sudah mulai masuk perkuliahan. Monggo bagi bapak-ibu yang memiliki putra-putri untuk mendaftarkan kuliah di UNDIP di Kajen,” ujar Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…