1900 PEDAGANG, MENEMPATI PASAR DARURAT

KAJEN - Sebanyak 1900 lebih pedagang Pasar Induk Kedungwuni, sudah mulai pindah ke pasar dan yang ada di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (9/7/2018). Penempatan hari pertama itu dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta jajaran pejabat Pemkab Pekalongan.
 
"Hari ini adalah hari pemindahan dan penempatan pasar darurat. Tadi pedagang membawa tumpeng, dan mengusung serta memasang sendiri barang-barang dagangan di los mereka," ujar Bupati Pekalongan, saat meninjau Pasar Darurat Kedungwuni.
 
Menurutnya, semangat para pedagang pasar ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Induk Kedungwuni secara multiyears ini sangat didukung pedagang. "Suasana pemindahan dan penempatan tadi sangat kondusif. Pedagang mendukung pembangunan pasar induk," terangnya.
 
Dikatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan 5 hektar di pasar darurat untuk menampung 1900 pedagang pasar induk. Selain itu, aspirasi masyarakat yang ingin ikut berdagang sekitar 300 orang, juga sudah kita tempatkan. Namun masih proses.
 
"Tapi secara keseluruhan berjalan lancar," tambahnya.
 
Terkait keamanan, lalu lintas dan juga kebutuhan air sudah beres. Bahkan, lanjut Asip, para pedagang di pasar darurat tidak dipungut biaya terkait penempatan lokasi.
 
"Semua gratis. Pedagang hanya bayar retribusi saja setiap hari yang nilainya Rp2500 untuk pedagang kios, dan Rp1000 untuk eceran," ujar Bupati.
 
"Kalau sewa kios di luar pasar darurat, dengan nilai besar, itu bukan kewenangan Pemkab," imbuhnya.
 
Ia berharap, kepindahan pedagang pasar induk ke pasar darurat tidak mengurangi larisnya jual beli pedagang Kedungwuni. "Semoga tetap laris, walau baru di pasar darurat," tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…