PEMKAB BANTU KLINIK MITRA BAHAGIA NU Rp 200 JUTA

KAJEN - Pemkab Pekalongan mengucurkan dana sebesar Rp 200-an juta untuk membantu Klinik Pratama Mitra Bahagia NU Pekalongan. Kepastian perolehan bantuan itu disampaikan langsung Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di sela-sela menghadiri acara peringatan harlah klinik kesehatan tersebut ke-5, di Jalan Raya Simbangwetan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan, Minggu (30/9/2018) pagi.
 
"Untuk membantu klinik kesehatan Mitra Bahagia NU, Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran Rp 200 juta. Uang tersebut bisa diambil pertengahan bulan depan atau bulan Nopember," kata Bupati.
 
Sehubungan dengan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan, terutama warga Kota Santri yang tidak mampu, pemerintah daerah telah menganggarkan Rp 20 miliar. Dana tersebut untuk mengkover bagi mereka warga kurang mampu yang belum menjadi peserta BPJS kesehatan.
 
Berdasarkan regulasi yang baru tentang teknis pelaksanaan BPJS. Bahwa saat ini alur pelayanan kesehatan tak bisa langsung ke rumah sakit tipe tertinggi. Misalkan di Kabupaten Pekalongan rumah sakit yang tipenye tertinggi adalah RSUD Kraton, maka pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS tidak bisa langsung ke sana.
 
Namun, lanjut bupati, sang peserta BPJS kesehatan harus menjalani pelayanan kesehatan sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan. Pertama adalah pilihan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dipilih oleh peserta, itu bisa puskesmas atau klinik kesehatan. Kemudian rumah sakit tipe C, baru kemudian bisa ke rumah sakit yang memiliki tipe diatasnya. 
 
"Jadi sebelum ke RSUD Kraton yang bertipe B, harus mampir dulu fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik. Ini menjadi peluang untuk kemajuan klinik kesehatan mitra bahagia NU," ujarnya.
 
Anggota DPR RI H. Bisri Romly, MM dalam kesempatan menghadiri acara tersebut di sela-sela kegiatan kunjungan dapilnya menyampaikan, Klinik Mitra Bahagia NU ini unik. Secara pengelolaan dikelola oleh NU Kabupaten Pekalongan, tapi lokasi klinik di wilayah administrasi Pemerintah Kota Pekalongan.
 
"Alhamdulillah di acara harlah ke-5 ini Pak Wali Kota Pekalongan hadir. Dan beliau adalah representasi pemimpin santri di Kota Batik. Mudah mudahan kebijakannya bisa membawa manfaat untuk kemajuan klinik kesehatan Mitra Bahagia NU Pekalongan," katanya.
 
Wali Kota Pekalongan itu Saelany Machfudz mengutarakan, sejarah keberadaan klinik ini dirinya tahu persis. Menurutnya, pembicaraan ide dan gagasan membuat lembaga layanan kesehatan di Pekalongan sudah tercetus sejak 15 tahun lalu. Sekarang sudah mewujud dalam bentuk klinik kesehatan. 
 
Dia menyampaikan, peranan NU di Indonesia cukup penting dan strategis yaitu menjaga keutuhan NKRI dari paham paham radikal. Berkaitan dengan persoalan dakwah dengan perbuatan dan kemaslahatan untuk umat, ia meminta supaya NU lebih berani dalam sisi manajemen.
 
Ia mencontohkan banyak koperasi yang dilahirkan NU kondisinya kurang bagus. "Alhamdulillah saya bersama sama GP Ansor, dulu melahirkan Kopena. Saat ini Kopena menempati koperasi terbesar kedua setelah Kospin. NU harus berani dalam manajemen," tandas dia.
 
Pengurus Yayasan Mitra Bahagia, Imron Kasari, mengatakan, dalam peringatan harlah klinik kesehatan Mitra Bahagia NU ke5 ini, dirinya mengaku bersyukur. Sebab mememasuki tahun ke lima ini tidak defisit lagi, setelah empat tahun lalu selalu defisit. "Pada harlah kelima ini kami berencana untuk membuat dua buah ruang rawat inap lagi dan satu ruang untuk mushola," ucapnya.
 
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslih Khudhori, M.Si menandaskan memberikan pelayanan yang baik adalah kunci majunya sebuah organisasi. "Masalah kegiatan kesehatan, sudah ada beberapa MWC NU seperti di Buaran, kedungwuni, Kesesi. Namun yang paling maju di Buaran," ujar Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan itu. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…