BUPATI JANJIKAN JAMINAN KETENAGA KERJAAN GURU HONORER

KAJEN - Sedikitnya 1200 dari 1913 guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wiyata Bhakti (FKWB) Kabupaten Pekalongan, memadati pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan, dan melakukan doa bersama, Rabu pagi (10/10/2018).
 
Kegiatan doa bersama yang diikuti langsung Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj Hindun, MH., Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Hj. Sumarwati, M.AP dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab itu berlangsung khusuk.
 
Kesempatan hadirnya pejabat teras di Kabupaten Pekalongan tersebut dimanfaatkan para guru untuk berkeluh kesah langsung, mengadukan nasibnya yang selama ini tidak mendapatkan kesejahteraan layak. Karena mereka hanya mendapatkan honor antara Rp 150-300 ribu per bulan.
 
Terhadap nasib guru honorer wiyata bhakti tersebut, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, bahwa pihaknya selama ini telah memberikan tambahan kesejahteraan Rp 500 ribu, meskipun ada yang belum mendapatkan karena pertimbangan jam mengajar sampai 18 jam.
 
"Namun sekarang ini setelah saya mendengar langsung nasib para guru honorer langsung, maka selain jam belajar, dalam pemberian kesejahteraan juga akan dilakukan untuk guru dengan masa kerja lama. Mereka ada yang sampai 12-15 tahun lebih," kata bupati.
 
Selain itu, bupati juga menjanjikan akan memberikan jaminan ketenagakerjaan guru honorer, dengan mengikutsertakan dalam program BPJS Ketenagekerjaan dan preminya akan dibayarkan oleh Pemkab Pekalongan.
 
Langkah tersebut bukan tanpa alasan, karena keberadaan guru wiyata bhakti selama ini membantu mengisi kekosongan pengajar. Sehingga, para guru wiyata bhakti benar-benar memiliki jasa yang sangat besar bagi pendidikan di Kota Santri.
 
Kemudian bupati juga mengharapkan untuk guru dengan penghasilan tinggi untuk dapat menyisihkan sedikit gajinya, bukan potongan melainkan kesukarelaan dan diberikan kepada para guru honorer. Termasuk PNS, bahkan pejabat di Kabupaten Pekalongan.
 
"Gaji saya juga silahkan dipotong oleh Baznas, untuk diberikan kepada guru wiyata bhakti. Sebab mereka pahlawan pendidikan, yang tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih mengajar, sampai bertahun-tahun menerima honor tidak memadai," terang Asip.
 
Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, mengatakan pihaknya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada guru wiyata bhakti, lantaran selama ini telah membantu menutupi kekurangan tenaga pengajar.
 
"Bahkan mereka selama ini melakukan kegiatan-kegiatan mendukung pemerintah, semua tetap menjaga etika profesi guru, tidak arogan, dan kegiatan yang dilakukan tertib dan lancar. Ini saya sangat memberikan apresiasi, terima kasih, semoga kami semua bisa memberikan seperti yang diharapkan," ungkap Sumarwati.
 
Sementara Wakil Ketua FKWB Kabupaten Pekalongan, Irvan Munawar Caniago yang juga Ketua Panitia Kegiatan, mengaku sangat salut dengan kebijakan yang diberikan oleh Pemkab Pekalongan, karena tidak ditemui di daerah lain.
 
"Guru honorer di sini mendapatkan honor hanya Rp 150-300 ribu. Tapi dengan adanya bantuan kesejahteraan dari Pemkab sebesar Rp 500 ribu, sedikit mengurangi beban, apalagi nanti kalau keuangan daerah mencukupi dijanjikan untuk naik terus setiap tahunnya. Ini kebijakan sangat istimewa, termasuk rencana pemberian jaminan ketenagakerjaan," tambah Irvan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…