BERJUMPA RAIH NILAI TERTINGGI, NOMINATOR LOMBA HABITAT - TINGKAT JAWA TENGAH

KAJEN - Program Bersih Jumat Pagi (Berjumpa) Kabupaten Pekalongan, dengan mengusung tiga desa/kelurahan yakni Simbang Kulon, Simbang Wetan, dan Babalan Lor, mampu meraih nilai tertinggi sebagai nominator Lomba Habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2018.
 
Dari seleksi Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang mengajukan proposal lomba tersebut, Kabupaten Pekalongan masuk dalam 9 nominator terbaik dan masuk pada babak verifikasi penilaian lapangan untuk penentuan juara dan harapan.
 
Namun dari hasil sementara 9 nominator tersebut, berdasarkan hasil yang dilaporkan Kepala Bidang Perumahan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Ronto Dumadi, bahwa Kota Santri mendapat nilai paling tinggi, yakni 93.58.
 
Posisi itu berada di atas Kota Surakarta dengan nilai 87.18, kemudian Kabupaten Banyumas (86.42), Kota Magelang (85.92), Kabupaten Wonosobo (84.25), Kabupaten Kendal (83.64), Kabupaten Pati (83.42),Kota Salatiga (82.92), dan Kabupaten Demak (82.83).
 
Kendati demikian dari nilai tersebut, pihak provinsi Jawa Tengah masih akan melakukan verifikasi lapangan untuk melihat langsung kondisi daerah, sesuai dengan proposal yang diajukan untuk mengikuti lomba.
 
"Kalau memang kondisinya riil sesuai dengan proposal yang diajukan, mungkin nilai bisa bertahan, atau lebih baik kalau justru di lapangannya memang sangat baik. Namun kalau tidak sesuai bisa turun. Verifikasi ini untuk menentukan juara dan harapan," katanya.
 
Disebutkan, kegiatan tersebut untuk mendorong daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah, dalam menangani kawasan permukiman kumuh, dengan melakukan upaya-upaya inovatif. Pelaksanaan lomba juga untuk mempercepat penanganan tuntas kawasan permukiman kumuh yang telah ditetapkan.
 
Setelah mengunjungi beberapa daerah yang menjadi nominator, 11 tim dari provinsi Jawa Tengah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten Pekalongan, dan melakukan penilaian di Kelurahan/desa yang dijadikan proyek dalam lomba yakni Babalan Lor Kecamatan Bojong, Simbang Kulon dan Simbang Wetan Kecamatan Buaran, Rabu (14/11/2018) pagi.
 
Terpisah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si terkait tinjauan tim dari provinsi tersebut mengaku, pihaknya optimis bahwa daerah yang dipimpinnya dapat mempertahankan nilai, bahkan bisa meraih nilai lebih tinggi.
 
"Karena program Berjumpa yang merupakan salah satu kegiatan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sudah berjalan baik, dan saya bersama OPD dan pihak-pihak terkait lainnya juga melakukan pengontrolan secara langsung, sehingga kondisi tidak berubah dari proposal yang diajukan, bahkan kondisi riil lapangannya lebih baik," terang bupati.
 
Meski tidak dapat mendampingi secara langsung tim dari provinsi Jawa Tengah, Asip mengaku bahwa kegiatan penanganan kawasan permukiman kumuh di Kota Santri berjalan dengan baik, dan mendukung program penanganan tuntas kumuh.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…