BUPATI : KITA TIDAK BOLEH MENJADI “AYAM KLURUK (BERKOKOK)”

·       Haul ke-15 Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Pesantunan

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama ribuan jamaah, alumni dan para santri mengikuti Haul ke-15 Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Pesantunan Kedungwuni almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy di lingkungan Ponpes setempat, Minggu (18/11/2018) pagi.

Pengajian dihadiri oleh para habaib dan kyai, antara lain Habib Abdullah Bagir Al Athos, Habib Lutfhy bin Yahya, Habib Umar Al Athos, Syech Ali Al Khudairi dari Yaman, Ponpes Attauhidiyyah Cikura Tegal KH. Ahmad Said (Gus Mad), para kyai sepuh, seluruh keluarga almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy, para alumni Ponpes Miftahul Huda.

Bupati dalam sambutan atas nama keluarga Pengasuh Ponpes Miftahul Huda, menyampaikan ucap terima kasih kepada seluruh alumni dan santri yang senantiasa menjaga tadisi “al-muhafadhotu’ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah” memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

“Haul ini harus kita pertahankan terus karena merupakan tradisi nilai-nilai lama yang harus dipertahankan. Dan alhamdulillah haul almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy ini sudah berjalan 15 tahun,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengucapkan rasa syukur karena para alumni Ponpes Miftahul Huda ini bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing. Kata Bupati, banyak alumni yang menjadi kyai Langgar/ Mushola, ada juga yang menjadi kyai Masjid, menjadi pengasuh Majelis-Majelis Taklim, dan ada juga yang menjadi pengasuh pondok pesantren.

“Hal ini semua karena keikhlasan, ketekunan, kegigihan dan doa dari guru kita semua yaitu almarhum almaghfurlah Romo KH. Fakhrurrozy. Untuk itu, sudah selayaknya para alumni yang tersebar di wilayah-wilayah bukan hanya di Pekalongan saja, namun juga yang ada di Jawa Timur, Jawa Barat untuk meneruskan perjuangan guru kita sesuai kapasitas masing-masing,” ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, salah satu ajaran almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy yang harus kita pertahankan yakni beliau mengajarkan agar kita tidak boleh menjadi “Ayam Kluruk/Berkokok”. Artinya, meskipun kita ilmunya banyak, di kampung kita adalah orang yang paling pandai, sholat jamaahnya paling rajin di desanya. Namun wasiat beliau almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy, kita tidak boleh “kluruk (berkokok)”, tidak boleh mengagungkan ilmunya, karena di atas langit masih ada langit.

“Jadi salah satu ajaran yang beliau tanamkan kepada kita semua adalah rasa tawadu (rasa rendah hati bukan rendah diri), menjunjung tinggi orang-orang yang berilmu, muhibin kepada para alim. Ini penting kami sampaikan kepada para santri, para alumni,” tuturnya.

Acara haul seperti ini, kata Bupati, bukan milik para alumni saja, namun sekarang sudah menjadi haulnya masyarakat khususnya Kabupaten Pekalongan karena almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy adalah tokoh pada jamannnya. Beliau adalah tokoh yang terus-menerus membimbing masyarakat, membimbing umat agar seluruh umat selamat dunia akhirat.

Oleh karena itu, tegas Bupati, seiring spirit perjuangannya almarhum almaghfurlah KH. Fakhrurrozy, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan berusaha agar nilai-nilai yang sudah ditanamkannya, pelan-pelan akan kita masukan ke agenda rutin Pemkab Pekalongan. Antara lain tradisi-tradisi yang telah beliau gariskan yakni tradisi setiap badal Magrib sampai Isya untuk membiasakan belajar/ mengaji.

“Kami sudah membuat Peraturan Daerah tentang Jam Belajar Bagi Masyarakat Kabupaten Pekalongan. Hal ini agar anak-anak di Kabupaten Pekalongan belajar, mengaji baik di madrasah, di rumah, di masjid, di mushola, maupun di majelis taklim. Untuk itu, saya minta Bapak/Ibu seluruh warga Kabupaten Pekalongan, setiap badal magrib hingga isya tidak boleh menyalakan atau menonton televisi, menggunakan barang elektronik lainnya seperti komputer, handphone dan lain-lain. Bapak/Ibu seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, setiap badal maghrib hingga isya “nderes” Al-Quran minimal tiga surat yaitu Surat Yasin, Surat Waqiah dan Surat Tabaroq,” tegas Bupati.

Di akhir sambutan, Bupati mengajak kepada seluruh almuni dan santri Ponpes Miftahul Huda ini untuk memanfaatkan ilmu seikhlasnya. Dengan harapan, mudah-mudahan kita semua dapat mewarisi semangat almarhum guru kita, dapat mengamalkan ilmunya dan semoga kita semua akan menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…