BUPATI ASIP KHOLBIHI BERSAMA FORKOPIMDA PANTAU PEMILU 2019

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring dan pemantauan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2019 ke sejumlah TPS di Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/4/2019) siang hingga sore hari.

Tampak bersama Bupati antara lain Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Perwira Penghubung mewakili Dandim 0710 Pekalongan, perwakilan Pengadilan Negeri Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Adapun TPS pertama yang dituju adalah TPS 12 Dukuh Bubak Desa Kebonagung Kecamatan Kajen. TPS 12 ini daftar pemilih tetap (DPT) 252 orang. Kemudian, TPS 4 Desa Langensari Kecamatan Kesesi dengan DPT 278 orang. Dilanjutkan ke TPS 9 Kelurahan Sragi Kecamatan Sragi dengan DPT 260, TPS 1 Desa Siwalan Kecamatan Siwalan, dengan DPT 264, TPS 7 dan TPS 8 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa dengan DPT masing-masing 226 untuk TPS 7 dan 174 untuk TPS 8, serta berakhir di TPS 4 Desa Tanjung Kecamatan Tirto dengan DPT 221 orang.

Bupati mengungkapkan secara umum Pemilu serentak berjalan dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan hak politiknya dengan baik.

“Mudah-mudahan partisipasi pemilih bisa capai 80 persen. Kami optimis target bisa terpenuhi," ujar Bupati di sela-sela monitoring dan pantauannya bersama Forkopimda.

Hanya saja, kata bupati, untuk para pemilih yang berusia lanjut dalam proses membuka dan melipat surat suara usai mencoblos perlu membutuhkan waktu. Sebab ukuran surat suara cukup lebar sehingga ketika melipat kembali untuk dimasukkan ke tempat suara perlu waktu lebih. Meski begitu, hal demikian berdasarkan pantaunnya sudah dipersiapkan oleh penyelenggara bagaimana penanganannya.

Menurutnya, pelaksanaan secara serentak eksekutif dan legislatif ini merupakan kali pertama. Dalam pelaksanaan tidak ada perbedaan dengan pemilu lainya. Pada aspek hak demokrasi bisa berjalan dengan luber dan jurdil.

Bupati juga mengharapkan siapapun yang terpilih memegang prinsip falsafah jawa yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Kepada caleg DPRD Kabupaten Pekalongan yang nanti terpilih pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan spirit membangun Kabupaten Pekalongan sehingga cita cita mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…