BUPATI USULKAN USTADZ/ USTADZAH AWARD DENGAN HADIAH UMROH

KAJEN -  Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si mengusulkan diadakannya Ustad/Ustadzah Award dan pemenangnya diberi hadiah umroh. Usulan tersebut disampaikan bupati di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (19/11/2019) saat melepas Kontingen Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Kabupaten Pekalongan yang akan bertanding di Tingkat Jawa Tengah di Donohudan, Kabupaten Boyolali.

Bupati juga menjanjikan akan memberikan hadiah kepada peserta lomba FASI yang menang atau yang mendapatkan juara. “Kita optimis jadi juara. Sekarang pertarungan ini sudah rata. Saya minta kepada para ustad/ ustadzah untuk serius dalam rangka  melatih untuk berkompetisi secara jujur, terbuka dan yang lebih penting anak-anak mendapat pengalaman baru di lomba FASI Tingkat Jateng,” ungkap bupati.

Bupati mengatakan, pemkab terus-menerus melakukan pembinaan sesuai visi-misi Kabupaten Pekalongan agar masyarakat sejahtera lahir batin, masyarakat yang punya nilai-nilai religiusitas  dan juga masyarakat  yang tidak lupa akan akar budayanya.

“Melalui lomba FASI inilah salah satu visi-misi tersebut dijalankan, terutama untuk mengukur prestasi anak-anak kita,” ucap Bupati. TPQ atau TPA yang ada di Kabupaten Pekalongan, menurut bupati, dalam keadaan baik.

“Tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan anak-anak kita melalui kesadaran kolektif kita sebagai orang tua melakukan langkah-langkah konkrit dalam rangka  membina generasi kita agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berilmu sekaligus generasi yang bisa menjawab tantangan, menyiapkan anak-anak kita ke depan di masa milenial ini menjadi anak yang soleh solehah.,” ujar bupati.

Menurutnya, ada dua model dalam mendidik seseorang sukses atau tidak. Pertama, kata dia, karena takdir. “Ini tidak semua bisa karena dari Allah,” imbuhnya. Selanjutnya Proses yang umum adalah proses yang melalui jalur belajar. “Anak-anak yang terus dididik nanti berkesinambungan. Saya mohon kepada ustad/ustadzah tolong anak-anak diarahkan, dibina dan dikembangkan terus hingga pada saatnya bisa jadi orang-orang yang bisa menyampaikan nasehat-nasehat dengan talenta yang dimiliki,” pinta bupati.

Di akhir sambutannya bupati menandaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat serius  dalam rangka membina pendidikan keagamaan. “Anggaran kita untuk TPQ/TPA, madrasah diniyah (madin), pondok pesantren, dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kemudian semua guru TPQ/TPA,madin, guru-guru swasta sekarang dapat bantuan. Total anggaran 5,7 milyar untuk TPQ/TPA, madin, ponpes dan lembaga,” pungkas bupati.(Tim Humas Dinkominfo Kab pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…