PEMKAB TERUS UPAYA TATA KAWASAN KUMUH

KAJEN - Pemkab Pekalongan terus berusaha melakukan penataan kawasan kumuh melalui kolaborasi swadaya masyarakat dengan program pemeritah. Salah satunya program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang saat ini telah berhasil menata kawasan Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, yang semula merupakan kantong kumuh terbesar di Kota Santri, kini bertahap mulai tertata dengan baik.

Hal ini diungkapkan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat meninjau lokasi pembangunan MCK Komunal di Dukuh Capgawen Selatan dan pelaksanaan program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di Dukuh Gending, Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (20/1/2018).

"Kita lihat, dulu kawasan ini adalah kumuh. Sekarang bersih dan rencananya akan kita bangun taman terbuka hijau untuk masyarakat," ujar Bupati Asip Kholbihi, usai meninjau program PLPBK KOTAKU di Dukuh Gending.

Selain itu, Pemkab juga telah membangun MCK Komunal di Capgawen Selatan dengan anggaran Rp 510 juta. "Inilah cara kita mengubah Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya masuk dalam daftar kabupaten terkumuh pada tahun 2015, sekarang menjadi daerah yang banyak dikunjungi orang-orang," terangnya.

Ia menyebutkan, kawasan kumuh di Kota Santri sampai saat ini telah menurun drastis, salah satunya di Kedungwuni Timur. Padahal, lanjut dia, Kedungwuni Timur tadinya adalah kantong kumuh terbesar di Kabupaten Pekalongan.

"Tapi sekarang, bisa kita lihat dengan pembangunan MCK Komunal di Capgawen Selatan, dan PLPBK di Dukuh Gending. Sehingga, masyarakat tidak lagi buang hajat di sungai. Sungainya juga nanti akan kita keruk," tambahnya menjelaskan.

Dikatakan, upaya untuk memantik swadaya masyarakat agar dapat berkolaborasi dengan program pemerintah akan terus digalakkan.

Sementara, Faskel Tim 4 KOTAKU Kabupaten Pekalongan, Himawan Sutanto menuturkan, program PLPBK dengan sasaran fisik pembangunan jalan paving, drainase, talud sungai, jembatan, pergola, taman dan penataan lainnya di Dukuh Gending, telah selesai akhir tahun kemarin. Program PLPBK 2017 dengan Bantuan Dana Investasi (BDI) dari pusat senilai Rp500juta dapat selesai dengan bantuan swadaya dan gotong royong dari masyarakat.

"Alhamdulillah, Kawasan yang tadinya masuk dalam daftar kumuh ini, akhirnya bisa tertata, sungainya pun jadi bersih. Berkat kerjasama dan nilai gotong royong yang kuat di tengah-tengah masyarakat, membuat program PLPBK Dukuh Gending telah selesai. Rencananya Jumat nanti, Pak Bupati akan meresmikan hasil pembangunan ini," kata Himawan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : syaila.psg

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…