PEMKAB PEKALONGAN DAN AMWAY GIATKAN INTERVENSI GIZI UNTUK 500 ANAK GIZI KURANG DI PEKALONGAN

PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan Amway Indonesia menindaklanjuti program pengentasan balita gizi kurang “Nutrilite Power of 5” melalui penyuluhan “Pola Asuh & Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas” untuk 300 relawan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

Program Nutrilite Power of 5 telah membantu sekitar 500 anak gizi kurang di tujuh kecamatan di Kabupaten Pekalongan melalui pemberian bubuk vitamin Nutrilite Little Bits yang digerakkan oleh ibu-ibu PKK dan relawan kesehatan yang diketuai oleh Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi selaku Ketua Umum PKK dan pembina kader kesehatan.

“Harapan sayakerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan Amway Indonesia bisa terus berlanjut, hingga tidak ada lagi anak gizi kurang di Kabupaten Pekalongan,” ungkap Munafah Asip Kholbihi saat pembukaan kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Penyuluhan Gizi Kader Kesehatan Kabupaten Pekalongan, di Pendopo Bupati Pekalongan, Senin, 7 Mei 2018.

Kegiatan dihadiri pihak Yayasan Amway Peduli, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan jajarannya, Pengurus Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu Melahirkan dan Anak (Gema Setia) se-Kabupaten Pekalongan, Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan, organisasi relawan dari Fatayat NU, NA, dan Umri, para kader kesehatan dan undangan lainnya.  

Menurut Munafah, pencegahan dan penanganan gizi buruk pada balita tidak bisa dilakukan Pemerintah atau PKK sendirian saja, namun, memerlukan keterlibatan semua pihak, oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat, relawan dan seluruh stakeholder terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes mengatakan, permasalahan gizi merupakan permasalahan yang kompleks. Dari 76.285 (70%) balita di Kabupaten Pekalongan Pekalongan yang rutin dibawa ke Posyandu, 53 menderita gizi buruk dan 435 anak mengalami gizi kurang, dan sudah diintervensi dengan Nutlitle Little Bit yang pengaruhnya cukup signifkan. “Alhamdulillah hasilnya bagus, 414 anak berat badannya naik, dan 21 anak (5 persen) tidak naik, karena menderita penyakit,” jelas Sutanto. Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada para kader kesehatan yang telah membantu mengentaskan balita di Kabupaten Pekalongan dari gizi buruk.  

Menurut Head of Communication Amway Indonesia,Rossy Hardiningsih, gizi merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi oleh setiap negara dari tahun ke tahun dan Amway selaku pemimpin di industri suplemen dan makanan kesehatan merasa terpanggil untuk turut andil dalam membantu pemecahan masalah tersebut.

Amway melalui program global Nutrilite Power of 5 berinisiatif meningkatkan kesadaran masyarakat diseluruh dunia untuk menyadari pentingnya asupan gizi yang cukup untuk anak usia di bawah 5 tahun, dan mengembangkan produk Nutrilite Little Bits yaitu 1 gram bubuk mikronutrisi yang terdiri dari 15 vitamin & mineral esensial dan sejak tahun 2009 telah mendonasikan suplemen nutrisi mikro ke jutaan anak di seluruh dunia.

Di Indonesia baru dimulai pada tahun 2016, di beberapa wilayah di Jakarta, kemudian ke Sumba, ke Tangerang Selatan, dan ke Kabupaten Pekalongan.

“Balita paling rentan terhadap masalah malnutrisi yang dimana bila anak di usia lima tahun pertamanya tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, pertumbuhan fisik dan otaknya tidak optimal,” kata Rossy sembari menambahkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan asupan gizi yang seimbang di masa-masa awal pertumbuhan mereka yang merupakan bekal untuk kehidupan mereka saat remaja dan dewasa.

Pemberian asupan gizi yang tepat berkaitan erat dengan pola asuh orang tua. Hal ini menjadi topik utama pada penyuluhan kali ini untuk para relawan kesehatan yang bertugas menularkan pengetahuannya kepada ibu ibu di masyarakat sekitar mereka.

“Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak diawal pertumbuhan mereka bisa mengakibatkan anak-anak  mengalami hambatan dalam pertumbuhannya bahkan menjadi obesitas,” ujar Ahli Gizi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. pada penyuluhan bertajuk  “Pola Asuh & Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas”.

Rita dalam paparannya menyatakan, “Gizi ibu yang tidak optimal juga menjadi salah satu penyebab masalah kurang gizi pada balita. Oleh karena itu, setiap ibu harus selalu mengkonsumsi makanan yang seimbang gizinya. Apabila sedang dalam masa menyusui, apa yang ibu makan itulah yang akan diberikan kepada bayinya melalui ASI. Sedangkan setelah masa menyusui selesai, ibu juga memiliki peranan penting karena ibu lah yang sering membeli dan memasak makanan yang akan disajikan kepada seluruh keluarga.”

Narasumber lainnya yakni Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Pekalongan, dr. Ida Sulistiyani, Kabid Pemberantasan Penyakit Dinker Kabupaten Pekalongan, dr. Budi Darmoyo,  M.Kes, Nutrition & Wellness Training Specialist Amway Indonesia, Novrianti Puspita Wardani, dan AEC Specialist Amway Indonesia Dian Ika Wijayanti. (Lilik & Didik Dinkominfo) 

Publisher : aris 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…