GUNA MENJAJAKI KERJASAMA, BUPATI PEKALONGAN LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE PEMKAB TEBO PROVINSI JAMBI

KAJEN – Selain dalam rangka memenuhi undangan sebagai Penceramah dari pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., yang didampingi istri yang sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Dra. Hj. Munafah, dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan berkesempatan melakukan kunjungan kedinasan ke Pemerintah Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, Sumatera, Sabtu (5/5/2018) malam.

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Pekalongan beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Tebo H. Sukandar, S.Kom., M.Si beserta Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan, SH., perwakilan Forkompinda, Sekretaris Daerah Drs. Abu Bakar,M.Si beserta beberapa Kepala OPD Kabupaten Tebo dan Ketua Lembaga Adat.

Dalam acara ramah-tamah yang diselenggarakan di rumah dinas jabatan Bupati TeboBupati Tebo H. Sukandar, S.Kom., M.Si dalam sambutan selamat datang menyampaikan Kabupaten Tebo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Sumatera. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Bungo Tebo, tanggal 12 Oktober 1999.

Lebih lanjut, Bupati Tebo menguraikan bahwa perekonomian Kabupaten Tebo bersumber pada perkebunan sawit, karet didukung oleh pertambangan baik itu batu bara, minyak bumi dan tambang emas tetapi masih dalam skala kecil.

“Kabupaten kami kaya akan sumber daya alam dan bisa dijadikan daerah perikanan tawar karena dilewati oleh sungai terbesar di Provinsi Jambi yaitu Sungai Batanghari serta merupakan daerah rawa dataran rendah,” ujarnya.

Kabupaten Tebo memiliki penduduk sejumlah ± 300.000 jiwa dengan 75 % adalah petani. Memiliki 1 buah Pusat Kesehatan yaitu Rumah sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syariffudin, dibantu oleh 12 Pusat kesehatan Masyarakat (PKM) di 12 kecamatannya., serta memiliki 107 desa/kelurahan.

“Besar harapan kami dari kunjungan Bapak Bupati Pekalongan beserta rombongan dapat kita tindaklanjuti. Kami ingin belajar tentang tata niaga membesarkan produk-produk unggulan daerah. Kemudian juga bisa sharing tentang berbagai informasi. Dekranasda kami memang mengembangkan batik dan songket tetapi harga di pasaran dinilai masih cukup tinggi bagi masyarakat, sehingga belum bisa berkompetisi,” ujarnya.

Bupati Tebo sangat berharap kunjungan Bupati Pekalongan akan ada kunjungan keberlanjutan dari Pemkab Tebo ke Kabupaten Pekalongan guna memperoleh informasi lebih lanjut dalam mengembangkan potensi unggulan daerahnya.

“Kami ingin menindaklanjuti kunjungan Bapak Bupati Pekalongan supaya ada keberlanjutan hubungan dua Kabupaten yang terpisahkan oleh daratan dan lautan. Karena hal ini luar biasa, pak!. Saya sepuluh tahun di Tebo (5 tahun sebagai Wakil Bupati dan 5 tahun sebagai Bupati) baru kali ini ada kunjungan dari Bupati dari Pulau Jawa,” terang Bupati Tebo.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si dalam sambutan, mengungkapkan maksud kunjugannya ke Kabupaten Tebo adalah dalam rangka untuk bersilaturahmi dan belajar serta bertukar pikiran dengan Bupati Tebo. “Maksud kunjungan kami ke Pemkab Tebo ini adalah untuk bersilaturahmi dan bertukar pikir, serta jika memungkinkan untuk melakukan kerjasama dengan Pemkab Tebo Provinsi Jambi ini. Karena saya yakin masing-masing daerah memiliki keunggulan baik kompetitif maupun komperatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Asip menyampaikan gambaran tentang geografi Kabupaten Pekalongan beserta potensi-potensi yang dimiliki. Diutarakan, bahwa Kabupaten Pekalongan terletak hampir di tengah Pulau Jawa terutama antara Jakarta dan Surabaya. “Kabupaten Pekalongan berada di jalur sutra di pantai utara Jawa. Terbukti banyaknya etnis Cina, Arab dan India di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.

Bupati menerangkan, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi-potensi unggulan antara lain Batik, Sarung, Jeans, ATBM/tenun, Kain Kassa dan lain sebagainya. “Jenis batik di Kabupaten Pekalongan sangat beragam. Hal ini karena adanya pengaruh alkuturasi dari beberapa etnis antara lain dari pengaruh Jepang namanya batik Hokokay, kemudian pengaruh dari Cina dan juga dari Belanda. Semuanya diolah oleh para seniman batik yang ada di Kabupaten Pekalongan dari sejak abad ke-16 hingga hari ini,” tutur Bupati.

Dalam rangka pemberdayaan, biasanya Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan Provinsi. Jadi nanti untuk Batik Jambi dengan motifnya dapat kita kerjasamakan melalui para pengrajin kita dalam rangka penyempurnaan baik dari aspek kualitas maupun kuantitasnya.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menyambut baik akan maksud dari Bupati Tebo dan menunggu kunjungan baliknya ke Kabupaten Pekalongan. “Kami mengundang Bapak Bupati Tebo dan jajaran ke Kabupaten Pekalongan. Monggo kapan rawuh wonten Kabupaten Pekalongan. Kami tunggu,” tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…