PEMERINTAH MENDORONG SEKOLAH UMUM MAUPUN KEAGAMAAN MENCETAK KADER YANG BERAKHLAKUL KARIMAH

KAJEN - Senin (7/5/2018) malam, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri pengajian dalam rangka Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Awaliyyah (MDA) Tarbiyatul Mubtadi'in Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni.

Hadir antara lain Rois Syuriah PCNU KH. Muhammadun Raden Jundi, KH. Zawawi Dured, KH. Masykur Zuhdi (penceramah dari Tulungagung Jawa Timur), beserta kyai-kyai lainnya, Kepala Desa Ambokembang beserta istri, beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengharapkan dan mendoakan semoga para Santri TPQ dibawah asuhan Kyai Syaifurrohman ilmunya akan bermanfaat bagi mereka dan masyarakat setempat pada masa yang akan datang.

Menurut Bupati, orang tua kebanyakan saat ini dengan bangganya lebih memikirkan pendidikan bagi anak-anaknya itu tempat sekolahnya dimana. Namun tidak memikirkan anak-anaknya mengajinya bagaimana, mondoknya dimana. Dan itulah gaya kebanyakan orang tua saat ini.

Berkaitan hal tersebut, dibawah kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi, Pemkab Pekalongan memiliki pandangan ke depan (visi) yaitu membangun masyarakat yang sejahtera lahir bathin dan beragama kuat. Disamping itu menjunjung tinggi nilai-nilai lokal

“TPQ, MDA dan pondok pesantren harus dijaga, harus dibantu dengan berbagai cara agar bisa berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus-menerus berupaya agar kualitas yang ada di TPQ, MDA, juga yang ada di sekolah-sekolah baik sekolah umum maupun sekolah keagamaan kita dorong agar dapat mencetak kader-kader yang sholeh-sholehah, alim, menguasai ilmu pengetahuan serta pada akhirnya berguna bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan akan meluncurkan program mengaji dengan cara menghafal surat-surat pendek Al Qur'an bagi siswa-siswi SD Negeri dan SMP Negeri.

"Program baru itu adalah pembacaan kitab risalah awwal. Dan akan kami launching hari Rabu tanggal 9 Mei 2018 besok. Dengan harapan program ini akan menambah bekal akhirat bagi para siswa-siswi SD Negeri dan SMP Negeri, seperti yang diajarkan di Pondok-Pondok Pesantren," terang Bupati.

Kepada para Santri TPQ dan MDA Tarbiyyatul Mubtadi’in, Bupati memberikan motivasi bagaimana memanfaatkan waktunya dengan sebaik baiknya.  Karena, kata Bupati, saat ini waktu menjadi komoditas termahal melebihi racun kolojengking. "Saat ini waktu adalah komoditas termahal melebihi racun kolojengking yang viral di media sosial dan seperti yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi. Untuk itu manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar," tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…