BUPATI BERSAMA 448 WARGA KEDUNGWUNI TIMUR TERIMA SERTIPIKAT TANAH PROGRAM PTSL

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama 448 warga Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni menerima pembagian Sertipikat Tanah dari Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sertipikat diserahkan oleh Kasubag Tata Usaha BPN Kabupaten Pekalongan – Puspito. Acara digelar di Kantor Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Senin (14/5/2018) pagi.

Usai menerima Sertipikat, Bupati dalam sambutan mengungkapkan bahwa Program PTSL akan mampu mendorong  pergerakan dan kemajuan ekonomi masyarakat bawah. Sebab,  sertifikat yang dimiliki oleh masyarakat  bisa menjadi barang berharga yang bisa  mereka agunkan  kepada  pihak bank  dan lembaga keuangan.

“Ini sudah terbukti  bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan. Sertifikat  bisa menjadi modal mereka untuk memajukan usaha,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan untuk tahun 2017 Kabupaten Pekalongan mendapatkan sertipikat tanah program PTSL sebanyak 23.500 bidang tanah. Sedangkan untuk tahun 2018 ini akan mendapatkan 47.000 bidang tanah. “Ini adalah program dari Bapak Presiden Jokowi. Dengan sertipikat ini, pemilik tanah sudah memiliki kepastian hukum atas status tanahnya,” terangnya.

Bupati berharap sertipikat yang sudah diterima untuk dijaga dari kerusakan. Menurutnya, untuk memperoleh sertipikat tanah itu sangat susah karena sangat banyaknya yang mengajukan. “Bapak ibu sangat beruntung bisa mendapatkan sertipikat tanah hari ini. Untuk itu saya mohon agar sertipikat ini dijaga benar dari kerusakan dan jangan sampai hilang, njeh?!,” tegas Bupati kepada warga Kelurahan Kedungwuni.

Bupati menyampaikan bahwa dahulu dari BPN ada program yang namanya Prona (Program Nasional Agraria) yang dikhususkan bagi masyarakat yang kurang mampu. Namun sekarang ada program PTSL yang basisnya adalah seluruh warga desa baik yang miskin maupun yang kaya, pejabat maupun rakyat. “Seperti saya kebetulan warga Kelurahan Kedungwuni Timur, jadi mendapatkan sertipikat dari program PTSL ini,” kata Bupati.

Kasubag Tata Usaha BPN – Puspito menambahkan untuk Kelurahan Kedungwuni Timur sebenarnya mendapatkan kuota sertipikat 451 bidang tanah. Namun, kata Puspito, yang dapat diserahkan pada hari itu sejumlah 449 sertipikat, sedangkan untuk yang dua masih belum sesuai dengan data.

“Sebenarnya untuk Kedungwuni Timur ini mendapatkan 451 sertipikat, akan tetapi yang 2 sampai detik ini datanya belum sesuai. Mohon kesabaranya. Insya Allah akan tetap jadi. Kami akan membutuhkan waktu guna menyelesaikan yang dua itu,” terang Puspito meyakinkan warga.

Senada dengan Bupati Asip, Puspito meminta agar warga yang menerima sertipikat untuk bisa merawatnya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai hilang dan ataupun rusak. Sebab, tutur Puspito, untuk penggantian sertipikat tanah untuk meminta sertipikat baru sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang relatif mahal. “Apabila sertipikat hilang atau rusak, nanti harus minta surat keterangan dari kepolisian, kemudian di BAP dulu untuk memastikan benar tidaknya sertipikat itu hilang. Untuk itu simpan dan rawatlah dengan baik,” tutur Puspito. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…