CSR UNTUK SEJAHTERAKAN MASYARAKAT

Satu Unit Mobil Ambulance untuk memperkuat operasional PMI Kabupaten Pekalongan dihibahkan dari Bank Pembangunan Daerah Jateng cabang Kajen Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut terungkap pada acara buka bersama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Forum CSR Kabupaten Pekalongan baru baru ini di Pendopo Rumdim Bupati.(30/5)

Bantuan Dana CSR juga diberikan kepada kelompok senam dari Kecamatan Siwalan berupa sound system senilai 14,95 juta dari BNI, bantuan Rumah Tidak Layak Huni Dari BPR BKK, dan paket sembako dari Indomaret untuk para korban musibah bencana melalui BPBD.

Ketua Forum CSR Kabupaten Pekalongan Sulton Syarif berharap CSR dari berbagai badan usaha ini bermanfaat bagi Masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dan Pihaknya mohon arahan agar pihaknya dapat fokus untuk menyalurkan bantuan. “ Pada prinsipnya forum CSR mendukung apa yang telah menjadi Program Kerja oleh Pemkab Pekalongan dalam mensejahterakan masyakat”tandasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Ir. Bambang Irianto menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun Sinergitas antara Badan Usaha dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Serta untuk mendukung prioritas pembangungan Kabupaten Pekalongan dan singkronisasi Progam Prioritas Pembangunan Daerah dengan Program forum CSR Kabupaten Pekalongan”terangnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari BPD Jateng, BPR BKK, BNI , Indonesia Power, BRI, Bank Muamalat, Rizky Ridho Ilahi, Telkom, PERHUTANI, PLN, PT Duniatex, Kadin, Indomaret dan Mitra Indomaret.

Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melalui CSR. Jazzakumuloh khairan Katsira semoga dilipatkan pahalanya di bulan puasa ini.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan akan tegak jika semua pihak bersinergi, baik Ulama, Umara dan Aghniya. Ulama dengan memberi kontribusi ilmunya kepada Kabupaten Pekalongan.“ Dan selanjutnya adalah adilnya para pemimpin serta kedermawanan para Aghniya”tandasnya

Saat ini di Kabupaten Pekalongan masih ada 12 persen yang masuk kedalam angka kemiskinan dan menjadi tanggugjawab bersama untuk mengentaskannya. Dan dalam arisan besar di angka kemiskinan tersebut masih tingginya angka kematian ibu bayi melahirkan dan gizi buruk.

Hingga saat ini secara berangsur permasalahan tersebut, dapat kita tekan, tentunya atas kerja keras semua pihak dan kerjasama dengan beberapa pihak dalam penanganan gizi buruk. Sehingga hasilnya saat ini menunjukan angka signifikan.

“Jika pada tahun 2014 kita masuk dalam angka tertinggi dan gizi buruk nomor 30-an di Propinsi Jawa Tengah, sekarang kita mampu menekan hingga 50 % kasus sehingga angka kematian ibu melahirkan dan gizi buruk mulai teratasi, hal ini juga tak lepas dari CSR beberapa Badan Usaha”tandasnya.(red)

Publisher : arif

 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…