BUPATI PEKALONGAN: “RENCANA PENDIRIAN KAMPUNG TILAWATIL QURAN DI KOTA SANTRI, SAAT INI DALAM TAHAP PENGKAJIAN”

KAJEN – Malam ini kita alhamdulillah bisa bersama-sama mengaji dalam rangka memperingati turunnya Al Quran yaitu Nuzulul Quran di bulan yang penuh rahmat dan barokah ini. Dan tadi kita telah menyaksikan penampilan parade Tilawatil Qur'an Surat Al Baqarah ayat 185 dan Surat Al isra' 9-11 oleh 5 Qori dan 5 Qoriah terbaik Kabupaten Pekalongan dibawah pimpinan Ustad Shodiq SQ. Saya mohon agar para qori dan qoriah Kabupaten Pekalongan dikumpulkan.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan dalam acara Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/6/2018) malam, di halaman Masjid Al Muhtaram Kajen.

Bupati mengungkapkan bahwa dahulu konon kabarnya Kabupaten Pekalongan ini merupakan gudangnya para qori-qoriah terbaik. Menurut KH. Muamar ZA, Kabupaten Pekalongan dulu “macannya” banyak, namun sekarang macannya hilang tinggal kandangnya.

Dikatakan Bupati, bahwa saat ini pihaknya sedang gencar mengembangkan kembali gemar membaca tilawah di Kabupaten Pekalongan. “Saya sudah memerintahkan Asisten I untuk mengkaji kemungkinan kita mendirikan Kampung Tilawatil Quran di Desa Proto Kecamatan Kedungwuni . Karena di Desa Proto ini banyak kita jumpai hafidz dan hafidzoh (penghafal Al-Quran) yang jumlahnya puluhan orang termasuk Ustad Shodiq. Dan Saat ini kita sedang melakukan kajiannya,” katanya.

Spirit dari pendirian Kampung Tilawatil Quran, terang Bupati, karena Visi-Misinya bersama Wakil Bupati dalam memimpin Kota Santri yakni “Membangun Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Religius dan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal”.

“Misi Religiusitas inilah yang sedang kita carikan bentuknya, tentu dengan berbagai warna dan kegiatan. Dimana salah satu warnanya adalah bagaimana kita bersatu, bersama-sama membangun, melakukan pembangunan karakter yang berbasis Al-Quran. Insya Allah dengan kerjasama dengan para kyai, para ustad, hal ini pelan-pelan akan bisa kita wujudkan,” ujar Bupati.

KH. Zuhdi Hariri dalam tausiahnya menyampaikan kita dalam menyikapi kemajuan jaman, harus diwujudkan dan dipegang oleh tangan-tangan orang yang sholeh. Karena di tangan-tangan orang sholeh, kemajuan ini pantas diwujudkan, dan akan sangat berbahaya di tangan-tangan orang yang salah atau tidak pantas.

“Kita tidak pantas mengharap menjadi ahli surga, karena antara ibadah dan membaca Al Quran dibanding nonton televisi masih banyak waktu yang dipakai untuk menonton televisi. Demikian juga uang sedekah dengan uang untuk jajan masih banyak yang dipakai jajan. Maka klaim mengharap surga, tetaplah optimis karena kita mengharap ampunan Allah SWT semata,” tuturnya.

KH. Zuhdi Hariri juga menerangkan ikhwal puasa yang diwajibkan kepada orang-orang beriman umat Nabi Muhammad SAW, dengan perjalanan Nabi Adam dan Siti Hawa saat mengalami dosa memakan buah kuldi dan menyadari dosa tersebut. “Dengan dibimbing malaikat Jibril Nabi Adam dan Siti Hawa memohon ampunan kepada Allah SWT dengan melakukan pertobatan dan menjalankan puasa untuk memurnikan kembali badannya dari dampak buruk buah khuldi yang terlanjur dimakan bersama,” pungkas kyai kharismatik asal Buaran tersebut.

Peringatan Nuzulul Quran tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, para Asisten Sekda dan Kepala OPD, Pengurus Masjid Al Muhtaram, serta ratusan warga Kajen dan sekitarnya.

Dalam pengajian malam tersebut dimeriahkan oleh penampilan grup Rebana modern Fathussalam dari Desa Sumubkidul Kecamatan Sragi yang menghibur seluruh pengunjung. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…