Admin
Kamis, 24 Februari 2022


KAJEN – Edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat, utamanya di perkotaan sangatlah penting, mengingat salah satu permasalahan yang cukup pelik di perkotaan adalah terkait pengelolaan sampah. Merespon masalah tersebut, Pemerintah Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo sejak 20 November 2020 mendirikan Bank sampah Unit (BSU).
BSU yang diberinama Jalin Setia ini berkomitmen mengedukasi masyarakat agar paham cara mengelola sampah baik organik maupun anorganik, dimana salah satu kegiatannya adalah setiap 3 minggu sekali berkeliling desa mengambil sampah ke rumah-rumah warga, untuk kemudian dicatat sebagai tabungan yang dapat dicairkan menjelang lebaran Idul Fitri.
Dibantu oleh relawan dari IPNU IPPNU, BSU Jalin Setia secara rutin mengedukasi masyarakat Desa Rowokembu agar lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, yaitu memilah sampah agar lebih bermanfaat atau dapat menghasilkan rupiah dan dapat membantu perekonomian keluarga.
Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2022, yang jatuh pada 21 Pebruari lalu, BSU Jalin Setia mengadakan kegiatan gerakan pilah sampah dari rumah dengan tagline "Ayo rubah sampah menjadi rupiah melalui Bank Sampah". Pada Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Pebruari 2022 tersebut masyarakat dapat menukar sampah atom dengan telur. Masyarakat dapat menukar setiap 1/2 kg sampah atom dengan telur 1/4 kg telur, demikian kelipatannya.
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Rowokembu tersebut dibuka oleh Camat Wonopringgo, Tuti Haryati, perwakilan Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan, BSI (Bank Sampah Induk) Kabupaten Pekalongan, BSU di Kabupaten Pekalongan, sponsor dan donator serta 32 relawan sampah BSU Jalin Setia. Dijelaskan oleh Manager BSU Jalin Setia yang juga Ketua TP. PKK Desa Rowokembu, Fitriya Dwi Handayani bahwa Dalam kegiatan ini nasabah dan calon nasabah tidak hanya datang untuk menukar sampah dengan telur ayam, namun juga diberikan edukasi pilah sampah, dan dijelaskan tentang klasifikasi jenis sampah, agar masyarakat menjadi paham cara mengelola sampah baik organik maupun anorganik.
Sementara itu, Camat Wonopringgo mengungkapkan bahwa program pilah sampah dari rumah dan Bank Sampah nantinya akan dilaksanakan juga di seluruh desa di Kecamatan Wonopringgo, karena Wonopringgo termasuk wilayah perkotaan dimana sampah menjadi salah satu persoalan yang harus dicarikan solusinya. Ditegaskan Tuti bahwa peran semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk Bersama berkolaborasi mencari solusi penanganan sampah. “Jika tepat dalam pengelolaanya maka akan memiliki nilai ekonomis, Go Green akan menjadi Go Bussiness, karena dapat menghasilkan rupiah dan dapat membantu ekonomi masyarakat,” ungkap Tuti. (Dian-Kominfo)