Banjir yang terjadi sejak Sabtu, 5 Februari 2022 pukul 21.00 WIB akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan ratusan warga harus diungsikan.
Budi Rahardjo Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan kepada RKS menjelaskan, "Jumlah data pengungsi banjir Kabupaten Pekalongan hingga Senin 7 Februari 2022 sebanyak 365 orang, sedangkan untuk korban banjir Alhamdulillah nihil." Jelasnya, Selasa (8/2).
Budi menjelaskan 365 orang diantaranya mengungsi di SD Purwodadi 16 orang, MI Purwodadi 18 orang, Masjid Nurul Yaqin Purwodadi 23 orang, Lokatek Siwalan 75 orang, Kantor Sukun Tirto 82 orang, Musala Al Ikhwan Pacar Tirto 68 orang, Masjid Nurul Hasan Pacar Tirto 83 orang.
Sementara itu lokasi yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan terjadi di 17 titik lokasi.
1. Desa Purwodadi Kec. Sragi terdampak 300 rumah, 300 KK, 1500 jiwa.
2. Desa Gebangkerep Kec. Sragi terdampak 372 Rumah, 372 KK, 1588 jiwa.
3. Desa Bulakpelem Kec. Sragi terdampak 150 rumah, 150 KK, 626 jiwa.
4. Desa Pacar Kec. Tirto terdampak 227 rmh, 318 KK, 954 jiwa.
5. Desa Pandanarum Kec. Tirto terdampak 15 Rumah, 20 KK, 55 jiwa.
6. Desa Samborejo Kec. Tirto terdampak 60 rumah, 70 KK, 210 jiwa.
7. Desa Karangjompo Kec. Tirto terdampak 420 rumah, 420 KK, 1900 jiwa.
8. Desa Tegaldowo Kec. Tirto terdampak 215 Rumah, 265 KK, 1105 jiwa.
9. Desa Tanjung Kec. Tirto terdampak 20 Rumah, 25 KK, 125 jiwa.
10. Desa Jeruksari kec. Tirto terdampak 1262 rumah, 1654 KK, 5003 jiwa.
11. Desa Mejasem Kec Siwalan terdampak 530 rmh, 530 KK, 1590 jiwa.
12. Desa Wonosari Kec. Siwalan terdampak 52 rumah, 77 KK, 243 jiwa.
13. Desa Tengengwetan Kec. Siwalan terdampak 549 rmh, 644 KK, 2009 jiwa.
14. Desa Pait Kec. Siwalan terdampak 85 rumah, 85 KK, 258 jiwa.
15. Desa Depok Kec. Siwalan terdampak 121 Rumah, 136 KK, 367 jiwa.
16. Desa Blacanan kec. Siwalan, terdampak 30 rmh, 40 KK, 100 jiwa
17. Desa Yosorejo kec siwalan terdampak 20 rmh, 3p KK, 40 jiwa.
Ketinggian air berfariatif mulai dari 20 cm hingga 90 cm, hingga menyebabkan kerusakan pada jembatan glotak Desa Blimbing Wuluh Kecamatan Siwalan terputus.
BPBD terus melakukan upaya penanganan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait yakni TNI, POLRI, DPU, kecamatan, desa, dan relawan untuk asesment lokasi banjir, dan menyiapkan tim evakuasi di lokasi banjir, serta memberikan bantuan logistik ke masyarakat terdampak dan untuk dapur umum di desa. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
KAJEN - 32 desa di kabupaten Pekalongan akan menggelar pemilihan kepala desa serentak pada 23 Februari 2022 mendatang. Jelang pelaksanaan Pilkades serentak ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD ) Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan pilkades serenak kabupaten Pekalongan 2022 di aula lantai I Setda dengan dihadiri Sekda M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si, Plt Kepala Dinas PMD Toharno, tim pengendali pilkades serentak 2022, para kepala OPD terkait, para camat , serta segenap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dari 32 desa se-kabupaten Pekalongan.
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar berpesan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tentang dua hal terkait pelaksanaan pilkades yang akan segera digelar. Pertama hal yang berkaitan dengan covid 19 dan menghimbau agar tidak terjadi klaster baru dalam Pilkades serentak nanti. Dan kedua tenang kondisi alam yang terjadi di bulan Februari-Maret tahun 2022.
“ Februari- Maret ini kasus covid diprediksi akan melonjak. Per hari ini yang terkonfirmasi positif. Ada yang di rawat di Rumah Sakit, isolasi terpadu di Kesesi dan ada yang isolasi mandiri. Kita sudah antisipasi bersama Polres, wanti2-wanti betul, pilkades ini jangan sampai menimbulkan klaster baru. Kita harus pastikan pilkades aman untuk digelar. Tolong dari PPKD untuk antisipasi terkait prokes. Termasuk penting disampaikan ke masyarakat agar tidak pank tapi jangan abai pula,” papar Sekda Yulian Akbar saat memberikan arahan di aula lantai I setda, Senin ( 07/02) siang.
Selanjutnya Yulian juga meyampaikan Pilkades serentak ini juga dilaksanakan wilayah yang terdampak bencana. Ia berharap pada saat pelaksanaan Pilkades 23 Februari 2022 mendatang tidak terjadi cuaca yang ekstrim sehingga Pilkades dapat berjalan dengan lancar.
Sementara itu Plt Kepala Dinas PMD, Toharno dalam Rakor pemantapan pelaksanaan pilkades serenak kabupaten Pekalongan tahun 2022 ini menyampaikan ada 6 tahapan pilkades serentak, yakni persiapan, pencalonan, pencalonan ulang, pemungutan suara, penetapan dan laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan. “ Ssat ini kita sudah memasuki tahap pencalonan dan pencalonan ulang dan tanggal 14 Februari akan kita laksanakan penetapan bakal calon kepala desa menjadi calon kepala desa dan undian nomor urut serta tanda gambar dan penyampaian visi misi calon,” terang Toharno.
KAJEN – banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan mengundang keprihatinan bersama. berkaitan dengan hal itu dalam rangka memantau dan memastikan kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE. MM melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat Banjir.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat konsen pada upaya mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong, diantaranya dengan dilaksanakannya berbagai program yang mengedepankan pada kesejahteraan rakyat, salah satunya adalah pemberian bantuan biaya hidup bagi penunggu pasien fakir miskin yang diluncurkan pada 1 Januari 2022 yang lalu.
KAJEN – Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan, pemkab berkomitmen untuk senantiasa mewujudkan kondusifitas di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, saat silaturahmi di PWI Kabupaten Pekalongan, pada hari Kamis (27/1/2022) sore.
KAJEN – Selamatan dan syukuran durian di desa Pungangan Kecamatan Doro serta peresmian Bumdes dengan produk kopi yang dipusatkan dilapangan desa Pungangan, Kamis (27/01) berlangsung meriah.
Bupati Fadia mengaku salut atas acara syukuran durian desa Pungangan Doro ini karena menurutnya acara ini bisa mengangkat durian hasil dari petani desa Pungangan menjadi lebih terkenal secara luas. “ Saya berharap para petani durian bisa berkembang. Apalagi ternyata acara festival durian seperti di Lolong, ternyata duriannya disuplai dari sini. Ini berarti petani di sini harus kita dukung dan kembangkan sehingga durian ini menjadi terkenal,” ucap Bupati Fadia.
Toharno menekankan bahwa pada puncak tanggal 23 Februari nanti, tim pengendali, tim teknis panwascam, camat serta P2KD harus bisa menjaga situasi yang kondusif agar jalannya pemungutan suara bisa berjalan dengan lancar aman dan sukses. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
Didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si., Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, A.P., dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Rachmawati, S.IP., MM, tinjau langsung lokasi banjir di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, pada sore ini, Senin (7/2/2022).
Seperti diketahui, hujan yang mengguyur kota santri dari Minggu malam sampai Senin pagi itu membuat sejumlah kecamatan terendam banjir, seperti di Siwalan, Tirto dan Sragi.
Dan kondisi wilayah yang cukup parah terdampak adalah di Kecamatan Siwalan diantaranya Desa Pait dimana banjir merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 1 hingga 1,5 meter.
Dalam tinjauannya itu, Bupati Fadia juga turun langsung ke lokasi untuk membujuk beberapa warganya yang belum mau dievakuasi ke lokasi pengungsian. Pada saat tinjuan tersebut Bupati juga membujuk salah satu warga yang memiliki sakit stroke untuk mau dievakuasi.
Menurut Fadia, semua warga harus dipastikan dievakuasi semua tanpa terkecuali.
‘’Alhamdulilah tadi sudah kita sudah mendatangi beberapa warga yang belum mau dievakuasi ke rumahnya, dan akhirnya setelah kita datang mereka mau ikut untuk dievakuasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Fadia juga menyampaikan, untuk langkah terdekat yang akan segera Ia lakukan bersama BPBD Kabupaten Pekalongan dan Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan adalah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan pengungsi di lokasi pengungsian. Karena menurutnya, keselamatan warga adalah prioritas utamanya.
Adapun untuk langkah selanjutnya, diungkapkan Fadia bahwa Ia akan segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng untuk mencari solusi supaya kedepan tidak terjadi banjir kembali. Karena menurut Fadia, banjir akibat limpasan air sungai Sragi ini , merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga koordinasi merupakan esensi utama yang harus pihaknya lakukan segera.
‘’Seharusnya ini hal yang harus segera dilakukan pembuatan tanggul. Untuk itu kita harus segera melaporkan hal ini kepada pak gubernur. Karena ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi,’’ jelas Bupati Fadia.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada seluruh warga yang terdampak banjir untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan di tengah musibah banjir yang menimpa mereka. Dan jangan sungkan untuk segera melapor kepada petugas di lokasi pengungsian apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
‘’Saya berharap bapak/ibu bisa tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. Jangan sungkan memberitahu petugas apabila ada keluhan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
Acara penyerahan SK pengangkatan, penandatanganan perjanjian kerja dan pengambilan sumpah /janji PPPK Non Guru tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini diselenggarakan di aula lantai II kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas kesehatan, para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga kesehatan serta rohaniawan yang ditunjuk dari Kemenag Kabupaten Pekalongan.
Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso S.IP MH mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM bertindak melakukan pengambilan sumpah/janji para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Usai penyerahan SK pengangkatan PPPK yang dilanjutkan penandatangan dan pengambilan sumpah janji, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan yang dibacakan Kepala BKPSDM Wiryo Santoso S.IP.,MH berharap kehadiran tenaga PPPK yang baru saja dilantik menjadi bagian keluarga besar ASN di Pemkab Pekalongan akan semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama di sector kesehatan, utamanya ditengah-tengah situasi pandemic covid yang belum berakhir ini.
“ Disamping itu saya mengajak ASN yang baru saja diambil sumpah/ janji tersebut untuk berkomitmen memegang teguh sumpah janji yang telah saudara ucapkan dan siap melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat khususnya kabupaten Pekalongan. Harus kita sadari kebutuhan pelayanan masyarakat senantiasa dinamis. Oleh karena itu saudara/saudari dituntut untuk adaptif terutama di tengah situasi pandemic covid sekarang ini. Situasi pandemic covid jangan dijadikan penghalang atau menurunkan kualitas pelayanan tapi hendaknya justru menjadi pemicu lahirnya gagasan dan inovasi-inovasi baru,” pesannya
Selain itui Fadia juga mengajak terutama tenaga PPPK yang baru saja dilantik untuk dapat menjalankan nilai-nilai dasar ASN yang baik yaitu ASN yang berakhlak, ‘ ASN bangga melayani bangsa’. “ Saya mengingatkan kembali bahwa nilai-nilai dasar ASN berakhlak agar dipedomani dan diamalkan dengan sebaik baiknya. Sekali lagi sy ucapkan selamat bekerja dengan sebaik baiknya, kuasai tugas pokok dan fungsi masing-masing karena masyarakat menunggu kerja, kerja, kerja saudara,” tegasnya.
“ Pada kesempatan ini kami serahkan 9 orang dari formasi non guru. Sebagaimana diketahui bersama, tahun 2021 pemerintah membuka kesempatan penerimaan pegawai, baik CPNS , PPPK kesehatan maupun PPPK guru. Untuk kabupaten Pekalongan, saat itu kita menerima alokasi formasi sebanyak 1726 yang terdiri dari 1561 tenaga guru, 20 tenaga kesehatan dan 145 CPNS,” lanjutnya.
Disampaikan, dari serangkaian proses mulai seleksi administrasi, pemberkasan dan usulan penetapan NIP pada saat ini yang telah terselesaikan adalah pengangkatan PPPK tenaga kesehatan. Adapun yang lain masih proses dalam rangkaian usulan.
Sementara itu Kepala BKPSDM Wiryo Santoso S.IP MH menambahkan poin penting terkait ASN berorientasi pada pelayanan. Wiryo menjelaskan bahwa ASN harus memahami dan mengerti kebutuhan masyarakat. Ramah,cekatan dan dapat diandalkan. Melakukan perbaikan tiada henti, akuntabel, melaksanakan tugas dengan bertanggungjawab dan berintegritas tinggi, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertnggungjawab efektif dan efisien serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. “ Dan yang penting pada situasi seperti sekarang ini ASN dituntut untuk adaptif. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas,” pungkas Wiryo.(Dian-Kominfo)
Senin, 31 Januari 2022
Program tersebut berupa pemberian bantuan uang oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada penunggu pasien dengan kriteria antara lain Penunggu pasien haruslah keluarga dari pasien yang statusnya fakir miskin yang menjalani rawat inap di Puskesmas rawat inap atau kamar kelas III pada RSUD di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Bantuan diberikan dalam bentuk uang sebesar 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per hari dengan batas paling lama (maksimal) 4 (empat) hari perawatan, bantuan hanya diberikan kepada 1 orang penunggu pasien dalam 1 keluarga untuk 1 kali perawatan dalam 1 tahun anggaran, jadi bantuan yang diberikan tidak bersifat terus menerus dan selektif.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, S.E, M.M, pada suatu kesempatan mengungkapkan harapannya agar dengan bantuan biaya hidup bagi penunggu pasien, maka pasien dan keluarganya akan sedikit terbantu secara ekonomi meski sekedar membantu transport atau biaya makan saja. “Program ini sebagai bentuk kepedulian Kami kepada masyarakat fakir miskin yang menjalani rawat inap, sehingga terbantu pemenuhan kebutuhan hidupnya selama menjalani rawat inap,” ungkap Bupati.
Perlu diketahui pula bahwa yang dimaksud keluarga dalam program bantuan ini adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas suami istri, atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus keatas atau kebawah sampai dengan derajat ketiga
Sedangkan yang dimaksud fakir miskin adalah orang yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian atau memiliki sumber mata pencaharian namun tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian yang layak dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau berstatus fakir miskin menurut legalitas Kepala Desa/Lurah
Ditemui di ruang kerjanya, Rachmawati, S.IP,M.M, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menjelaskan bahwa mekanisme pemberian bantuan yaitu Penunggu pasien membuat surat permohonan kepada Bupati Pekalongan melalui Kepala Dinas Sosial, dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang telah dilegalisir oleh desa/kelurahan dan kecamatan, serta surat keterangan rawat inap dari Puskesmas/ Rumah Sakit tempat pasien dirawat.
Ditambahkan Rachmawati, Pemberian bantuan dilaksanakan dengan mekanisme non tunai yaitu dengan pemberian Virtual Account (VA) yang nantinya bisa dicairkan melalui Bank Jateng, dan permohonan bantuan dapat diajukan paling lama 30 hari sejak selesainya rawat inap, dan InsyaAllah akan dicairkan paling lambat 30 hari setelah surat permohonan diajukan. “Kami berharap bantuan initepat sasaran sehingga benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, dan Kami tekankan bahwa tidak ada potongan serupiahpun, jadi masyarakat akan menerima bantuan utuh 100% sesuai nominal bantuan yang seharusnya mereka terima,” tegas Rachmawati. (Dian-Kominfo)
Minggu, 30 Januari 2022
Dimana target sasaran yang telah Dinkes Kabupaten Pekalongan canangkan untuk suntikan vaksinasi Covid-19 lanjutan tersebut adalah 950 aparatur negara.
Dikatakan Kepala Dinas Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro, bahwa kegiatan vaksinasi lanjutan tersebut merupakan mandat dari surat edaran Kemenkes RI bernomor HK.02.02/II/252/2022, yang menginstruksikan seluruh dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 lanjutan (Booster).
Menurut Wawan, hasil studi menunjukan bahwa telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap (dosis 1 dan 2), sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.
‘’Vaksinasi booster adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap, yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan,’’ kata Wawan saat ditemui dalam acara Vaksinasi Covid-19 Lanjutan (Booster) bagi Pejabat Publik (28/1/2022).
Apalagi, lanjut Wawan, aparatur negara itu banyak berinteraksi dengan banyak orang saat melakukan kegiatan pelayanan public, sehingga menurutnya, suntikan booster ini sangat tepat diberikan.
‘’Jadi vaksinasi lanjutan hari ini diikuti oleh Kepala OPD dan jajarannya dengan target sasaran sebanyak 960 aparatur. Dan hari ini sekitar 460 an aparatur di lingkungan setda akan disuntik,’’ ungkapnya.
Adapun saat ditanya untuk efek samping sendiri, Wawan menjelaskan bahwa semua jenis vaksin Covid-19 itu terdapat efeknya. Namun, sejauh ini di Kabupaten Pekalongan efek yang timbul hanya pegal-pegal dan demam saja. Jadi tidak ada efek serius yang muncul setelah melaksanakan vaksinasi baik primer lengkap maupun vaksin lanjutan.
‘’Yang namanya vaksinasi adalah memasukan suatu zat, artinya nanti akan ada rekasi karena ini benda asing masuk ke tubuh kita. Dan efek vaksin ini tergantung dari daya tahan tubuh kita masing-masing. Seseorang reaksi vaksinnya tidak akan sama dengan orang lain,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Wawan juga menghimbau untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang ingin mendapatkan vaksinasi Covid-19 lanjutan bisa datang ke faskes-faskes terdekat dengan syarat sudah melakukan vaksinasi primer lengkap selama 6 bulan.
‘’Dan booster ini kriterianya adalah masyarakat yang sudah menyelesaikan vaksin kedua selama enam bulan untuk dosis keduanya,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 28 Januari 2022
‘’Alhamdulilah saya sangat senang sekali dan bersyukur akhirnya kita bisa berkumpul, untuk bekerjasama guna membangun dan mewujudkan kondusifitas di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, dengan adanya acara silaturahmi ini diharapkan PWI Kabupaten Pekalongan bisa semakin bersemangat untuk selalu memberikan informasi pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat.
‘’Dengan adanya PWI saya rasa pemkab sangat terbantu sekali utamanya untuk mewujudkan keterbukaan informasi public kepada masyarakat,’’ ungkap Bupati Fadia.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada anggota PWI Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga kondusifitas utamanya dalam meredam berita-berita hoax yang tekadang meresahkan masyarakat.
‘’Wartawan harus jelas ada beritanya dan sumbernya tidak asal-asalan membuat berita yang tidak benar apalagi membuat hoax,’’ tandasnya.
Sementara itu ketua PWI Triyono menyampaikan bahwa Ia bersama para anggotanya juga akan berkomitmen menciptakan kondusifitas dan memberikan kebutuhan informasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan lebih baik lagi.
‘’Kali ini merupakan suatu kehormatan bagi PWI Kabupaten Pekalongan karena meskipun usianya di Kabupaten Pekalongan masih 4 tahun, tetapi pemkab menunjukan kepedulian kepada kita sehingga kita bisa bersama-sama bersinergi untuk mendukung Pemkab. Pekalongan"ucap Ketua PWI Kabupaten Pekalongan Triyono. (Dian-Kominfo)
Jumat, 28 Januari 2022
Sebagaimana diketahui, pasca dilantik secara resmi menjadi Bupati Pekalongan pada tahun 2021 lalu, salah satu visi misi pembangunan Bupati Fadia Arafiq adalah membangun seluruh jalan di Kabupaten Pekalongan menjadi halus dan layak, atau biasa di sebut program pembangunan ‘’Jalan Alus Rejeki Mulus’’.
Karena menurut Fadia, pihaknya mengambil kebijakan tersebut sesuai dengan keinginan masyarakat Kabupaten Pekalongan saat dirinya berdialog dengan masyarakat di masing-masing wilayah, yaitu masyarakat yang mengeluhkan masih banyaknya jalan rusak di wilayah Kabupaten Pekalongan yang menghambat aktivitas mereka.
‘’Karena jalan itu mau tempat bagus kaya apa kalau jalannya rusak ya percuma. Contohnya kalau wisata sebagus apa kalau aksesnya susah, ya sulit juga. Oleh sebab itu, program pembangunan ‘Jalan Alus Rejeki Mulus’ masuk dalam 4 program prioritas kami di tahun 2022 ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat melakukan peresmian jalan di Desa Wonopringgo.
Fadia juga menyampaikan, dengan dibangunnya poros jalan yang menghubungkan Desa Wonopringgo sampai Desa Ketitang Kidul Kecamatan Bojong, merupakan salah satu bentuk perhatian pemkab untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Desa Wonopringgo untuk menikmati akses jalan yang halus dan memadai.
‘’Ini memang jalan poros desa adalah lima tahun belum diperbaiki. Tetapi saat ini memang mau saya ambil alih poros desa ini untuk bisa kami lakukan perbaikan supaya tidak rusak terus,’’ tandasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Ir.Bambang Irianto juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan di poros Desa Wonopringgo sampai Desa Ketitang Kidul yang saat ini diresmikan, dibangun dengan panjang lintasan 300 meter, dan total anggaran yang ditaksir capai 190 juta.
‘’Ini merupakan suatu perhatian ibu bupati, sehingga beliau berkenan untuk meresmikan. Dan harapannya, bahwa jalan ini ke barat akan kan akan tembus ke jalan provinsi yaitu lintasan Bojong sampai Kajen. Sehingga menurut saya ini sangat strategis utnuk dilanjutkan, dan ini terserah pada pak lurah untuk kebijakannya, karena sudah masuk jala desa,’’ jelas Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto.
Bambang juga menyampaikan, bahwa untuk penerangan dua titik lokasi di poros jalan Desa Wonopringgo yang menjadi keluhan masyarakat, akan segera pihaknya tindak lanjuti. ‘’Jadi untuk dua titik lokasi yang belum ada penerangan di poros jalan ini akan segera kami upayakan supaya segera dipasang,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Wonopringgo Slamet Haryanto juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah melakukan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Wonopringgo, sehingga masyarakat bisa menikmati akses jalan yang halus.
‘’Atas nama masyarakat Wonopringgo saya mengucapkan terimakasih dengan terbangunnya jalan poros yang secara kewilayahan ada di Rowokembu tetapi penggunaannya Desa Wonopringgo,’’
‘’Jalan ini merupakan jalan terbengkalai karena selama 5 tahun belum bisa dilakukan pembangunan padahal sudah rusak. Alhamdulilah tahun ini bisa direalisasi,’’ ungkap Kepala Desa Wonopringgo Slamet Haryanto. (Dian-Kominfo)
Kamis, 27 Januari 2022
Seperti diketahui, sebelum pandemi covid 19 di kabupaten Pekalongan rutin diadakan festival durian, tepatnya Festival Durian Lolong. Namun untuk sementara kegiatan tersebut ditiadakan. “ Alangkah baiknya para petani kita ini kita support agar durian kita terkenal. Se jawa tengah saya lihat yang berani membuat festival hanya kabupaten Pekalongan. Artinya kabupaten Pekalongan duriannya memang hebat dan luar biasa. Saya mendukung sekali supaya ada festival durian. Festival durian Lolong harus tetap jalan,” pintanya.
Ditambahkan, Bupati juga mensupport berdirinya Bumdes Pungangan yang meluncurkan produk kopi khas Pungangan. “ Untuk Bumdes, dari 272 desa, baru ada 191 desa yang punya Bumdes. Bumdes ini bisa membantu meningkatkan keuangan desa atau bisa membangun desa karena kalau hasilnya berlebih bisa buat membangun jalan, dan sebagainya. Jadi kita harus sama-sama mensupport Bumdes ini, agar kopinya dikenal. Saya yakin Doro ini luar biasa, durian, kopi, semuanya ada,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtaruddin Ashraff Abu (Ashraff) yang hadir mendampingi Bupati mengatakan pihaknya berharap durian Pungangan bisa terkenal sampai keluar daerah, nasional bahkan internasional. “Kabupaten Pekalongan salah satu penghasil durian yang paling banyak di Indonesia. Saya sebagai ketua Dekranasda sangat berharap, kita jangan asal jual durian, tapi kalau bisa kita jual sampai keluar. Jangan hanya fokus di kabupaten Pekalongan, tapi kita perkenalkan durian ini sampai tingkat internasional bahkan sampai Asia,” kata Ashraff.
Senada dengan Bupati, Ashraff juga berharap acara seperti Festival Durian Lolong bisa tetap diadakan tiap tahunnya karena dengan acara seperti ini berarti memberi peluang bagi para petani durian untuk memperkenalkan hasil duriannya secara luas.
Ashraff juga menyarankan warga Pungangan lebih kreatif dengan mengolah durian menjadi produk makanan lainnya. “Saya sarankan, kita cari ide, kita produksi dan bisa kita jual keluar dalam bentuk selain dari buahnya. Mungkin kita bikin kue, dodol atau sesuatu yang unik supaya durian kita ini bisa terkenal dan produk dari durian ini bisa kita jual sampai keluar. Saya harap dengan terkenalnya durian Doro, orang dari luar akan datang untuk mencari durian kita. Kalau kita sudah siap saya yakin pihak pemerintah akan bantu promosikan durian kita sampai keluar,”pungkasnya
Kepala desa Pungangan, Abdurrahman menjelaskan terselenggaranya acara selamatan dan syukuran durian di desa Pungangan Kecamatan Doro ini merupakan kerjasama petani dan seluruh masyarakat desa Pungangan. “ Harapannya hasil petani bisa dikenal luas sampai keluar desa. Selain durian, banyak potensi Desa Pungangan , salah satunya produk kopi. Acara ini sekaligus mempromosikan kopi Pungangan agar masyarakat luas juga mengetahui bahwa Pungangan juga memproduksi kopi,” tuturnya.
Acara selamatan dan syukuran durian di desa Pungangan Kecamatan Doro serta peresmian Bumdes ini dihadiri pula Camat beserta Forkompimcam Doro, anggota DPRD kabupaten Pekalognan, kepala Dinporapar, Kepala Dishub, Kepala Satpol PP, Plt PMD, Plt DKPP, perwakilan Perhutani,anggota Bapera, tokoh masyarakat/agama desa Pungangan serta tamu undangan lainnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 27 Januari 2022