KAJEN - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pekalongan secara resmi dimulai dan dicanangkan oleh Bupati Pekalongan Ibu Fadia Arafiq, S.E., M.M., pada hari Kamis, tanggal 06 Januari 2022, di SD IT Insan Mulia Kajen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Bambang Ruswanto, SKM., M.Kes dan Kasi Surveilans dan Imunisasi Casmudi, S.Kep., M.M, saat di wawancara di kantornya, Senin, 17 Januari 2021, menyebutkan, target vaksin Covid-19 anak di Kabupaten Pekalongan yakni sebanyak 92.633 anak.
Dikatakan, hingga 15 Januari 2022, capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pekalongan sesuai data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional KPCPEN sejumlah 36.731 anak (39,65%).
Vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac.“Vaksin yang diberikan baru dosis kesatu dan rencananya akan diberikan dosis kedua, dengan interval minimal 28 hari dari penyuntikan dosis kesatu,” tutur Setiawan.
Mengenai efek samping vaksin Sinovac, dijelaskan antara lain yakni ; reaksilokal (di tempat suntikan ) seperti nyeri di tempat suntikan, kemerahan, pengerasan, dan bengkak. Efek samping lainnya yakni reaksi sistemik, yang berupa demam, lemas, nyeri otot, mengantuk, pusing, sakit kepala, gatal, kesemutan, nyeri leher, mati rasa di leher, nyeri sendi, nyeri punggung, hidung tersumbat, nyeri saat menelan, batuk, flu, nyeri perut, mual, dan muntah serta syock anafilaktik. Namun, vaksin juga dapat mengakibatkan selera makan meningkat.
Jika anak mengalami keluhan tersebut, diharapkan bisa mendatangi layanan kesehatan terdekat atau berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.
“Setelah semua anak di wilayah Kabupaten Pekalongan mendapatkan vaksin covid-19, harapannya kekebalan kelompok (Herd Imunity) terbentuk dan angka kematian dan angka kesakitan anak usia 6-11 tahun yang disebabkan oleh Covid-19 dapat dicegah,” ujar Setiawan.
Kasi Surve ilans dan Imunisasi Casmudi, S.Kep., M.M ,menambahkan, bagi anak yang sudah divaksin, bisa menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk mengakses sertifikat vaksinnya.*) Siti Kholidah SS, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab. Pekalongan
Senin, 17 Januari 2022
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai 1 Januari 2022 memberikan bantuan biaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Kebijakan tersebut diambil oleh Pemkab Pekalongan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
KAJEN – Setelah menanti beberapa waktu, akhirnya Gedung Baru Pelayanan UPTD Puskesmas Doro 2 telah jadi dan diresmikan pada hari ini, Kamis (13/1/2022) pagi, oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M.
Dalam sambutan pada peresmian tersebut, Bupati Fadia menyampaikan bahwa fungsi dari Puskesmas Doro 2 harus jauh lebih megah daripada gedungnya yang telah berdiri kokoh saat ini.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengaku sangat senang dan bangga atas hasil kreasi dari para peserta jemur bonsai dalam acara ‘ Jemur Bonsai Kabupaten Pekalongan ’ yang diadakan di lapangan Desa Gandarum Kecamatan Kajen, Rabu (12/01/2022) siang. Bupati berharap bonsai dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan kabupaten Pekalongan. Untuk itu ia meminta Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang mendapinginya dalam pembukaan jemur bonsai ini, agar pihak Dekranasda memberikan tempat bagi bonsai dipamerkan.
KAJEN - kegiatan Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 13 Agustus – 31 Desember 2021 telah resmi ditutup. Dimana total pendapatan dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut pada tahun 2021 meningkat drastis dibandingkan tahun 2020.
Terkait dengan hal tersebut, dalam sambutannya pada acara Serah Terima Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan, yang diselenggarakan pada hari ini, Jumat (7/1/2022), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.,M, berpesan supaya dana tersebut bisa digunakan oleh PMI Kabupaten Pekalongan seefektif mungkin dan sesuai dengan prioritas, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
KAJEN - Vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 - 11 tahun tingkat Kabupaten Pekalongan dimulai. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM hadir di SD IT di wilayah Tanjungsari Kajen , Kamis (06/01) pagi, dalam rangka pencanangan sekaligus menyaksikan pemberian suntikan vaksin pertama kepada salah satu siswi sebagai tanda dimulainya kegiatan vaksinasi covid 19 pada anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - 2.112 liter minyak goreng ludes terjual dalam kegiatan operasi pasar minyak goreng yang diselenggarakan di kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pekalongan, Rabu (5/1/2022). Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan momen ini untuk membeli minyak goreng yang saat ini harganya sedang naik di kisaran 17 ribu hingga 20 ribu. Operasi pasar ini dibuka mulai pukul 09.00 wib dan selang satu jam kemudian kupon sudah ludes diserbu warga.
Pelantikan secara resmi telah dilakukan oleh pengurus Badko LPQ Provinsi Jawa Tengah yaitu Nur Fauzan Ahmad selaku sekretaris.
Dimana pada pelantikan itu, selaku Ketua Badko LPQ Kabupaten Pekalongan terpilih, Dra. Hj.Hindun, MH., mengatakan bahwa Ia bersama jajarannya optimis akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran bagi anak-anak supaya menjadi generasi penerus bangsa yang Islami dan berkualitas.
Menurut Hindun, amanah yang telah Ia bersama pihaknya terima merupakan sebuah mandat dari Allah yang harus Ia jalankan dengan sepenuh hati. Karena hal tersebut berkaitan erat dengan masa depan anak bangsa utamanya terkait penanaman nilai-nilai agama Islam.
‘’Ini merupakan amanah kita untuk berbakti di dalam mengelola TPQ dan TPA yang ada di Kabupaten Pekalongan, supaya semakin lebih baik dan berkualitas dalam hal pengelolaan lembaga maupun kualitas bagi para pendidik dalam rangka mengajarkan alquran maupun mendidik putra putri kita untuk menjadi generasi quran,’’ kata Ketua Pengurus Badko LPQ Kabupaten Pekalongan masa bakti 2022-2025 Hj. Hindun.
Dalam pelantikan tersebut, tampak hadir pula Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Subagyo, Ketua Badko LPQ Kabupaten Pekalongan Dra.Hj.Hindun, MH., dan juga seluruh pengurus Badko LPQ tingkat kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan para pengurus baru Badko LPQ Kabupaten Pekalongan masa bakti 2022-2025 yang baru saja dilantik.
Fadia mengatakan bahwa dengan dilantiknya pengurus yang baru, diharapkan anak-anak di Kabupaten Pekalongan bisa lebih cinta dan mengimplementasikan ajaran-ajaran dalam Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menjadi para penerus bangsa yang agamis dan mempunyai daya saing yang tinggi.
‘’Tentunya untuk mewujudkan harapan tersebut, pengurus bisa lebih giat lagi dalam memperhatikan para pengajar quran. Karena dengan memperhatikan mereka, maka mereka juga akan lebih giat lagi dalam mendidik anak-anak kita,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia juga menegaskan bahwa walaupun di tahun 2022 ini masih dalam situasi Covid-19, pihaknya akan tetap menganggarkan biaya untuk para pengajar quran di Kabupaten Pekalongan.‘’Saya tetap akan mempertahankan keuangan untuk Badko LPQ ini. 8000 guru TPQ di Kabupaten Pekalongan per orang tetap dapat 500 ribu. Mudah mudahan tahun depan bisa saya tambah,’’ ujarnya.
Selain itu, menutup sambutannya, Fadia juga menjelaskan bahwa di tahun 2022 ini, pemkab akan menambah perhatiannya kepada para pengajar quran, yaitu dengan memberi insentif kepada 1000 guru pesantren yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’Jadi mungkin ini yang bisa saya lakukan bersama Pemkab Pekalongan untuk bisa terus memberikan pendidikan agama yang berkualitas bagi anak-anak kita. Dan semoga kedepannya pandemi bisa segera berlalu sehingga kondisi keuangan kita jauh lebih bagus lagi, sehingga kami bisa menjangkau lebih banyak lagi para pengajar,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky, M.Ag., mengatakan bahwa tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh pengurus Badko LPQ Kabupaten Pekalongan itu tidak mudah. Sehingga optimisme dan semangat berinovasi perlu dilakukan untuk terus meningkatkan mutu lembaga dan pendidik quran di Kabupaten Pekalongan.
‘’Optimisme mari kita selalu tanamkan tentang pembelajaran alquran dengan baik. Dan saya kira bapak/ibu sudah siyap untuk itu. Selamat mengemban tugas untuk lima tahun kedepan,’’ kata Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky.
Kasiman juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mensukseskan acara pelantikan Pengurus Badko LPQ Tingkat Kabupaten Pekalongan dan Pelantikan Pengurus Badko LPQ Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan dengan sukses.
‘’Semoga pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi bisa menjadi awal semangat bagi kita semua untuk mewujudkan tujuan yang telah kita canangkan bersama,’’ tandasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 14 Januari 2022
PMKS yang dimaksud yaitu fakir miskin, gelandangan, ODGJ, orang terlantar, dan penyandang disabilitas termasuk didalamnya kasus KIPI, korban KLB, penderita penyakit infeksi emerging tertentu, persalinan yang meliputi persalinan normal, persalinan dengan tindakan, perawatan ibu dan bayi dengan komplikasi, kasus gizi buruk dan/atau stunting, korban KDRT, serta masyarakat daerah yang dirawat di kelas III RSUD dan Puskesmas Rawat Inap.
Ditemui di ruang kerjanya, dr. Ratna Susanti selaku Kabid PSDK (Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan) Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menjelaskan bahwa, bantuan ini berlaku di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) tingkat pertama milik pemerintah yaitu Puskesmas dan jaringannya, serta Fasyankes tingkat lanjutan yaitu Rumah Sakit Daerah, sedangkan Pemberi pelayanan kesehatan terhadap Penderita Covid-19 adalah fasilitas isolasi terpusat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Lebih lanjut dr. Ratna mengungkapkan, jika masyarakat harus paham bahwa bantuan ini hanya berlaku di ruang perawatan kelas III, dengan prosedur pelayanan yaitu, pada Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan, penerima bantuan datang dan mendaftarkan diri ke Puskesmas dengan menunjukkan identitas atau surat keterangan dari instansi yang berwenang, yaitu Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas yang menangani perlindungan perempuan dan anak, Kepolisian, Kecamatan dan/atau Desa.
Sedangkan Prosedur pemberian pelayanan di Rumah Sakit Daerah, yaitu penerima bantuan setelah mendapatkan pelayanan dari Fasyankes tingkat pertama dan memerlukan perawatan tingkat lanjutan bisa datang ke Rumah Sakit Daerah dengan membawa surat rujukan dari Fasyankes tingkat pertama dan persyaratan lain sesuai ketentuan, namun syarat tersebut diatas dikecualikan terhadap penerima bantuan dengan kondisi gawat darurat.
Ditambahkan oleh dr. Ratna terkait besaran bantuan biaya yang diberikan kepada masyarakat cukup besar, yaitu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya dengan menggunakan tarif Puskesmas, sedangkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah yaitu biaya pelayanan rawat darurat paling banyak sebesar Rp7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah), biaya pelayanan rawat inap dengan tindakan operasi paling banyak sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), biaya pelayanan kesehatan rawat inap tanpa tindakan operasi paling banyak sebesar Rp7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah), biaya pelayanan rawat jalan dengan tindakan paling banyak sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).
Dr Ratna berharap program bantuan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sedangkan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sudah memiliki jaminan kesehatan JKN termasuk yang membayar secara mandiri agar tetap memakai program JKN tersebut, sehingga program baru ini dapat dilaksanakan tepat sasaran. (Dian-Kominfo)
Jumat, 14 Januari 2022
Karena menurut Fadia, puskemas merupakah salah satu sarana penyokong suksesnya program kerja pemkab saat ini, dalam mewujudkan pemberian pelayanan gratis kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat Doro dan sekitarnya.
‘’Karena menurut saya, fungsinya harus sesuai dengan gedungnya, bahkan kalau bisa harus lebih dari gedungnya. Apalagi visi misi saya sebagai Bupati Pekalongan itu sudah jelas. Bahwa mulai tahun 2022 ini pelayanan kesehatan gratis sudah mulai kita canangkan. Yaitu pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang cukup menggunakan KTP saja,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya saat meresmikan gedung baru pelayanan UPTD Puskesmas Doro 2 (13/1).
Lebih jelas, Fadia menerangkan bahwa untuk memaksimalkan fungsinya dalam mendukung program kesehatan gratis tersebut, pihak dari puskesmas harus melakukan sosialisasi terkait tiga point utama kepada masyarakat.
Yang pertama adalah terkait pentingnya membuat surat rujukan dari puskesmas terdekat apabila ingin mengakses pelayanan kesehatan ke rumah sakit daerah. Karena menurut Fadia, hal ini merupakan suatu hal yang mutlak harus dilakukan.
Dan untuk edukasi yang kedua adalah perihal, apabila masyarakat sudah memiliki kartu BPJS mandiri, maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk tetap dilanjutkan jangan sampai berhenti karena ada pemberian pelayanan gratis dari pemkab.
‘’Karena kita hanya baru bisa mengcover di lingkup Kabupaten Pekalongan saja. Yaitu di RSUD Keraton, RSUD Kajen, RSUD Kesesi 1 dan seluruh puskesmas se-Kabupaten Pekalongan. Itupun untuk kelas tiga. Jadi kalau mau naik kelas pelayanan atau masuk rumah sakit swasta kalau tidak ada kartu BPJS maupun KIS kan juga sayang sekali ya,’’ jelasnya.
Sementara itu, untuk yang ketiga adalah menginformasikan kepada masyarakat bahwa pemberian kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan itu tidak pandang bulu. Artinya siapapun bisa mendapatkannya sejauh masih di lingkung rumah sakit milik pemkab dan juga puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’Jadi saya harap kesehatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan ini benar-benar bisa berjalan dengan baik. Karena kalau ini berfungsi dan bisa jalan semua dengan rancangan kita, maka untuk tingkat Jawa Tengah kita bisa menjadi pelopor inovasi pelayanan gratis ini untuk masyarakat. Walaupun ada batasan-batasannya,’’ tandasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Doro 2 dr. Imamah Muqodisah menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan seluruh pihak yang telah membantu melancarkan proses pembangunan Puskesmas Doro 2, yang menurutnya dahulu belum semegah dan sebagus seperti saat ini.
‘’Sekarang alhamdulilah dengan adanya pembangunan ini, ruangan kami sudah memenuhi standar dari Peraturan Menteri Kesehatan (PMK). Jadi Insyaallah untuk akreditasi kami bisa lebih bagus daripada sebelumnya,’’ ungkap Kepala Puskesmas Doro 2 dr, Imamah Muqodisah.
Selanjutnya, Kepala Puskesmas Doro 2 juga menjelaskan, dengan adanya pembangunan gedung baru ini, pihaknya bisa memberikan pelayanan yang lebih prima lagi kepada masyarakat yang sebeumnya belum bisa diberikan. Seperti Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, pelayanan konseling, Promkes, dan Pelayanan Klinin Berhenti Merokok, saat ini bisa dilaksanakan lebih baik lagi karena ada ruangannya sendiri-sendiri.
‘’Ada tambahan pelayanan peduli kesehatan remaja. Itu memang kan seharusnya ada ruangan khusus karena disitu ada pelayanan konseling yang perlu privasi yang awalnya bareng dengan KIA. Padahal konseling kan perlu pembicaraan yang intens dengan petugas,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 13 Januari 2022
“ Bonsai ini cantik, luar biasa. Saya minta ketua Dekranasda untuk memberikan tempat agar bonsai bisa dipamerkan. Jadi bisa pameran tiap hari dan tamu yang berkunjung ke kabupaten Pekalongan akan kita bawa kesana sehingga kalau mereka menyukai bisamembelinya. Dan disitu juga ada batik dan keunggulan lain yang dimiliki kabupaten Pekalongan. Jadi akhirnya teman-teman keluarga besar bonsai akan lebih bisa mengembangkan bonsainya dan bisa dikenal sampai ke daerah lain,” paparnya.
Selain dipamerkan lewat bantuan Dekranasda, Bupati juga mengatakan bonsai ini akan diperkenalkan juga lewat website kabupaten. “ Atas nama pemkab, saya sangat mendukung dan nanti saya minta bonsai dimasukkan ke website kabupaten bahwa kita juga punya produk bonsai yang tidak kalah hebatnya dengan daerah lain, “ ujarnya.
Melalui kegiatan jemur bonsai di lapangan desa Gandarum kali ini Bupati juga berharap kegiatan ini bukan yang pertama tapi terus berlanjut dan akan lebih baik apabila dibuat komunitas yang berbadan hukum sehingga Pemkab akan lebih mudah membantu.
Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan,Mukhtaruddin Ashraff Abu dalam kesempatan tersebut juga mengakui keunikan dari tanaman bonsai ini. “Setelah saya melihat secara langsung disini , ternyata bonsai benar-benar cantik dan lucu. Bonsai sesuatu yang unik, luar biasa dan tidak semua orang bisa menanam bonsai,” tutur Ashraff.
Ashraff mengatakan setelah kegiatan ini pihaknya akan meninjau lokasi penanaman bonsai dan ia berharap dekranasda bisa memberi bantuan. Selain itu AShraff juga berharap acara seperti ini bisa rutin diadakan. “Kepada panitia jemur bonsai, mungkin ini pertama kali di kabupaten Pekalongan, tapi jangan jadikan ini pertama dan terakhir. kita harus jadikan ini sebagai permulaan. Dan mudah-mudahan tiap tahun kita buat acara seperti ini. Saya sangat dukung penuh,” ucapnya.
Ditambahkan, untuk meramaikan kegiatan semacam ini pihaknya akan mengundang komunitas bonsai dari luar kabupaten Pekalongan untuk bergabung. Karena menurutnya dengan acara seperti ini bisa memperkenalkan kabupaten Pekalongan khususnya Kajen kepada masyarakat secara luas. Dan Ashraff pun berharap bonsai menjadi satu icon kecamatan Kajen. “ Mudah-mudahan acara ini sukses dan diadakan tiap tahun di Kajen. Dan di kecamatan lain juga bisa diadakan,”pungkas Ashraff.
Sementara itu Ketua Panitia Jemur Bonsai Kabupaten Pekalongan, Saefudin, dalam laporannya mengatakan pihaknya sebagai salah satu kelompok bonsai di kabupaten Pekalongan dengan nama Bonsai Rumah Kita (Borkit), ingin menyatukan semua komunitas bonsai yang ada di kabupaten Pekalongan. “ Borkit mewakili semua komunitas di kabupaten Pekalongan ,kurang lebih ada 15 komunitas bonsai, sementara ini masih berjalan sendiri-sendiri sehingga kami dengan teman-teman berinisiatif dengan gebyar jemur bonsai ini, ingin menyatukan semua komunitas bonsai yang ada di kabupaten Pekalongan sehingga nanti perbonsaian di kabupaten Pekalongan semakin maju dan baik sehingga bisa mengangkat kabupaten Pekalongan,” terang Saefudin.
Dilaporkan juga peserta jemur bonsai di Gandarum sampai hari ini kurang lebih 450 pohon dari 20 komunitas bonsai s- kabupaten Pekalongan Batang dan Pemalang. Bonsai meliputi penanam ,pembuat pot dan pembuat pupuk. Kegiatan jemur bonsai dilaksanakan dari tanggal 10 sampai dengan 15 januari 2022 “ Setelah kegiatan jemur bonsai, berikutnya akan meningkat menuju ke pameran, baik provinsi maupun tingkat nasional,” imbuhnya.
Kegiatan jemur Bonsai Kabupaten Pekalongan di lapangan desa Gandarum dihadiri pula Plt. Asisten ekonomi dan pembangunan Drs.Ali Riza M.Si, Camat beserta muspika Kajen, danramil, kapolsek Kajen, kades Gandarum,anggota Bapera, Lindu Aji, ibu-ibu PKK dan Pertiwi Bapera, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang serta kelompok bonsai se-kabupaten Pekalongan. (Dian-Kominfo)
Rabu, 12 Januari 2022
‘’Gunakan uang sesuai prioritas kegiatan, dan di Januari ini mudah-mudahan Pekalongan tidak ada bencana apapun. Karena jika terjadi bencana, seperti biasa PMI harus jadi garda terdepan apabila terjadi bencana,’’kata Bupati Pekalongan saat hadir dalam acara Serah Terima hasil penggalangan Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, di RR Bupati.
Menurut Fadia, walaupun kegiatan Bulan Dana PMI tersebut bersifat tidak memaksa, namun diharapkan kedepannya panitia bisa lebih meningkatkan lagi pengamatan tehadap potensi-potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan sebagai sasaran pendapatan Bulan Dana PMI di Tahun 2022. Sehingga peningkatan bisa bisa terus berlanjut.
‘’Tetap cari potensi-potensi untuk mendapatkan dana sebagai pembiayaan kegiatan PMI yang implementasinya juga untuk masyarakat. Apalagi di masa pandemi saat ini, dana semacam ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat,’’ ungkapnya.
Tidak lupa, dalam sambutannya itu Bupati Fadia juga mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 yaitu Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, yang menurutnya telah berhasil mensukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga bisa meningkatkan jumlah dana yang masuk.
‘’Dari perinciannya dan segalanya ini merupakan hal yang luar biasa, ini sudah melebihi tahun 2020, sekarang 1 milyar lebih. Untuk itu saya sangat mengapresiasi Pak Kapolres selaku ketua panitia sehingga pendapatan tahun 2021 bisa meningkat,’’ pungkasnya.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, selaku Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2021. Bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk
menggalang dana dan menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Program Kerja PMI dan Pelayanan Kepalangmerahan Tahun 2022.
Adapun terkait dengan peningkatan pendapatan pada Bulan Dana PMI Tahun 2021 yang lebih besar dari tahun sebelumnya, menurut AKBP Arief Fajar Satria dikarenakan oleh tingkat kepedulian masyarakat yang meningkat dan jumlah sasaran yang bertambah banyak dari berbagai kalangan dibanding tahun sebelumnya.
‘’Hasil Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 sebesar Rp1.108.628.750 dengan sasarannya yaitu masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, pelayanan publik, badan usaha dan organisasi profesi, Aparatur Negara dan Wakil Rakyat. Sasaran ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2020 yang hanya Aparatur Sipil Negara saja, sehingga pendapatan totalnya pun berbeda,’’ ungkap Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 AKBP Arief Fajar Satria.
Selain itu, pada kesempatan itu AKBP Arief juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan bulan dana tersebut. ‘’ Pada kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Fadia selaku Bupati Pekalongan dan jajarannya atas dukungannya, serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan sehingga acara Bulan Dana PMI Tahun 2021 bisa berjalan lancar,’’ tandasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 7 Januari 2022
Acara yang mengangkat tema ‘’LVRI bersama Kekuatan Nasional Lainnya Siap Mendukung dan Mengamankan Pembangunan Nasional Terutama dalam Menanggulangi Pandemi Covid-19’’ tersebut., dijadikan momentum oleh Pemkab Pekalongan dan LVRI untuk saling bersinergi menghilangkan Covid-19 dari Kabupaten Pekalongan supaya kehidupan bisa normal kembali.
Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dalam sambutannya, bahwa di masa pandemi Covid-19 ini hampir semua sektor itu terdampak secara drastis. Untuk itu, Fadia berharap pada momentum Peringatan HUT Ke-65 LVRI ini, bisa dijadikan wadah untuk saling berdiskusi mengupayakan supaya pandemi Covid-19 bisa segera berlalu.
‘’Selaras dengan tema peringatan HUT Ke-65 LVRI tahun ini, Pemerintah mengharapkan bantuan dari berbagai pihak termasuk LVRI untuk bersama-sama berjuang mengusir pandemi Covid-19 agar segera berlalu dari Bangsa Indonesia,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia menegaskan, bahwa salah satu upaya maksimal yang harus didorong dari berbagai pihak adalah vaksinasi Covid-19 supaya terus digencarakan. Karena menurutnya, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah masuk zona hijau dan berada di level 1 PPKM, namun jangan sampai lengah, dan tetap lakukan vaksinasi serta patuhi protokol kesehatan.
‘’Perjuangan dahulu berbeda dengan perjuangan jaman sekarang, dulu Veteran berjuang dengan mengangkat senjata melawan penjajah, sekarang berjuang dengan ikut mendukung pelaksanaan program-program Pemerintah termasuk diantaranya membantu pemerintah dalam program Vaksin dan selalu untuk tetap menjaga 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Memakai Masker),’’ungkap Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua LVRI Pekalongan Letkol Purnawirawan L.S Tambunan mengatakan bahwa di momentum Peringatan HUT Ke-65 LVRI ini bisa dijadikan momentum untuk bersinergi dengan beberapa pihak untuk mengentaskan permasalahan yang saat ini menjadi tantangan bansa Indonesia yaitu Covid-19, juga wadah untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan perang.
‘’ Di Peringatan HUT Ke-65 LVRI ini harus kita jadikan untuk introspeksi dan evaluasi supaya bisa lebih memberikan kekuatan kita dalam mengelola organisasi untuk menghadapi masalah yang timbul di negeri ini,’’ ucap Ketua LVRI Pekalongan Letkol Purnawirawan L.S Sambas.
Selain itu, Ketua LVRI Pekalongan juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan seluruh pihak yang telah membantu menyelenggarakan acara tersebut dengan sangat baik.
‘’Peringati 65 tahun ini secara sederhana dalam situasi pandemi Covid-19. Acara pokoknya adalah kita akan lakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan acara syukuran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan tidak lupa atas nama LVRI kami ucapkan kepada Pemkab Pekalongan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 6 Januari 2022
Bupati Fadia mengatakan vaksinasi anak ini merupakan bagian dari upaya maksimal dalam percepatan penanganan covid 19. “Alhamdulilah hari ini kita memasuki vaksinasi untuk anak 6 – 11 tahun. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar, dan anak-anak maupun orang tuanya paham pentingnya vaksin untuk kesehatan anak-anak. Dengan vaksin ini, kita melindungi anak agar anak bisa sehat total dan terhindar dari virus covid 19,” ungkapnya.
Mengingat penerima vaksin adalah anak-anak, Bupati berpesan kepada para tenaga kesehatan (nakes) agar sabar dalam menjalankan tugasnya. “ Saya pesan kepada nakes, agar vaksinasi anak ini berjalan dengan lancar dan ekstra sabar , yang penting bisa mencapai target dan anak di kabupaten Pekalongan sehat semua,” tutur Fadia.
Dalam kesempatan ini Bupati sekaligus menyampaikan bahwa kabupaten Pekalongan saat ini berada di level I. “Saat ini kabupaten Pekalongan sudah masuk level I. Artinya ini kerjasama yang hebat antara seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan , para nakes yang tanpa lelah, dari unsur TNI/Polri, keluarga besar Pemda kabupaten Pekalongan yang selalu siap, sehingga kita bisa masuk ke level I,” ucap Bupati Fadia.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro (Wawan) dalam laporannya menyampaikan rangkaian kegiatan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 – 11 tahun tingkat kabupaten Pekalongan dilaksanakan serentak se-kabupaten Pekalongan, dimulai pada hari Kamis , 6 Januari 2022. Tujuannya untuk memberikan kekebalan secara menyeluruh kepada seluruh warga kabupaten Pekalongan khususnya anak sekolah ,mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), meminimalisir penularan covid di sekolah dan satuan pendidikan.
“ Kegiatan yang dilaksanakan adalah Rakor tingkat Kabupaten, Rakor tingkat kecamatan , sosialisasi terhadap orang tua murid, kemudian pelaksanaan pada tanggal 6 Januari 2022 serentak di seluruh kabupaten Pekalongan. Jumlah sasaran ada 92.633 anak usia 6 -11 tahun,” terang Wawan.
Wawan menambahkan, logistik vaksin yang tersedia sebanyak 60 ribu vaksin dan stoknya sudah tersedia bersama logistik yang dibantu dari TNI/Polri.
Pencanangan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 – 11 tahun tingkat kabupaten Pekalongan dihadiri pula Sekda M Yulian Akbar S.sos,.M.Si , Wakil Ketua DPRD, wakil forkopimda , para kepala OPD terkait, serta camat dan Forkopimcam Kajen. (Dian-Kominfo)
Kamis, 6 Januari 2022
Kepala Dinperindagkop-UKM Kabupaten Pekalongan Ir. Hurip Budi Riyantini mengatakan, setiap warga yang ingin membeli minyak goreng ini dibatasi maksimal 2 liter. Operasi pasar ini adalah tahap pertama dengan kuota 2.112 liter minyak goreng. " Harga minyak goreng di pasaran berkisar Rp 18-19 ribu per liter. Namun, kami menjual seharga Rp 14 ribu per liter. Tadinya kita mendapat kuota 1.200 liter, namun ada tambahan menjadi 2.112 liter," katanya.
Hurip menambahkan, jika masih ada stok, nanti akan dilanjutkan operasi pasar di tempat lain. “Saya berharap dengan adanya operasi pasar ini bisa membantu meringankan masyarakat. Terutama komoditas minyak goreng yang saat ini memang naik,” lanjutnya.
Sementara itu, Yanti (50) warga Gejlik Kajen menuturkan harga minyak goreng sudah mulai naik sejak menjelang Natal dan sampai sekarang sudah mencapai Rp.20 ribu per liter. Yanti berharap operasi pasar semacam ini bisa diadakan kembali. “Operasi pasar ini kalau bisa sering diadakan, karena sangat membantu sekali terhadap ekonomi masyarakat, apalagi saat ini harga sembako banyak yang naik seperti minyak goreng. Saya berharap harga-harga bisa kembali normal kembali,” pintanya.(Dian-Kominfo)
Kamis, 6 Januari 2022