PEMKAB PEKALONGAN DAN UNIKAL TEKEN MOU PENYELENGGARAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

KAJEN  - Bersamaan dengan kegiatan wisuda ke-52 Universitas Pekalongan (Unikal), Pemkab Pekalongan dan Unikal melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Rektor Unikal Suryani, SH.,M.Hum, di Sahid Convention Center Kota Pekalongan, Sabtu (14/3/2020) pagi.
Bupati dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati, sambil berharap semoga ilmunya akan bermanfaat bagi masyarakat. “Unikal ini adalah universitas yang memberkahi. Hal ini bisa dilihat banyak tokoh baik nasional, regional, maupun lokal yang sudah terbukti manfaatnya untuk membangun daerah. Semua itu karena didikan dan integritas Rektor Unikal beserta jajaran,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa. Hal ini perlu dikelola dan salah satunya faktor penentu pengelolaan kelembagaan yang baik adalah sumber daya manusia. Menurutnya, salah satu pilar dari sekian sumber daya manusia yang memadai di Kabupaten Pekalongan adalah Universitas Pekalongan.
“Jadi kalau nanti ada tes CPNS adik-adik silahkan ikut untuk menjadi bagian dari kita semua untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Ayo bersama-sama dengan kami untuk mewujudkan amanah tri dharma perguruan tinggi yaitu kita semua untuk menjadi orang yang lebih berguna dengan ilmu yang telah kita terima dari para dosen di perguruan tinggi,” terang Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ilmu itu semakin baik dan semakin berkembang ketika kita amalkan. Sebaliknya ilmu itu akan semakin surut, semakin tidak ada artinya apabila kita hanya simpan saja. “Tidak usah berpikir ilmu yang kita miliki sedikit, itu tidak perlu. Tugas kalian sekarang adalah mengamalkan ilmu agar barokah, apalagi kalau mengamalkannya di Kabupaten masing-masing tentu akan lebih barokah dan hal itu dibutuhkan oleh saudara-saudara kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menginformasikan terkait capaian pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Dijelaskan, sejak 2016 hingga tahun 2020 pembangunan yang sedang dan akan kita laksanakan ini mencapai hasil yang membanggakan. Ini semua karena dukungan penuh dari perguruan tinggi seperti Unikal.
“Capaian penurunan angka kemiskinan dari 12,98 pada tahun 2016, sekarang alhamdulillah sudah turun menjadi single digit yakni di angka 9,71. Kemudian angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada saat ini walaupun situasinya tidak menentu kita masih tumbuh di angka 5,8. Mohon maaf, angka ini lebih tinggi dibanding dengan tingkat nasional, tingkat regional Jawa Tengah dan Kota Pekalongan,” papar Bupati.
Bupati Asip memaparkan, Pemkab Pekalongan saat ini sedang mengembangkan investasi untuk mendukung penyerapan tenaga kerja. Ia menyadari bahwa banyak berdirinya perguruan tinggi dan sekolah-sekolah kejuruan di Kabupaten Pekalongan adalah tantangan untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.
“Hari ini sedang kita rancang, sudah mulai dilakukan pembangunan kawasan industri yang bisa menyerap hingga dua puluh ribu tenaga kerja. Untuk itu, mohon doa dari kita semua agar hal tersebut bisa segera terwujud. Dalam situasi seperti sekarang ini pun kehadiran industri yang sedang kita rancang agar bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati Asip mengungkapkan, Kabupaten Pekalongan adalah salah satu Kabupaten yang dengan pertumbuhan UMKM sangat besar yakni sejumlah 43 ribu. Pihaknya menantang para lulusan Unikal untuk berwiraswasta. Karena, menurutnya, disamping ilmu yang sudah kita miliki, watak asli orang Pekalongan adalah berwiraswasta atau berdagang. Untuk itu, gunakan kesempatan untuk berwiraswasta.
“Kami membuka UMKM Center di Wonopringgo, kami juga membuka pelatihan-pelatihan UMKM dengan pemasaran dan lainnya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi,” tutur Bupati.
“Saya mengundang adik-adik lulusan Unikal, dengan ilmu yang sudah didapat untuk digunakan untuk menata alam Kabupaten Pekalongan yang eksotik. Kita memiliki 25 destinasi wisata baru. Ada Petungkriyono dengan berbagai wisata alamnya, ada Lemahabang Kecamatan Doro dengan Columnar Joint (Watu Bahan), ada batu yang paling besar dengan luas 2 hektar di Kandangserang yaitu Watu Ireng, dan potensi-potensi yang lain. Alhamdulillah sekarang sudah bergerak dan sudah mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ilmu adik-adik ini sangat penting bagi pengembangan di destinasi-destinasi wisata tersebut,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…