MOMENTUM PENGAJIAN SEHATKAN JIWA DITENGAH PANDEMI COVID19

KAJEN – Kabupaten  Pekalongan, khususnya Wiradesa punya sejarah tersendiri khususnya bagi  Muhammadiyah.  Pada tahun 1972 di Wiradesa menjadi  tempat diselenggarakannya muktamar Muhammadiyah.  Ini  menunjukkan bahwa eksistensi keberadaan persarikatan Muhammadiyah di  kabupaten Pekalongan  sangat  dipertimbangkan  di kancah perkembangan Muhamadiyah national.  Demikian dikatakan Bupati Pekalongan  KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si saat mengisi acara pengajian  patlikuran /silaturahim warga Muhammadiyah sekaligus penyerahan  hibah dan bansos  di masjid Sabilurahman desa Kauman Wiradesa pada Rabu ( 24/06) malam. Melalui pengajian ini Pemkab mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, pemikiran, dukungan dari segenap persarikatan Muhammadiyah di Pekalongan  ini terhadap  jalannya kebijakan-kebijakan  pemerintah”, ucap bupati  mengawali sambutannya.

Berkaitan dengan kebijakan pemkab menyikapi pandemi covid19 , Bupati menuturkan pemkab sudah ikhtiar lahir batin agar musibah ini tidak sampai menjadikan masyarakat  ketakutan dan khawatir. “ Dengan situasi yang semi terbuka, kami tidak melakukan kebijakan lockdown dan PSBB , tidak melakukan PKM ( Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) semua berjalan alamiah, sesuai dengan apa yang dikehendaki  masyarakat  tapi  tentu saja ada koridor yang harus ditaati bersama”, ujarnya

Pada saat  kabupaten  Pekalongan  dinyatakan sebagai  zona mera,  pemkab mengeluarkan maklumat agar seluruh pusat kegiatan ibadah tidak hanya umat Islam, melakukan penutupan sementara.  Kemdan perkembangan berikutnya progress report laporan dari  pemerintah pusat, pada minggu ke-23, karena ini bersifat fluktuatif, kondisi kabupaten  Pekalongan  semakin baik. Pada  minggu ke-23 Kabupaten  Pekalongan dinyatakan sebagai  zona hijau. Oleh karena  itu kegiatan-kegiatan  sosial keagamaan, kegiatan ekonomi, kegiatan  yang berkaitan dengan kerumunan masyarakat  pelan-pelan  dibuka tapi  dengan  syarat prosedur protocol kesehatan. Hal ini menurut  bupati Karena  dua alasan medis. Pertama, tidak ada satupun ahli epidemologi yang bisa memprediksi kapan covid19 ini akan hilang.  Kedua,  sampai hari ini belum ada satu vaksinpun yang standar yang sudah disepakati oleh WHO menjadi  obat. Menyikapi hal tersebut pemkab  sudah mengeluarkan edaran kepada masyarakat  untuk memulai  pengajian-pengajian , tapi  tetap menaati  protocol kesehatan demi  kebaikan  semua.

Buapti juga memaparkan Pemkab mengikuti petunjuk dari  pemerintah  pusat dan pemprov tentunya disesuaikan dengan kondisi  masyarakat  kabupaten Pekalongan . Secara  komulatif, posisi kabupaten  Pekalongan  tergolong baik. Masih nomor tiga terbawah Jateng. Hari ini, yang positif corona bertambah, dari  jumlah 9 bertahan beberapa minggu, kini tambah 3 orang  sehingga jumlahnya menjadi 12 orang. Dari  12 positif tersebut, 5 orang sudah sehat.

Seluruh warga masyarakat  kabupaten Pekalongan  walaupun dalam situasi wabah seperti  saat ini, tetap sehat lahir batin berkat doa para kyai, ikhtiar lahir, termasuk gugus  tugas yang dibentuk Muhammadiyah dan ormas lain , pemuda masjid, semua bergerak  membantu  sehingga hasilnya secara  komulatif kabupaten  Pekalongan masih baik, dibanding daerah lain yang melakukan proses PSBB, lockdown maupun PKM. “ Terlihat di kabupaten Pekalongan  pasar, toko, warung  masih ramai, kita jaga diri masing-masing  agar keadaan kita semakin baik.  Melalui pengajian ini monggo silahkan mulai malam ini njenengan ngaos. Dalam masa covid ini  standar WHO hanya menyelamatkan raga atau badan  saja. Melalui momentum ini mari kita bangun jiwa kita, kita sehatkan badan kita sehingga  Insyaalloh menjadi  insan kamil, bertakwa kepada Alloh SWT, sehat jiwa dan raganya sekaligus memberikan manfaat kepada sesama,” harap Bupati.  

Sementara itu  H. Nadhim selaku pengurus masjid mengungkapkan sejak berdirinya masjid Sabilurahman  sudah banyak kegiatan anak muda. Sebelum adanya pandemi covid19, setiaphati  jum’at ada sodaqoh  nasi bungkus tidak kurang dari 400 bungkus. Namun sejak adanya covid19  kegiatan  tersebut  dihentikan, diganti sodakoh penguatan pangan berupa  sembako tidak kurang dari  700 kg beras. Sedang pendistribusiannya dibantu para pemuda jamaah masjid.

Pada kesempatan  tersebut dibagikan hibah , antara lain PD. Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 1 Milyar, masjid Al hikmah desa Pangkah Karangdadap sebesar Rp.100.000.000,-, pembangunan panti  asuhan yatim putri Aisyiyah Pekajangan Pekalongan sebesar Rp. 143.000.000,-. Sedangkan bansos kepada panti asuhan MPPKM PCM Muhammadiyah Wonopringgo dengan nominal Rp. 7.200.000,-, panti asuhan yatim putra putri Muhammadiyah Kajen senilai Rp. 22.000.000,-, panti asuhan anak yatim la Tahzan Muhammadiyah cabang Pencongan Wiradesa senilai Rp. 16.600.000,- Bansos saat ini masih dalam proses ( Humas Kominfo )

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…