MONITORING DESA , BUPATI PAPARKAN ASPEK PENTING PEMBANGUNAN

MONITORING DESA , BUPATI PAPARKAN ASPEK PENTING PEMBANGUNAN

KAJEN – Melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan, Bupati berkesempatan mengunjungi Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap, pada siang ini Jumat (3/7/2020).

Pada kesempatan ini Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Totok Budi Mulyanto,Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A PPKB M.Afif,Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto dan Kepala Dinas Perkim LH Trinanto.

Dalam kunjungannya yang bertujuan untuk melakukan cek langsung kondisi pembangunan di Desa Kebonsari , Bupati Asip juga berkesempatan memaparkan aspek penting pembangunan daerah yang menurutnya itu bersumber dari potensi desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan.

‘’ Kami hadir kesini untuk silaturahmi ke Desa Kebonsari Karangdadap sekaligus untuk monitoring pelaksanaan pembangunan desa yang alhamdulilah di Desa Kebonsari ini tergolong lancar. Hanya saja apa-apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah akan kami jalankan,’’ Kata Bupati Asip.

Aspek lain sebagai pendorong kemajuan suatu daerah yang pertama adalah aspek pendidikan. Menurutnya, pendidikan di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah bagus, mulai dari tingkat SD,SMP,SMA dan Perguruan Tinggi. Hal itu dibuktikan dengan telah berdirinya tujuh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kabupaten Pekalongan.

‘’ Seperti pendidikan itu kita sekarang setidaknya sudah ada 7 perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dan berdasarkan data, rata-rata anak-anak di Kabupaten Pekalongan itu ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan ini sangat bagus,’’ Ujarnya.

Aspek selanjutnya adalah ekonomi. Dijelaskan oleh bupati Asip bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kebonsari adalah sebagai pengrajin batik. Dan ini selaras dengan Kabupaten Pekalongan sebagai daerah industri penghasil sandang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah memberikan dukunganya dengan melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti pasar,akses jalan raya,masjid dan sarana publik lainya yang dapat meningkatkan nilai perekonomian masyarakat.

‘’ masyarakat di Desa Kebonsari basis mata pencaharianya disamping ada sawah, ini juga ada batik yang sudah ada sejak dahulu. Dan Kabupaten Pekalongan sendiri secara keseluruhan juga merupakan daerah produksi sandang.Dan untuk mendukung sarana itu kita membangun pasar Kedungwuni yang cukup besar dan yang lain seperti pasar di Bligo,Pekajangan,pasar Doro,pasar Sragi,kemudian InsyaAllah kita akan membangun pasar Wiradesa,’’ jelas Bupati Asip.

Selanjutnya Bupati Asip juga berpesan kepada masyarakat, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah berzona hijau, masyarakat diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan. Menurutnya, ini dilakukan untuk mencegak cluster kedua penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.

‘’Saya berpesan kepada masyarakat yang akan melakukan aktivitas untuk tetap menggunakan masker,terus rajin cuci tangan dan tetap jaga jarak. Itu merupakan ikhtiar untuk mengurangi angka penularan virus Covid-19,’’ Pesan Bupati Asip.
(Lus kominfo)

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…