KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA KUATKAN ODHA

KAJEN - Dalam rangka menekan jalannya epidemi HIV dan AIDS di Kabupaten Pekalongan serta mencegah penyebarannya ke masyarakat umum, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara pertemuan kelompok dukungan sebaya ‘Kajen Peduli’ di Aula Dinas Kesehatan pada Senin (10/08) pagi.
 
Wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku ketua pelaksana komisi penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa epidemi HIV & AIDS di Kabupaten Pekalongan 2005 s.d. Juni 2020, seperti dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebanyak 447 kasus, dengan rincian : HIV 239 kasus, AIDS 208 kasus dan 230 kasus diantaranya sudah meninggal dunia. Sementara distribusi kasus HIV & AIDS di Kabupaten Pekalongan berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan bahwa Ibu Rumah Tangga (IRT) masih berada pada posisi pertama dan kemudian disusul oleh Wiraswasta. Hal ini menunjukkan bahwa epidemi HIV & AIDS mulai memasuki pada masyarakat umum. Untuk itu perlu upaya dan peran proaktif dari pemerintah maupun masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV & AIDS.
 
" Perlu dipahami bersama bahwa program penanggulangan HIV dan AIDS harus dilakukan terpadu oleh berbagai komponen dengan program pemberdayaan masyarakat, dari kelompok ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) itu sendiri. Sehingga pada tanggal 11 Juli 2017 bertempat di Gedung Pertemuan KORPRI Kabupaten Pekalongan dibentuklah Kelompok Dukungan Sebaya ‘Kajen Peduli’, " paparnya.
 
Dimasa seperti saat ini, menurut Arini, ditengah pandemi Covid-19 pasien ODHA adalah salah satu yang termasuk dalam kategori beresiko tinggi sehingga pihaknya berharap untuk tetap saling menjaga agar tidak terinfeksi Corona Virus dengan cara selalu menggunakan masker jika berpergian keluar rumah, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, dan membiasakan untuk sering cuci tangan dengan sabun.
 
Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan maupun Rumah Sakit yang melayani pengobatan pasien HIV di Kabupaten Pekalongan,  Arini berharap agar dapat selalu memastikan ketersediaan obat ARV bagi pasien HIV di pelayanan kesehatan yang ada. Sehingga pasien HIV tetap patuh minum obat dan tidak perlu untuk sering-sering mengambil obat di Rumah Sakit. “Saya merasakan masih tingginya stigma masyarakat terhadap ODHA. Juga masih ada diskriminasi terhadap mereka dalam mendapatkan pelayanan. Ke depan perlu dibangun cara pandang masyarakat yang bernilai positif,” tegasnya. ( Ar-Kominfo)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…