HADIRI PENGAJIAN JUMAT KLIWON, BUPATI ASIP : NGAJI ITU HAL YANG SANGAT PENTING

KAJEN – Berkesempatan hadir dalam acara Pengajian Jum'at Kliwon yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada pagi ini, Jumat (11/9/2020), Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si, paparkan arti pentingnya ngaji bagi setiap individu. Menurutnya ngaji sangatlah penting sebagai suatu kontrol diri untuk selalu mengingatkan bahwa hidup manusia itu akan ada akhirnya yaitu kematian. Jadi, setiap individu harus menjalankannya. ‘’Oleh karena itu momentum pengajian dimanapun kita berada menurut saya sangat penting, hanya saja kita ini kadang-kadang sering mengabaikan,’’ tuturnya.

Selain itu, dengan mengaji juga akan meningkatkan nilai spiritualitas diri apalagi di tengah pandemi yang masih berlangsung saat ini, harusnya ngaji dapat dijadikan sebuah rutinitas untuk memohon kepada yang kuasa supaya kondisi saat ini bisa cepat membaik. Dan mengajipun, lanjutnya, tidak boleh dengan sembarang orang harus dengan kyai atau ulama yang benar-benar ahli dan terstandarisasi supaya ilmu yang diperoleh juga tidak melenceng dari kaidah agama.

Karena menurutnya, agama merupakan sebuah wahyu atau karunia dari Allah Swt yang tidak bisa asal diinterpretasikan sendiri oleh individu, harus benar-benar terstandarisasi, karena hakikatnya belajar agama itu harus sambung-menyambung supaya jelas pertanggungjawabannya. ‘’Agama itu sesuatu yang asli dan merupakan sebuah wahyu, jadi tidak bisa diinterpretasi menggunakan pendekatan takliyah (sendiri) kecuali kita sudah pada tahapan seperti kyai dan para ulama.Jadi sekali lagi milih gurupun kita harus berhati-hati,’’ jelasnya.

Bupati Asip juga mejelaskan bahwa syarat menjadi orang yang berhasil dalam mendapatkan ilmu adalah orang yang berproses dan sabar untuk mendapatkanya, karena untuk mendapatkan sesuatu itu tidak ada yang instan. Apalagi terkait dengan ilmu agama yang benar-benar sudah ada ketentuannya. Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa ngaji merupakan sebuah keseimbangan dan bisa menjawab tantangan jaman, utamanya untuk para generasi penerus. Jadi tidak hanya pendidikan formal saja yang jalan, melainkan spiritualitasnya juga jalan, sehingga keseimbangan hidup sebagai manusia akan lebih mudah digapai. ‘’Syarat kita berhasil menjadi orang yang berilmu adalah ketika kita mempunyai tenggang masa yang tidak sebentar dan itupun belum tentu bisa sepenuhnya berhasil,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan ini Bupati Asip juga berpesan kepada seuluruh jamaah untuk tetap menjaga dan meningkatkan spiritualitasnya supaya bisa mencapai kedamaian hidup. ‘’Tetap jaga ngajinya, ibadahnya jangan sampai terlupakan, karena manuisa itu tidak akan bertahan terus, pasti ada hari akhir,’’ pesannya. Pengajian Jum’at Kliwon kali ini menghadirkan pembicara Dr. KH. Sam’ani Sya’roni M.,Ag dari Buaran dan diikuti para ASN di lingkungan pemkab. ( Lus-Kominfo ) 

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…