BUPATI ASIP : NAHDHATUL ULAMA (NU) WUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si membuka secara resmi acara pelantikan dan musyawaroh kerja MWC NU Kecamatan Bojong masa khidmat 2020-2025, Minggu (13/09) di Desa Kalipancur Kecamatan Bojong. Acara ini dihadiri pula oleh H. Bisri Romli (Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB) , Pengurus Cabang NU, KH M. Tikror dan KH Asyir Su’bi, Camat Bojong beserta muspika Bojong, serta Ketua Rois Syuriyah dan ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Pekalongan .

Dalam sambutannya Bupati Asip menerangkan salah satu tujuan didirikannya Jam’iyyah Nahdhatul Ulama (NU) adalah sama dengan didirikannya negara, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya sebelum NU, lahir kelompok kajian-kajian yang bersifat kebangsaan. “ Kelompok kajian strategis inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya Jam’iyyah Nahdhatul Ulama pada tahun 1926 yang diprakarsai oleh KH Hasyim Ashari. Artinya, untuk mendirikan sebuah organisasi besar, seperti organisasi terbesar di dunia, organisasi Islam terbesar di dunia adalah NU, “ terangnya.

Menurut data dari Kementrian Pertahanan Malaysia, lanjut Bupati, jumlah warga NU diperkirakan 100 juta. Ini artinya hampir 50% lebih penduduk Indonesia adalah berpaham Ahlussunah waljamaah bahkan organisasi terbesar di dunia. Adapun tujuan didirikannya NU, menurut Bupati, secara sosial politik ekonomi nasionalisme sama persis dengan tujuan didirikannya negara. “ Oleh karena itu struktur organisasi Pengurus Besar Nahdhatul Ulama ( PBNU) juga pararel dengan struktur negara. Dalam konteks ini ketika kita berbicara tentang kebijakan makro Pengurus Cabang NU kabupaten Pekalongan, maka kebijakan itupun akan ekiuvalen atau akan paralel dengan kebijakan pemkab Pekalongan, “ paparya.

“ Ketika kebijakan ini kita turunkan lagi ke tingkat bawah, ke tingkat ranting cabang yang hari ini kita resmikan, maka kebijakan itu tentu akan sama dan sebangun dengan kebijakan kewilayahan masing-masing,” lanjutnya.

Selanjutnya dikatakan pula bahwa NU punya riwayat menjadi organisasi yang face to face atau berhadapan secara frontal dengan pemerintah, bahkan NU selalu mendukung keberadaan pemerintaha dalam situasi sesulit apapun. “ Karena sadar betul bahwa agama dan pemerintah adalah bagaikan dua mata keping yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana eksistensi agama ini bisa berkembang secara baik, secara masif di tingkat masyarakat, tentu karena ditopang oleh pemerintah, “ujarnya

Dikatakan pula setiap pemimpin harus mewujudkan kemaslahatan di dunia. pemimpin yang lahir dari kalangan NU, tidak hanya berhenti untuk mewujudkan kemaslahatan dunia saja, tetapi harus bisa mewujudkan maslahat dunia untuk kepentingan maslahat akherat. Pemimpin yang lahir dari NU juga harus bertanggungjawab agar yang dipimpin mendapat jaminan selamat dunia dan akherat

Melalui musyawaroh kerja MWC ini Bupati mengajak para pengurus bersama Pemerintah membangun Bojong secara menyeluruh. “ Kalau MWC NU Bojong bareng-bareng dengan Camat, forkopincam, kita bangun Bojong untuk lebih baik lagi. Kita bangun seluruh dimensi kehidupan Bojong baik itu dimensi spiritual, pembangunan-pembangunan spiritual tidak boleh diabaikan. Karena kalau kita hanya fokus membangun sarana-sarana infrastruktural, mengabaikan pembangunan yang bersifat spiritual, ini bukan mandat dari kekuasaan yang sebenarnya,’ tegas Bupati. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…