PEMKAB TERUS UPAYAKAN PENANGGULANGAN BANJIR DAN ROB

KAJEN – Permasalahan genangan air akibat banjir yang belum tuntas di wlayah kecamatan Wonokerto dan sekitarnya terus menjadi perhatian Pemkab. Bahkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si telah meninjau langsung menyisir kecamatan Wonokerto mulai dari Api Api kemudian ke Pecakaran dan juga mengecek pompa. Dari 3 unit pompa, ada 1 pompa yang rusak namun Pemkab sudah menghubungi pihak terkait untuk dilakukan perbaikan. Pompa tesebut memompa air dari longstorage menuju ke kali Sengkarang. Longstorage ini diharapkan mampu menampung air hujan yang menggenangi pemukiman. Selain itu hari ini Pemkab juga sudah menyediakan pompa untuk membantu mengurangi genangan air yang ada di pemukiman.

Sementara untuk penataan kawasan rob daerah Wonokerto dan sekitarnya, Bupati Asip menjelaskan penataannya belum selesai. “Jadi kita awalnya konsentrasi mengatasi persoalan rob yang terjadi sejak tahun 2008. Secara teori, terjadi landsubsidence yang bisa sampai 15-20 cm per tahun. Ini harus diwaspadai, dan pemkab sudah menganjurkan agar moratorium kaitan dengan air tanah segera dilakukan. Karena ijinnya ada di Provinsi, “ujar Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/02) pagi.

Kemudian, karena skema pembangunan tanggul penahan rob belum selesai, Pemkab terpaksa membobol pintu sungai Mrican yang merupakan satu-satunya sungai yang menjadi muara dari seluruh aliran sungai kecil yang ada di kecamatan Wonokerto.

“Setelah kita bobol Alhamdulilah debit air dua hari ini bisa turun sampai hampir 25 cm. Tapi kita juga harus waspada karena pintu ini nanti akan berfungsi untuk menahan ketika nanti air rob sudah mulai tinggi tentu kita harus tutup,” kata Bupati.

Selanjutnya menanggapi prediksi bahwa di wilayah kabupaten Pekalongan penurunan permukaan air tanah lebih cepat, Bupati mengatakan hal tersebut kemungkinan salah satunya karena eksploitasi sumber air tanah. Namun Ia memastikan upaya-upaya untuk merevitalisasi tetap berjalan terus.

“Pemkab kerjasama dengan Pemprov, Pemerintah pusat, bahkan dengan lembaga dewan air Belanda, kemudian Rotterdam University juga melakukan kajian sekaligus upaya-upaya untuk mengatasi landsubsidence, rob, dan yang baru adalah banjir. Banjir ini tidak seperti rob yang tahunan, banjir terjadi berkala ketika curah hujan ekstrim seperti sekarang ini. Insyaalloh nanti kalau infrastruktur penanggulangan rob yang terintegrasikan dengan penanggulangan banjir ini sudah paripurna, banjir yang seperti sekarang tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…