HAUL KE-9 KH MOESLIM RIFA’I, MENGENANG SANG PENCETUS NKRI HARGA MATI

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menghadiri Semaan Al Qur’an dan Doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifa’i Imampuro (Mbah Lim) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Doro Kabupaten Pekalongan pada Kamis (18/03) malam. Di hadapan para santri dan tamu undangan, Bupati menuturkan kisah sosok pendiri yayasan Al Muttaqien Pancasila Sakti KH Moeslim Rifa’i Imampuro atau biasa akrab dipanggil Mbah Lim. Mbah Lim merupakan figur orang shaleh. Beliau memandang manusia dengan pandangan kasih sayang sehingga figurnya dikenal seluruh masyarakat khususnya warga Nahdhiyin.

Dalam sambutannya Bupati menerangkan tentang dua hal yang perlu dipedomani dari peringatan haul tersebut. “Pertama adalah kita meniru tindak tanduk orang sholeh walau sedikit. Karena meniru tindakan orang shaleh yang tujuannya teladan bagi kita adalah ibadah. Seperti pada malam ini kita mengungkit, mengungkap sekelumit tentang manakibnya almaghfurlah Mbah Lim ini. Slogan/jargon Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, setahu saya, awalnya beliau yang mencetuskan. Awal tahun 2000 beliau sudah mengibarkan NKRI harga mati. Biasanya dalam surat-surat yang beliau kirim juga dibawahnya tertulis NKRI harga mati, “tutur Bupati.

Tujuan kedua, lanjut Bupati Asip, kita juga setidak-tidaknya harus menjalankan apa yang menjadi nasehat dan ‘obsesi’ atau cita cita besar beliau. “ yang saya cermati dalam setiap tulisan maupun ucapan beliau, itu tidak lain agar kita semua sebagai warga negara, khususnya warga kabupaten Pekalongan, mencintai tanah air, menjaga NKRI dan Pancasila,” kenangnya.

Lebih lanjut dipaparkan Bupati bahwa sejak Mbah Lim wafat, yang terjadi adalah Pancasila digugat, NKRI terancam, bahkan Islam mendapat tantangan yang begitu besar dari aliran-aliran radikalisme. Tapi jauh sebelum itu beliau sudah menyampaikan kaidah-kaidah dan terus menerus mengkampanyekan tentang Pancasila, NKRI harga mati dan tanah air. “ Pokoknya konsep ‘hubbul wathon minal iman’ sudah jauh beliau sosialisasikan, sebarkan semangat ini kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Oleh karena itu melalui kesempatan haul tersebut Bupati Asip mengajak para santri berdoa untuk Mbah Lim atas jasa-jasanya menyadarkan kita sebagai masyarakat, santri,sebagai bangsa Indonesia agar tetap istiqomah untuk berpegang pada Islam ala Ahlussunah Waljamaah, kemudian mempertahankan dasar Negara Pancasila serta mencintai dan mempertahankan NKRI harga mati. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…