APLIKASI SIMPELDESA PERMUDAH BERBAGAI LAYANAN PUBLIK

KAJEN - Desa Wonorejo Kecamatan Kajen terpilih menjadi desa diterapkannya aplikasi sistem informasi managemen dan pelayanan desa (Simpeldesa) yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat mengetahui informasi terbaru serta mempermudah proses administrasi dari masyarakat dan mempermudah proses pendataannya. Pemkab Pekalongan didukung Telkom melaunching aplikasi simpeldesa ‘Penerapan Digitalisasi Pembangunan Desa berbasis SDGs Desa dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Public dan Pemulihan Ekonomi Desa Melalui Padat Karya Digital’, pada Senin (03/05) sore di Balai desa Wonorejo.

Launching ini dihadiri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Kepala Dinas Kominfo Anis Rosidi SSos.,M.Si, Plt Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Sri Yuliasih, Camat Kajen ,Kapolsek ,Danramil serta Kades Wonorejo. Sementara dari Telkom tampak hadir GM Witel Pekalongan Nanang Setyo Utomo beserta tim, juga CEO Simpeldesa Reno Sundara dan Smart City Experience Managemen Harun Triyantoro.

Launching Simpeldesa adalah salah satu upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) desa. SDGs desa ini merupakan perintah dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar seluruh desa di dunia bisa membangun desanya dengan baik, warga masyarakat mendapat akses ke pemerintah secara baik, dari tingkat kesehatan, pendidikan, ekonomi, semuanya juga berjalan dengan baik. Maka muncullah upaya-upaya bagaimana menciptakan suprastruktur dan infrastruktur yang mendukung ke arah SDGs desa. Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya.

“Di desa-desa di kabupaten Pekalongan yang jumlahnya 273, mempunyai setidaknya empat sumber daya yang kalau dimaksimalkan maka akan menjadi kekuatan utama dalam mendukung terwujudnya SDGs desa, “ujar Bupati.

Dijelaskan, keempat sumber daya itu antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya social dan sumber daya financial. ‘Sumber daya pertama adalah sumber daya alam. Seluruh desa di kabupaten Pekalongan alamnya subur. Yang kedua, kita punya sumber daya manusia. Yang ketiga sumber daya social. Ada tatanan nilai-nilai yang ini merupakan kekuatan desa seperti gotong royong, tepo sliro. Sumber daya yang keempat, yang menurut saya menjadi daya dukung utama, yaitu sumber daya financial (keuangan), “ terangnya.

Ditambahkan, sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya utama untuk menopang pembangunan desa ini sangat menentukan.

Melalui simpeldesa ini, Bupati juga meminta Kades Wonorejo mendidik anak muda agar lebih produktif dalam penggunaan smartphone dan bisa memberikan nilai lebih. “ Saya pesen monggo kita dukung launching ini, kemudian agar dimanfaatkan sebaik-baiknya ,” pintanya

Wahyu Andi Prasetyoatmojo , kepala desa Wonorejo dalam sambutannya menyampaikan terkait simpel desa, mengacu kebijakan dari pusat bahwa prioritas dana desa tahun 2021 salah satunya adalah digitalisasi desa. “ Desa harus mandiri, siap dalam layanan, regulasi, apalagi yang berhubungan dengan SDGs pembangunan berkelanjutan, ke depannya untuk masalah data, pembangunan fisik,human progress, pembangunan manusia, sumber daya manusianya harus siap, harus kerja untuk maju bersama,” ungkap Wahyu.

Wahyu menambahkan Desa Wonorejo,dari semua pihak baik lembaga, masyarakat, semuanya membantu membangun bersama dalam sebuah aplikasi yaitu simple desa.

Sementara itu GM Witel Pekalongan Nanang Setyo Utomo berharap pihaknya bisa memberikan sumbangsih dalam aplikasi simpel desa tersebut.” Sebagaimana namanya simpel desa, harapannya kita membuat semuanya simpel. Jadi simpel informasinya, simpel pengurusan keperluan-keperluan yang berkaitan dengan desa, dan juga simpel dalam peningkatan perekonomian di desa,” tutur Nanang.

Nanang juga meminta kerjasama para pejabat, masyarakat agar aplikasi tersebut bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai pemicu untuk meningkatkan perekonomian di masa pandemic ini. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…