JELANG LEBARAN, POLRES PEKALONGAN GELAR APEL PASUKAN OPERASI KETUPAT CANDI 2021

KAJEN - Menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, Polres Pekalongan melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 dengan tema ‘ melalui apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1442 H di wilayah hukum Polres Pekalongan’. Dalam apel gelar pasukan tersebut dibacakan amanat dari Kapolri yang menekankan rasa aman bagi masyarakat dalam rangka memperingati 1 syawal 1442 H.

“Hal yang paling esensial adalah aman dari covid 19. Kita sangat kuatir karena angka pemudik sudah cukup tinggi, per hari ini di angka 7 ribu,” ucap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si usai mengikuti apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 di halaman Polres Kajen, Rabu (05/05)pagi.

Oleh karena itu, menurut Bupati, daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga perlu diperketat. Dan pihaknya telah memerintahkan para camat/kepala desa agar menelisik kembali potensi para pemudik yang baru datang dari luar kota supaya tidak menimbulkan kluster baru yaitu kluster pemudik,seperti yang ditekankan Kapolri.

“Tetapi saya melihat Alhamdulilah kerjasama selama ini dengan pihak kepolisian berjalan dengan baik sehingga tentu ini berkorelasi terhadap penurunan penyebaran covid 19 di kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Dikatakan pula Pemkab sangat apresiasi terhadap pemusnahan miras yang sudah berhasil disita oleh Polres Pekalongan.

“Alhamdulilah kita dari jajaran pemerintah sigap menaggapi keluhan-keluhan dari masyarakat. Insyaalloh Polres Pekalongan selalu siap mengayomi warga masyarakat kabupaten Pekalongan terutama untuk menjalankan 2(dua) agenda sangat penting bagi umat Islam yaitu puasa Romadhon dan Syawal 1442 H,”tandasnya.

Sementara itu Kapolres PekalonganAKBP Darno SH.,SIK menyebut pihaknya telah mendirikan pos pengamanan lebaran di 4 titik, yaitu di Siwalan, IBC, tugu Nol dan Kedungwuni. Sedangkan sebagai alternatif seandainya exit tol Bojong dibuka, pihaknya juga telah menyiapkan pospasm di exit tol Bojong.

Lebih lanjut, AKBP Darno mengungkapkan Polres Pekalongan menurunkan sekitar 320 personel , yang nanti juga akan dibantu dari TNI, Brimob dan stakeholder lain seperti dinas perhubungan, satpol PP dan Dinkes termasuk BPBD. “Jadi nanti dengan adanya kegiatan penyekatan atau pengecekan terhadap para pemudik yang ada ini tentunya akan membutuhkan banyak personel, termasuk stakeholder yang lain yang akan kita laksanakan seperti contohnya cek antigen dan lain sebagainya,” paparnya. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…