PEMKAB BELITUNG LAKUKAN KUNJUNGAN STUDI KOMPARASI KE KABUPATEN PEKALONGAN

KAJEN – Pemkab Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sumatera Selatan melakukan Kunjungan Studi Komparasi ke Pemkab Pekalongan, Kamis (03/06). Rombongan dari Pemkab Belitung antara lain Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos, Sekda MZ Hendra Caya dan beberapa kepala OPD terkait diterima Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di ruang rapat bupati. Tampak mendapingi Bupati Pekalongan, Penjabat Sekda Ir Bambang Irianto M.Si beserta para asisten, kepala Bappeda M Yulian Akbar S Sos M.Si, kepala BPKD Casmidi SE.,M.Si, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, serta kepala dan direktur Bank Jateng.

Kunjungan studi komparasi tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya rencana Pemkab Belitung untuk melaksanakan kegiatan kerjasama dalam bentuk penyertaan modal berupa aset Barang Milik Daerah(BMD) kepada BUMD atau pihak lainnya dalam rangka optimalisasi pemanfaatan BMD dan pendapatan daerah.

Dalam kesempatan itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si memaparkan tentang potensi unggulan yang dimiliki kabupaten Pekalongan kepada Bupati Belitung dan rombongan.

‘Kabupaten Pekalongan selain dikenal batiknya, masyarakatnya sudah menuju masyarakat industry. Berikutnya adalah pertanian. Kami punya komoditas beras. Kabupaten Pekalongan juga sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah dan sudah surplus beras. Disamping batik, ada juga sarung dengan brand yang sudah melegenda, yang dipasarkan ke Sumatra bahkan diekspor ke Timur tengah. 70 persen produksi batik nasional diproduksi di kabupaten Pekalongan. Inilah keunggulan kabupaten Pekalongan sehingga kami bersukur, dari batik inilah kita sudah punya nama tinggal bagaimana kita melakukan upaya2-upaya untuk mempercepat pembangunan, “papar Bupati Asip

Sektor lain yang bisa dijadikan komparasi adalah sector pendidikan. Pemkab Pekalongan sudah berhasil menfasilitasi setidaknya 5 (lima) perguruan tinggi, 2 (dua) diantaranya perguruan tinggi negeri (Undip dan IAIN). “ Kami meyakini pertumbuhan perguruan tinggi akan menjadi salah satu kutub pertumbuhan ekonomi. Kemudian yang dari swasta juga kita dorong semua,” lanjutnya.

Bupati Asip menambahkan sebagai komparasi lain, kabupaten Pekalongan punya best practice yaitu laboratorium Kemiskinan yang mendapat peringkat 35 inovasi nasional. Laboratorium Kemiskinan adalah salah satu cara untuk bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Upaya ini berhasil sehingga bisa direplikasi dan karenanya banyak pemerintah daerah belajar tentang laboratorium kemiskinan. 

Sementara itu Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa kabupaten Pekalongan dan Belitung beda kultur budaya. Salah satunya kondisi wilayah Pekalongan berupa daratan, sedangkan Belitung berupa kepulauan. Untuk itulah pihaknya tertarik melakukan kunjungan studi komparasi ke kabupaten Pekalongan.

Bupati Sahani juga menjelaskan Belitung dikenal dengan hasil perkebunan, salah satunya adalah lada. Selain itu Bangka Belitung juga dikenal dengan tambang timahnya. Potensi yang menonjol lain, disamping tambang, timah, adalah potensi kelautan. “ Keunikan dan keindahan laut maupun daratnya menjadi potensi yang menonjol saat ini. Tanahnya subur, dibawahnya ada tambang, “ ujarnya

Dikatakan pula salah satu tujuan kedatangan rombongan pemkab Belitung adalah untuk melihat sejauh mana pihaknya mengolah aset-aset untuk dikerjasamakan dengan pihak lain.

Dijadwalkan, setelah kunjungan ke kantor Bupati Pekalongan, rombongan Pemkab Belitung akan berkunjung pula ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan pada Jum’at 4 Juni 2021. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…