SEJUMLAH TITIK KERAMAIAN DISEKAT

 KAJEN -  Dalam rangka implementasi PPKM Darurat 2021, di wilayah Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penyekatan secara serentak dan random swab. Hal ini sampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat berada di titik Nol Kajen bersama jajaran Polri/TNI yang bertugas dalam kegiatan penyekatan serentak dan random swab.

“ Kita menyadari kabupaten Pekalongan petanya merah di 19 kecamatan. Setiap hari banyak yang terpapar bahkan meninggal dan urutannya naik dari nomor 17,11 bahkan 7 se-Jawa tengah . Maka ini mengkhawatirkan. Oleh karena itu Satgas covid yang dibentuk dan Instruksi Bupati maka harus melakukan langkah yang preventif yang mana ini harus dilakukan bersama-sama oleh satgas covid,” ucap Wabup di hadapan para anggota Polri/TNI , Rabu (7/7) malam

Selain penyekatan, Riswadi menyampaikan kegiatan malam itu akan dilakukan random swab di suatu titik dan apabila sampel reaktif akan langsung dibawa untuk isolasi di Rumah Sakit Kesesi .

“ Segala sesuatunya sudah dipersiapkan , oleh karena itu hari ini tanggal 7 jelang ke-8. Harapannya, tinggal 13 hari akan turun dan turun. Semua itu dilakukan hanya dengan disiplin dan penegakan yang tegas , “ tegasnya.

Riswadi mengatakan pihaknya selalu mendukung apa yang dilakukan aparat penegak hukum. Jikalau memungkinkan diambil tindakan tegas . Jika memungkinkan, diberikan sanksi . Karena menurutnya PPKM darurat itu adalah sudah tidak bisa ditawar dan sifatnya wajib. “ Oleh karena itu saya terimakasih, untuk pelaksanaannya segera lakukan secara teknis kami serahkan kepada beliau Kapolres di dalam melakukan tindakan ini, titik titik mana yang harus dilakukan penyekatan dan random swab . Dari Dinkes sudah siap untuk melakukan swab dimana tempatnya, jika reaktif, kita bawa ke RSUD di kec amatan Kesesi,” lanjutnya.

Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK menjelaskan pihaknya akan melakukan peningkatan untuk kegiatan kaitannya PPKM darurat. “ Kalau kemarin sudah selalu kita himbau, untuk saat ini berarti kita harus beri sanksi ataupun tindakan. Saya terimakasih dari rekan-rekan TNI dan pemda yang telah mensuport, termasuk dari kejaksaan dan DPRD,” ungkap AKBP Darno

Kapolres mengatakan dari 15 Polsek, masing masing sudah berada di titik titik dimana keramaian terjadi di wilayahnya. Contohnya di Karanganyar dan Kedungwuni, kemudian di i Podo, Surabayan, Tugu duren, Bojong dan sebagainya, aparat sudah stanby dan akan melakukan penyekatan secara serentak.

“ Situasi yang kita hadapi saat ini adalah bukan baik-baik saja. Oleh karenanya ya tetep humanis dalam melaksanakan tugas, tetap kita sampaikan dan saya minta diberi sanksi dalam artian ditegur keras, tidak boleh adanya kursi atau tempat duduk, ya kita harus laksanakan. Kalau besoknya masih seperti itu, berarti nanti dari kejaksaan dan kepolisian serta pengadilan akan memberikan penegakan hukum terhadap yang punya tempat. Itu akan kita laksanakan besok. Hari ini kita lakukan teguran keras .” terang Kapolres

Selanjutnya , disampaikan pula adanya random sampling.Pihak kepolisian telah menyiapkan tenda , dan dari Dinkes akan melaksanakan rapid tes. “ Kalau ada yaang lewat nanti akan kita berhentikan dan kita cek seperti apa kesehatan mereka . Jangan sampai yang kesana kemari ini ternyata OTG, yang akhirnya akan menyebar dan terus menyebar,” ucap Kapolres

Berdasarkan data dari Dinas kesehatan , dari 203 sampling terdapat 18 orang positif  covid dan langsung dibawa ke RS Kesesi untuk menjalani isolasi. (Ar-Kominfo)

Publisher : aris

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…