Profil Kesehatan tahun 2009

Peningkatan sarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.. Hal ini akan dapat terwujud bila adanya dukungan dari Pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2009 ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya bertambah  diantaranya adalah Puskesmas pembantu, pondok bersalin, poliklinik kesehatan desa, tempat praktek dokter dan toko obat. Di sisi lain ada juga sarana kesehatan yang berkurang diantaranya BP swasta, rumah bersalin, polindes, apotik, posyandu dan tempat praktek bidan.

Jumlah penderita diare dan DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 ini mengalami peningkatan, sedangkan penderita malaria mengalami penurunan.  Dari  8.395  balita yang ditimbang di Kabupaten Pekalongan, status gizinya   2,28 persen bergizi buruk, 12,96 persen bergizi kurang, 82,58 persen bergizi baik dan 2,18 persen bergizi lebih.

Keluarga Berencana (KB)
Peserta  KB  di  Kabupaten  Pekalongan  pada  akhir  tahun  2009  mencapai 129.678 peserta aktif, atau 79,22 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang ada, sedangkan  peserta  KB  aktif  tahun  2008  tercatat  125.841  orang  atau  sekitar
78,76 persen.  Dengan demikian peserta KB aktif di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2008 meningkat 3,05 persen sebanyak  3.837 peserta .

Adapun alat kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah kontrasepsi suntik yang pada akhir tahun 2009 tercatat    88.966  orang  (68,61 persen)  dari peserta  KB  aktif.    Peserta  dengan kontrasepsi  Pil  sebanyak 22.638  orang  (17,46  persen), sedangkan  peserta dengan kontrasepsi  Implant  menempati  urutan ketiga  sejumlah  10.257 orang ( 7,91 persen).

Sumber: DDA- Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan, 2009).

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…