Admin
Minggu, 5 April 2026


KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.M., saat menghadiri kegiatan Halalbihalal IPHI Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Rumah Makan Kampung Damai, Kecamatan Karanganyar, Minggu (5/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati menegaskan bahwa IPHI merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan, tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu berkontribusi aktif dalam pelayanan kepada masyarakat.
“IPHI memiliki kekuatan dan potensi besar untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna mendukung berbagai program prioritas daerah, antara lain peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta penurunan angka anak tidak sekolah.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk IPHI, untuk bersama-sama menjaga capaian daerah dalam penurunan angka stunting. Kabupaten Pekalongan sendiri telah meraih peringkat pertama di tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam upaya penurunan stunting.
“Capaian ini perlu dipertahankan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, termasuk pencegahan pernikahan usia dini,” imbuhnya.
Dalam bidang pembangunan keluarga, Pemkab Pekalongan juga terus mengoptimalkan peran Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan yang dipimpin oleh Galuh Kirana, dalam mendukung program pembinaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua IPHI Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Susiyanto, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Halalbihalal menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali eksistensi dan peran organisasi di tengah masyarakat.
Ia mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap IPHI.
“Kehadiran para pejabat daerah menjadi indikator positif bagi kebangkitan IPHI Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.
Susiyanto menambahkan, Halalbihalal tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana strategis untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat solidaritas antaranggota.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Halalbihalal, KH. Mansur, yang melaporkan tingginya partisipasi peserta, termasuk dari berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII, serta perwakilan IPHI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
“Sekitar 90 persen undangan hadir, ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para anggota,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi titik awal kebangkitan IPHI yang sebelumnya dinilai kurang aktif di beberapa wilayah.
Melalui momentum Halalbihalal ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kolaborasi bersama IPHI semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Acara halal bihalal ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sam'ani Syahroni, M.Ag., dari Univeristas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pekalongan H. Asrofi, S.E., M.M., serta Ketua MUI Kabupaten Pekalongan KH. Tajudin Shorih.