Admin
Rabu, 26 November 2025


KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2025, bertempat di Aula Setda Lantai 1 Kajen, Rabu (26/7/2025).
Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik langsung oleh Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., dan dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., seluruh Kepala OPD, Direktur Rumah Sakit, Camat se-Kabupaten Pekalongan, serta para Pejabat yang dilantik.
Sembilan pejabat yang dilantik masing-masing adalah Agus Pranoto, S.H., M.H., yang tugas baru menjadi Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si menjadi Asisten 1 Sekda. Anis Rosidi, S.Sos, M.Si yang kini menempati posisi Asisten 2 Sekda, sedangkan Ari Lailaini, S.TP., naik menjadi Asisten 3 Sekda Kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya, Edi Herijanto, S.Sos., M.A.P., ditugaskan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Wahyu Kuncoro, S.T., M.T., dengan tugas baru menjadi Kepala Satpol PP dan Damkar. Suprayitno, S.Sos., M.A., yang sekarang menjabat Kepala Dinsos. Haryanto Nugroho, S.STP., M.A.P., dirotasi menjadi Sekretaris DPRD, sementara Yudhi Himawan, S.T., M.Sc. ST., kini dipercaya sebagai Kepala DKPP.
Dalam amanatnya, Bupati Pekalongan menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dan berharap amanah baru tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh Bapak/Ibu yang dilantik hari ini. Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, loyalitas tegak lurus, dan mari bersama bergandengan tangan untuk menjaga Pekalongan tetap baik dan kondusif,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua pihak selalu senang dengan capaian atau posisi yang diterima seseorang, sehingga seluruh pejabat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi maupun masukan dari pihak luar.
“Kita harus pandai menyaring informasi. Ada saja pihak yang mencoba memecah belah agar pemerintahan tidak solid. Tugas kita menjaga kapal ini tetap berlayar sampai tujuan tanpa bocor dari dalam,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan bukan merupakan hukuman, tetapi sarana untuk meningkatkan kompetensi pejabat dalam mengelola unit kerja secara lebih baik.
“Mutasi bukan hukuman. Ini kesempatan agar Bapak/Ibu semakin memahami tugas di berbagai tempat dan dapat memperbaiki kekurangan. Yang lama membantu yang baru, dan yang baru belajar dari pengalaman yang lama,” tuturnya.
Menjelang akhir tahun, Bupati meminta seluruh OPD untuk menyelesaikan anggaran dengan baik dan tepat waktu, termasuk program-program aspirasi yang masih berjalan.
“Selesaikan, rapikan, dan pastikan hak masyarakat diberikan. Jangan sampai ada kesan pemerintah menghambat. Pekalongan harus tetap kondusif dan semakin baik,” pesan Bupati.
Pelantikan ditutup dengan pembacaan doa serta pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pejabat yang telah menerima amanah baru dapat bekerja optimal, menjaga integritas, dan memperkuat pelayanan publik demi kemajuan Kabupaten Pekalongan.