Admin
Selasa, 23 Juni 2026


KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadiri kegiatan Pekalongan Edu Summit 2026 yang diselenggarakan di Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur), Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sukirman mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya mampu menjadi wadah kolaborasi para pendidik dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Menurut Sukirman, Edu Summit merupakan gagasan yang sangat baik karena menghadirkan ruang interaksi dan diskusi bagi para guru untuk bertukar pikiran serta menyampaikan berbagai ide inovatif.
“Pekalongan Edu Summit adalah sebuah gagasan yang sangat brilian. Kegiatan ini mengajak para guru untuk berinteraksi, berdiskusi, dan mengeluarkan ide-ide terbaiknya. Yang tidak kalah penting, kemampuan problem solving yang ditunjukkan juga luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui forum tersebut para guru tidak hanya membahas persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, tetapi juga mampu memetakan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Beragam isu seperti banjir, pariwisata, longsor, hingga pengembangan ekonomi menjadi bagian dari pembahasan yang menghasilkan berbagai rekomendasi dan gagasan solutif.
Sukirman menilai peran guru sangat strategis karena selain mendidik peserta didik, mereka juga dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Hasil dari diskusi-diskusi tersebut sangat bermanfaat. Mereka mampu mengidentifikasi persoalan yang ada sekaligus menawarkan solusi yang bisa diterapkan di masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menindaklanjuti berbagai masukan yang dihasilkan dalam Edu Summit. Menurutnya, ide dan rekomendasi yang muncul dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.
“Hasilnya akan kami ambil dan kami adopsi menjadi bagian dari rencana kerja pemerintah daerah. Insya Allah ada berbagai gagasan yang bisa diimplementasikan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.
Meski baru pertama kali diselenggarakan, Sukirman menilai Edu Summit telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Oleh karena itu, ia berharap konsep serupa dapat diterapkan di berbagai sektor lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“Ini yang pertama, tetapi hasilnya sangat luar biasa. Ke depan, kegiatan seperti ini bisa menjadi role model. Dinas-dinas lain juga akan kami dorong melakukan hal yang sama, termasuk di bidang kesehatan yang tentu memiliki banyak persoalan dan tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama,” pungkasnya.
Melalui Pekalongan Edu Summit 2026, diharapkan lahir berbagai inovasi dan rekomendasi yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).