Admin
Minggu, 5 Juli 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerima penerjunan 90 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Periode I Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di 12 desa di Kecamatan Kajen. Penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (6/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Pertanian IPB University Dr. Diyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D., Koordinator Wilayah Kabupaten Pekalongan Dr. Endang Gunawan, S.P., M.Si., jajaran perangkat daerah, Camat Kajen, para kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKNT.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang kembali mempercayakan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi pelaksanaan KKNT. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa IPB University. Kabupaten Pekalongan kami harapkan dapat menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung," ujarnya.
Sekda menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini terus mengembangkan berbagai inovasi pembangunan, salah satunya melalui Laboratorium Kemiskinan yang difokuskan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Ia berharap mahasiswa mampu memberikan ide, kajian, maupun inovasi yang mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Yulian menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, Kabupaten Pekalongan menerapkan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, pemerintah desa, dunia usaha, masyarakat, dan perguruan tinggi.
"Mahasiswa tidak akan berjalan sendiri. Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap memfasilitasi kolaborasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha melalui Forum CSR, maupun kelompok masyarakat agar program-program KKN dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan," katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian untuk mengenal potensi Kabupaten Pekalongan, mulai dari kawasan hutan Petungkriyono, sentra batik, wilayah pesisir, hingga berbagai potensi pertanian dan lingkungan yang dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sumber inovasi.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Diyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas dukungan yang selama ini diberikan dalam penyelenggaraan KKNT.
Menurutnya, KKNT merupakan bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman belajar nyata kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
"Program ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial. Mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan masyarakat, mengidentifikasi potensi daerah, serta bersama pemerintah dan masyarakat merancang solusi yang inovatif dan aplikatif," ungkapnya.
Diyah menjelaskan, KKNT IPB University Tahun 2026 mengusung tema Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agro-Maritim untuk Mencapai Socio-Resilience. Tema tersebut mencerminkan komitmen IPB University dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Pada pelaksanaan KKNT Periode I Tahun 2026, sebanyak 3.679 mahasiswa dari 39 program studi dan 12 fakultas diterjunkan ke 42 kabupaten di Indonesia. Di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 90 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 12 desa di Kecamatan Kajen selama periode 6 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Diyah juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
"Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari manfaat dan keberlanjutan yang dapat ditinggalkan bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan IPB University, diharapkan program KKNT mampu memperkuat inovasi desa, mempercepat pembangunan daerah, serta menghasilkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).