Admin
Senin, 6 Juli 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadi tujuan studi tiru Pemerintah Kabupaten Sleman terkait tata kelola rujukan pelayanan kesehatan tingkat lanjut dari puskesmas ke rumah sakit daerah. Kunjungan yang berlangsung di RSUD Kajen, Selasa (7/7/2026) pagi tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dalam pengelolaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyambut langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dipimpin Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Turut hadir mendampingi Plt. Bupati Pekalongan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Zaki Mubarok, Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo, Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita, Direktur RSUD Kesesi, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pekalongan, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Sukirman mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang baik bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan layanan kesehatan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya menyempurnakan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, sekaligus tetap menjaga kemampuan keuangan daerah. Karena itu, setiap kebijakan yang diterapkan selalu didasarkan pada data dan proses verifikasi yang akurat sehingga pelayanan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sukirman juga menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berlanjut. Program berobat gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang telah dijalankan sejak masa kepemimpinan Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq akan terus diteruskan dengan berbagai penyesuaian mengikuti regulasi pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, kondisi sudah mulai stabil. Insya Allah pada November nanti akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui skema UHC akan kembali diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal," ujar Sukirman.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil mengembangkan tata kelola rujukan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, pengelolaan sistem rujukan yang baik akan memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat sebagai penerima layanan, tetapi juga bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan anggaran jaminan kesehatan.
Harda berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat membagikan pengalaman, strategi, serta praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan sehingga dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerahnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses masyarakat, serta didukung tata kelola yang efektif dan berkelanjutan.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).