Admin
Kamis, 23 Juli 2026


WONOPRINGGO – Jembatan Gantung Garuda di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, resmi digunakan setelah diresmikan oleh Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., pada Kamis (23/7/2026). Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses akibat rusaknya jembatan lama karena banjir bandang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro dan Kodim 0710/Pekalongan, yang telah menginisiasi pembangunan jembatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Sukirman, keberadaan jembatan akan mempercepat mobilitas warga sekaligus membuka akses yang lebih mudah menuju sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Wonopringgo, Karanganyar, hingga kawasan Asrama Batalyon 407. Akses yang semakin baik diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas umum yang telah dibangun. Masyarakat diminta menjaga kondisi jembatan agar tetap aman digunakan dan mengawasi apabila terdapat tindakan yang berpotensi merusak konstruksi jembatan.
"Jembatan ini adalah milik bersama. Mari kita rawat dan manfaatkan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat," ujar Sukirman.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Jembatan tersebut dibangun menggantikan akses lama yang putus diterjang banjir bandang pada Januari 2025 sehingga sempat menghambat aktivitas warga.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan jembatan tidak terlepas dari sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pemerintah desa, dan masyarakat yang bergotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
"TNI hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Seluruh program yang kami laksanakan bertujuan mendukung kesejahteraan rakyat tanpa mengharapkan imbalan apa pun," tegas Pangdam.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Pekalongan dilaksanakan secara bertahap di enam lokasi. Hingga saat ini, empat jembatan telah selesai dibangun dan diresmikan, sedangkan dua titik lainnya di Desa Rengas, Kecamatan Kedungwuni, serta Desa Sambungjambu, Kecamatan Bojong, masih dalam tahap pengerjaan.
Khusus di Desa Galangpengampon, jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi sekitar 5.000 warga. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar 40 menit untuk menuju pusat desa. Kini waktu tempuh menjadi jauh lebih singkat sehingga diharapkan mampu meningkatkan kelancaran aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan peresmian turut diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu, santunan bagi anak yatim, bazar pasar murah, serta pelayanan pengobatan gratis sebagai wujud kepedulian TNI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).