Admin
Selasa, 25 Agustus 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat acara Kajen Bersholawat dan Peringatan Maulud Nabi di depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, doa, bimbingan, dan nasihat para kiai serta ustaz selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan para kiai dan ustaz yang terus membersamai pemerintah. Doa dan dukungan beliau-beliau menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan digitalisasi yang begitu cepat, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan kerja keras pemerintah. Persatuan masyarakat, kerja keras, serta doa dan dukungan para ulama juga diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pekalongan. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada pada kisaran 15 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
IPM tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga upaya mengurangi angka pengangguran.
“Angka-angka inilah yang terus kita catat dan kita ingin tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya sektor infrastruktur. Persoalan jalan dan infrastruktur disebut menjadi salah satu tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menjadikan tahun 2027 sebagai momentum untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan yang masih mengalami kerusakan.
“Di tahun 2027 kita akan fokus kepada persoalan infrastruktur. Ruas-ruas jalan kita yang masih rusak dan masih banyak kendala akan kita prioritaskan. Tahun 2027 menjadi tahun infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur saat ini sudah mulai berjalan. Di antaranya pembangunan jalan di Watusalam yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, serta sejumlah ruas lainnya seperti di sekitar SMP Negeri 1 Tirto.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sukirman mencontohkan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Pekan Raya Kajen yang menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat dan banyaknya produk pedagang yang telah habis terjual sejak sore hari menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Ini pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong terus di tahun 2027,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah pelaksanaan Pekan Raya Kajen, Pemkab Pekalongan akan melakukan penataan dan revitalisasi kawasan UKM dan UMKM, termasuk di Kedungwuni, Gemek, dan Kajen.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memastikan mekanisme sewa dan pengelolaan berjalan secara resmi dan transparan.
“Kita akan kembali berbenah terkait UKM dan UMKM yang ada di Kedungwuni, Gemek, juga di Kajen. Kita akan revitalisasi dan tata agar lebih tertib. Aturan mainnya jelas, sewanya juga resmi dan masuk ke negara,” jelasnya.
Sukirman menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan aturan dan tim satuan tugas untuk mengawal penataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM.
Menutup keterangannya, Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami mohon doa restu dan doa dari para kiai, para ustaz, serta seluruh masyarakat agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).