Admin
Rabu, 26 Agustus 2026


KAJEN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., melalui Wakil Bidang III TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Eko Edi Herijanto, dalam kegiatan lomba Cipta Menu B2SA yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ibu Eko Edi Herijanto menyampaikan bahwa kegiatan lomba Cipta Menu B2SA bukan sekadar ajang untuk menghasilkan menu makanan yang menarik dan lezat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Beragam bahan pangan tersebut, lanjutnya, dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lomba B2SA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilih, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan tertentu, tetapi menggali dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan keluarga yang sehat, bergizi, ekonomis, aman, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk pola konsumsi pangan. Oleh karena itu, apa yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anggota keluarga.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga.
Lebih lanjut disampaikan, kreativitas yang ditampilkan dalam lomba hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja. Menu-menu yang diciptakan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pangan lokal yang diolah menjadi produk makanan kreatif dan bernilai jual dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia berbasis kemandirian pangan, sekaligus memperkokoh perekonomian pedesaan dalam menghadapi perdagangan global yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan juga berharap kegiatan lomba mampu menghasilkan juara terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Calon pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2026,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, kreativitas, serta kerja keras yang telah ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah adanya semangat untuk belajar, berkreasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mewujudkan keluarga Kabupaten Pekalongan yang sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran TP PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan sehat serta mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).