Admin
Kamis, 3 September 2026


KARANGANYAR - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, merespons positif berdirinya Majelis Taklim Asy Sya’roni di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan di tengah masyarakat memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan penguatan akhlak ketika masyarakat menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Majelis taklim dan zikir dalam rangka Maulid Nabi Muhammad di Pendopo Yayasan Buya Sam’ani Sya’roni, Jumat (4/9/2026). Menurut Sukirman Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan agama. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus ruang pembentukan karakter masyarakat.
”Pemkab Pekalongan bersyukur, karena satu lagi majelis taklim Asy Sa’roni mencoba memulai Langkah baru dalam memberikan pelayanan Pendidikan keagamaan khusunya bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Targetnya terus untuk memberikan keseimbangan moral masyarakat ditengah perkembangan zaman,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Asy Sya’roni, KH. Sam’ani Sya’roni, mengatakan majelis tersebut didirikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan syiar agama bagi masyarakat di wilayah atas Kabupaten Pekalongan.
Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu. Majelis ini membuka ruang bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kota Santri, untuk mendapatkan akses terhadap ilmu keagamaan dan kajian Islam.
Menurut Sam’ani Sya’roni, tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri ketika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai.
“Perkembangan ilmu keagamaan harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Persoalan utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk memilah informasi, membangun sikap kritis, dan tetap berpijak pada nilai agama serta akhlak.
Di tengah kondisi tersebut, majelis taklim dapat mengambil peran sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian keislaman tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Limbangan. Lurah Limbangan, Rendi Subiyanto, menyambut baik kehadiran Majelis Taklim Asy Sya’roni di lingkungan desanya. Ia berharap keberadaan majelis tersebut membuat masyarakat semakin mudah mengakses ilmu agama dan mengikuti kajian Islam tanpa harus mencari tempat yang jauh.
Harapan itu sekaligus menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan bukan semata tanggung jawab lembaga pendidikan formal maupun pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan ruang-ruang belajar yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).