Admin
Kamis, 10 September 2026


LOLONG — Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Kota Santri Dinkominfo Kabupaten Pekalongan mengambil langkah progresif dalam memperkuat transparansi dan partisipasi publik melalui program "Ngopi Bareng Mas Kirman" yang dikemas secara interaktif dalam format podcast di Wisata lolong Adventure, Kamis (10/09/26). Inisiatif ini merupakan hasil sinergi strategis antara Dinas Komunikasi dan Informatika (DinkomInfo) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah dalam episode perdana ini.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi media milik daerah, khususnya LPPL Radio Kota Santri, agar terus beradaptasi dengan era digital. Menurutnya, pemanfaatan media digital seperti podcast membuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih cair, interaktif, dan tepat sasaran.
"Ini merupakan sinergitas dalam hal kita mendorong penyiaran dari pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kita memiliki Radio Kota Santri sendiri, dan ini akan terus kita tingkatkan karena sarana ini penting untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat," ujar Sukirman.
Ia menambahkan bahwa model komunikasi dua arah ini memungkinkan pemerintah untuk mendengar dan membaca langsung berbagai aspirasi maupun keluhan dari masyarakat secara real-time. Ke depan, Pemkab Pekalongan berkomitmen untuk menjaga kesinambungan program ini melalui kolaborasi intensif dengan DinkomInfo dan KPID Jateng.
Tidak hanya menghadirkan pejabat pemerintah, format podcast ini juga berencana melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang seperti pengamat ekonomi dan politik untuk membedah isu-isu strategis, termasuk pengembangan sektor pariwisata guna mendongkrak investasi daerah. Bahkan, ada wacana untuk mengemas acara ini dengan konsep ngopi bareng yang melibatkan kehadiran masyarakat secara langsung di lokasi acara jika ketersediaan anggaran memungkinkan.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh perwakilan KPID Provinsi Jawa Tengah, Huda, yang hadir secara langsung bersama jajarannya. Ia menilai langkah Pemkab Pekalongan ini sangat sejalan dengan kriteria lembaga penyiaran lokal yang sehat secara demokratis, yakni mampu menyerap aspirasi kelompok masyarakat dan menyediakan ruang dialog terbuka.
"Keberadaan program ini sangat bagus dan masuk dalam kategori tersebut. Semoga LPPL Radio Kota Santri ini bisa menjadi percontohan bagi LPPL di seluruh Jawa Tengah maupun di Indonesia," ungkap Huda.
Pihak KPID berharap program inovatif ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga didorong untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta melengkapi sarana dan prasarana penyiaran agar kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan semakin optimal.
Melalui kombinasi media tradisional dan digital ini, Pemkab Pekalongan optimis penyebarluasan informasi terkait pembangunan, kemasyarakatan, dan tata kelola pemerintahan dapat tersampaikan secara efektif, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).