Admin
Kamis, 10 September 2026


KAJEN – Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kabupaten Pekalongan masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan. Kamis (10/9/2026) Siang.
Ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat sinergi penyuluh KB guna menyukseskan program pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S., Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ir. Rusman Efendi, M.M., Ketua DPD IPeKB Provinsi Jawa Tengah Wahyu Dhayat M, S.KM, M.A.P., Plt Kepala Dinas PPPA dan PPKB Kabupaten Pekalongan, tamu Undangan serta seluruh penyuluh KB se-Kabupaten Pekalongan.
Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan, diikuti dengan penyerahan panji organisasi oleh Ketua Umum DPD IPeKB Provinsi Jawa Tengah kepada Ketua Umum DPC IPeKB Kabupaten Pekalongan terpilih, Wali Mirza Achmad, S.Sos. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, yang menjadi simbol resmi dimulainya masa kerja pengurus baru.
Ketua DPC IPeKB Kabupaten Pekalongan, Wali Mirza Achmad, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan Penyuluh KB di tuntut adaptif dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program prioritas pemerintah. "Kami menyadari bahwa program kependudukan itu merupakan tugas utama dari penyuluh KB. Penyuluh KB bisa beradaptasi, bisa bermutasi, bisa berkolaborasi dengan kader, bahkan dengan DPR. Kita bisa berkolaborasi dari tingkat level yang paling bawah dengan kader yang ada di desa," ujarnya.
Saat ini, salah satu program prioritas yang terus dikawal adalah terkait pendistribusian MBG 3B. Program tersebut menjadi tanggung jawab penyuluh di tingkat kecamatan untuk dikomunikasikan, diharmonisasikan, dan disinergikan dengan lintas sektor.
Sementara itu ketua DPD IPeKB Provinsi Jawa Tengah Wahyu Dhayat M, S.KM, M.A.P dalam sambutannya mengatakan Kekompakan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) se-eks Karesidenan Pekalongan menjadi bukti kuatnya organisasi profesi tersebut. Hal itu terlihat dari kehadiran perwakilan DPC IPKB dari berbagai daerah dalam sebuah kegiatan di Kabupaten Pekalongan. Tidak hanya dari tuan rumah, hadir pula perwakilan dari Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Kota Pekalongan dan Batang. "Kehadiran teman-teman DPC se-Karesidenan Pekalongan ini bukti IPKB ini kuat karena kebersamaan. Tanpa menggurui, kita belajar banyak. Kekuatan adalah kebersamaan, ketika tidak ada kebersamaan IPKB ini tidak akan berhasil," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan selamat kepada Mas Mirza yang terpilih kembali untuk periode kedua sebagai Ketua IPKB Kabupaten Pekalongan. Disebutkan, pada periode pertama Mas Mirza telah berhasil melahirkan beberapa inovasi di Kabupaten Pekalongan, meski dengan tantangan jumlah penduduk yang banyak dan jumlah penyuluh yang terbatas. Untuk periode kedua, harapan besar dititipkan agar IPKB Kabupaten Pekalongan semakin baik dan semakin mengudara. Kuncinya hanya satu, yaitu P3K. "P3K singkatannya adalah Pemetaan, Penjajakan, Pemerataan, dan Konsolidasi," jelasnya.
Dengan pemetaan yang baik, penjajakan yang baik, pemerataan tugas penyuluh yang baik, dan diperkuat dengan konsolidasi, diharapkan IPKB Kabupaten Pekalongan dapat mewujudkan visi Tangguh, Teguh, Tumbuh dalam Harmonisasi.
Sementara itu Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ir. Rusman Efendi, M.M dalam sambutannya mengatakan Salah satu yang disoroti adalah program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini dinilai menyindir kondisi kekinian, di mana kesibukan kepala keluarga termasuk Bupati dan anggota Dewan membuat perhatian kepada keluarga berkurang. Berdasarkan hasil sensus penduduk, hampir separuh keluarga mengalami kondisi tersebut. "Yang ketiga ini menyindir kita, Pak Bupati dan Pak Dewan, karena kita ini memang betul-betul sibuk sehingga perhatian bapak kepada keluarganya itu menurut hasil sensus penduduk hampir separuhnya berkurang kepada keluarganya. Sehingga ada program Gerakan Ayah Teladan Indonesia," ujarnya.
Selain itu, disoroti pula fenomena struktur umur penduduk. Dalam piramida kependudukan, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) semakin bertambah setiap tahunnya. Dalam kesempatan itu juga disampaikan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diamanatkan Presiden melalui Menteri, dengan sasaran 3B yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD, serta pentingnya penguatan data dan kebijakan kependudukan
Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S saat diwawancarai mengatakan Kehadiran dan pengukuhan pengurus IPeKB ini diharapkan dapat menjadi amunisi serta motor penggerak baru bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menyukseskan berbagai program prioritas daerah maupun nasional.
Adapun fokus utama yang akan dikawal oleh IPKB Kabupaten Pekalongan meliputi Pengentasan stunting melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan, Kampanye Keluarga Berencana (KB) untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. “Pencegahan pernikahan dini guna mencetak generasi muda yang Tangguh Menyukseskan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.” Ujarnya.
Sinergi antara Pemkab Pekalongan dan DPC IPeKB ini menjadi satu kesatuan langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).