Admin
Selasa, 22 September 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) serta Warakawuri. Semangat dan pengalaman para purnawirawan dinilai menjadi sumber inspirasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri Hut ke-67 Pepabri DPC Kabupaten Pekalongan bersama para purnawirawan TNI dan Polri di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan, Rabu (23/9/2026).
Sukirman mengatakan, pemerintah daerah bersama jajaran DPRD dan unsur terkait berupaya mengambil inspirasi dari para purnawirawan yang dinilai tetap memiliki semangat dan dedikasi tinggi meskipun telah menyelesaikan masa kedinasannya.
“Semangat dan dedikasi beliau-beliau masih luar biasa. Hal inilah yang ingin kita jadikan inspirasi, khususnya semangat perjuangan dan pengabdian yang telah mereka tunjukkan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para purnawirawan merupakan modal penting untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat.
Ia menegaskan, sinergitas yang selama ini telah terbangun antara Pepabri, Warakawuri, pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai komponen masyarakat akan terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan ke depan.
“Kami juga ingin terus membangun sinergitas dengan para purnawirawan, sehingga bersama-sama dapat menyukseskan pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Senada, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibie, S.H., menyampaikan apresiasinya kepada para purnawirawan TNI dan Polri yang dinilainya masih menunjukkan semangat pengabdian meskipun telah menyelesaikan tugas kedinasan.
Menurutnya, berakhirnya masa kedinasan tidak berarti berakhir pula pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Para purnawirawan ini sudah selesai secara kedinasan, akan tetapi belum selesai secara pengabdian. Ini tentunya memiliki arti yang sangat dalam,” ungkapnya.
Ia mengaku melihat semangat keprajuritan yang masih kuat dalam diri para purnawirawan. Bahkan, ia menjadikan para seniornya tersebut sebagai inspirasi sekaligus gambaran masa depan dalam perjalanan pengabdiannya.
“Saya sudah sekitar 22 tahun mengabdi, tinggal beberapa tahun lagi mungkin saya akan berada pada posisi yang sama dengan Bapak-Bapak sekalian. Saya melihat semangat Bapak-Bapak sekalian masih luar biasa,” tuturnya.
Nurul Chabibie menambahkan, jati diri seorang prajurit maupun jiwa Bhayangkara merupakan nilai pengabdian yang tidak serta-merta hilang setelah seseorang memasuki masa purnawirawan.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para Warakawuri yang telah mendampingi perjalanan pengabdian para prajurit. Menurutnya, perjuangan para Warakawuri juga memiliki nilai penting yang patut dihargai.
“Keberadaan dan pengabdian para purnawirawan maupun Warakawuri merupakan bagian penting dari perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara yang patut kita hormati dan teladani,” katanya.
Melalui silaturahmi dan sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pengalaman, semangat, serta nilai-nilai pengabdian para purnawirawan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pekalongan.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).