Admin
Selasa, 13 Oktober 2026


KAJEN - Upaya membangun kondisi keuangan yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengandalkan gaji bulanan, tetapi juga memahami peluang investasi di pasar modal.
Melalui program Lentera Investa 2026, Pemkab Pekalongan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal untuk memberikan edukasi investasi kepada 130 ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/10/2026).
Salah satu pesan penting dalam sosialisasi tersebut, investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Bahkan, instrumen reksa dana memungkinkan masyarakat berinvestasi mulai dari Rp10 ribu.
Kepala OJK Perwakilan Tegal, Kurnia Tri Puspita, mengajak ASN membangun kebiasaan berinvestasi secara disiplin dengan menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan. Besaran investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
Menurutnya, ASN yang memiliki penghasilan rutin dapat mulai menyisihkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap bulan untuk berinvestasi di pasar modal.
"Memulai itu tidak dengan uang yang sangat besar untuk diinvestasikan di pasar modal. Bahkan untuk reksa dana tadi bisa mulai dari Rp10.000," ungkap Kurnia.
Ia mengungkapkan, jumlah investor reksa dana di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mengalami peningkatan hingga 73 persen dari sekitar 114 ribu investor. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap investasi pasar modal.
Melalui edukasi kepada 130 ASN tersebut, OJK berharap semakin banyak investor baru dari Kabupaten Pekalongan, baik pada instrumen reksa dana maupun saham.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, menjelaskan, Lentera Investa merupakan salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pekalongan.
Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai Bisma Batik dan menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"ASN tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab kepada masyarakat," terangnya.
Selain Lentera Investa, TPAKD Kabupaten Pekalongan juga menjalankan sejumlah program pada 2026, di antaranya GENIUS (Gerakan Menabung Satu Siswa Satu Rekening), GEMAH ARGO berupa fasilitas kredit bagi petani, business matching untuk UMKM, serta Kredit Nongol sebagai upaya melawan praktik rentenir.
Anis menyebut, sosialisasi kali ini secara khusus menyasar ASN karena dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan keuangan dan investasi.
Menariknya, jumlah peserta yang semula ditargetkan hanya 60 orang meningkat menjadi 130 ASN setelah memperoleh tambahan kuota dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sinarmas Investasi.
Pemkab Pekalongan berharap kegiatan Lentera Investa tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi, tetapi mampu membangun budaya investasi yang sehat, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong ASN lebih bijak mengelola penghasilannya.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).