Admin
Rabu, 14 Oktober 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong upaya terpadu untuk menekan kenakalan remaja yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pengawasan, razia rutin, pembinaan keluarga, serta penguatan peran masyarakat dan tokoh agama dalam mencegah terjadinya konflik antarremaja.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., pada Rabu (14/10/2026). Ia menegaskan bahwa penanganan kenakalan remaja membutuhkan kerja sama lintas sektor, tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan sosial dan pembinaan sejak lingkungan keluarga.
Sukirman menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres Pekalongan untuk mendorong pelaksanaan razia secara rutin sebagai salah satu langkah awal dalam mengantisipasi meningkatnya kenakalan remaja.
“Namun, upaya ini tidak cukup hanya melalui penegakan ketertiban. Pembinaan keluarga juga sangat penting, baik dari sisi kesejahteraan, pendidikan, maupun upaya pengentasan kemiskinan. Semua harus ditangani secara terpadu dengan melibatkan para ulama dan tokoh agama,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu berjalan beriringan dengan pengawasan di lingkungan masyarakat agar remaja memiliki ruang tumbuh yang positif.
Selain itu, Sukirman mengimbau masyarakat agar mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi persoalan kenakalan remaja. Masyarakat diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memicu bentrokan atau memperkeruh keadaan.
Ia juga meminta masyarakat untuk melibatkan pemerintah desa atau kelurahan, Babinsa, serta unsur terkait lainnya apabila menemukan indikasi yang mengarah pada pertikaian antarremaja.
“Apabila ada gejala-gejala yang mengarah pada pertikaian, segera laporkan kepada pihak berwenang, termasuk kepolisian. Sepanjang masih memungkinkan, pendekatan persuasif harus diutamakan agar persoalan tidak berkembang menjadi bentrokan di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sukirman menekankan pentingnya menghormati proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan melanggar hukum. Ia berharap proses tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa adanya upaya untuk mengesampingkan penegakan hukum hanya karena pelaku masih berusia remaja.
Menurutnya, penegakan hukum yang berjalan sebagaimana mestinya dapat menjadi pembelajaran penting bagi remaja maupun masyarakat luas, sekaligus mendorong pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemkab Pekalongan berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah desa, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat dapat semakin diperkuat. Melalui kolaborasi tersebut, lingkungan yang aman dan kondusif diharapkan dapat terwujud, sekaligus mendukung pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak baik.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).