Admin
Rabu, 14 Oktober 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong peningkatan prestasi olahraga pencak silat melalui penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga dewasa. Selain mengejar prestasi di tingkat provinsi, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam kegiatan pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2030 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus IPSI Kabupaten Pekalongan yang baru dilantik di bawah kepemimpinan H. Ruben R. Prabu Faza, S.H. Ia berharap kepengurusan baru dapat semakin memperkuat pembinaan atlet sekaligus mewadahi berbagai perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya menjadi cabang olahraga yang berorientasi pada prestasi, tetapi juga merupakan bagian dari kebudayaan bangsa yang perlu terus dilestarikan.
“Saya bersyukur masih ada pihak-pihak yang berkomitmen melestarikan kebudayaan bangsa, khususnya pencak silat di Kabupaten Pekalongan. Saya yakin banyak perguruan dan pendekar yang dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan pencak silat,” ungkapnya.
Sukirman juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan akan mengikutsertakan tiga atlet pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Ia berharap para atlet dapat memberikan penampilan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah.
Terkait dukungan terhadap atlet berprestasi, ia menyebutkan bahwa peluang pemberian bonus masih terbuka untuk dibahas bersama DPRD, dengan mempertimbangkan target prestasi dan kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Pekalongan, H. Ruben R. Prabu Faza, S.H., menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan capaian prestasi pencak silat Kabupaten Pekalongan.
Ia mengungkapkan, pada periode sebelumnya atlet Kabupaten Pekalongan telah berhasil menembus babak final, tetapi belum mampu meraih kemenangan. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam kepengurusan periode kedua yang dipimpinnya.
“Pada periode ini, pekerjaan rumah saya adalah bagaimana meningkatkan prestasi atlet. Mudah-mudahan kita bisa meraih medali emas, meskipun jumlah atlet yang lolos kali ini lebih sedikit dan persaingan yang dihadapi sangat ketat,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, IPSI Kabupaten Pekalongan akan memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan. Penjaringan bibit-bibit baru juga akan terus dilakukan agar tersedia atlet potensial yang siap bersaing dalam kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Ruben menjelaskan, IPSI Kabupaten Pekalongan memiliki sejumlah agenda kompetisi internal, di antaranya Rabu Cup dan IPSI Cup. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur hasil pembinaan.
Selain itu, IPSI akan mendorong penyelenggaraan berbagai kejuaraan dan kompetisi, termasuk di lingkungan sekolah, sebagai salah satu upaya menjaring atlet potensial sejak usia dini.
“Pembinaan kami siapkan secara berkelanjutan, mulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa. Dengan begitu, kita bisa mempersiapkan atlet secara lebih matang untuk menghadapi berbagai kejuaraan,” jelasnya.
Ruben berharap dukungan dan doa masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat mengiringi upaya peningkatan prestasi pencak silat daerah. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pengurus IPSI, perguruan pencak silat, pelatih, dan atlet, pencak silat Kabupaten Pekalongan diharapkan semakin berkembang serta mampu meraih prestasi yang membanggakan.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).