Admin
Kamis, 15 Oktober 2026


KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, S.S., M.S mendukung kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan diri sekaligus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Hal itu disampaikan Sukirman saat membuka Jumbara PMR XII Tahun 2026 yang digelar PMI Kabupaten Pekalongan di Lapangan Gandarum, Kecamatan Kajen, Kamis (15/10/2026) sore. Kegiatan ini diikuti 70 kontingen dari berbagai SMP dan SMA di Kabupaten Pekalongan dan akan berlangsung pada 15-17 Oktober 2026.
Menurut Sukirman, Jumbara bukan sekadar ajang berkumpul dan bergembira sambila berkompetisi antar anggota PMR tingkat Madya dan Wira. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun karakter, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Ini merupakan konsolidasi kemanusiaan untuk mengarahkan anak-anak kita pada kegiatan yang positif. Kita juga berharap kegiatan ini bisa mencegah mereka dari aktivitas-aktivitas yang merugikan diri sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk menyalurkan energi dan mengembangkan potensi melalui kegiatan yang bermanfaat. Dengan begitu, mereka bisa belajar tentang kebersamaan, kekompakan, dan semangat menolong sesama sejak dini.
Sukirman juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang menunjukkan semangat dan solidaritas selama kegiatan berlangsung.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mendukung kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan bersama PMI. Menurutnya, sinergi kedua pihak selama ini telah berjalan dengan baik, mulai dari pelaksanaan program Bulan Dana PMI hingga penyelenggaraan Jumbara.
“Ke depan, kegiatan seperti ini pasti akan terus kita dorong. Jumbara sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-12 dan kita berharap kegiatan ini terus berlanjut serta diikuti oleh generasi berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, S.H., M.M., M.Si., menilai Jumbara memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar dapat belajar berorganisasi, memperluas pertemanan, serta membangun komunikasi dengan peserta dari sekolah lain.
Menurut Haryanto, Jumbara juga menjadi wadah agar anak-anak dapat terlibat dalam kegiatan yang terarah dan bermanfaat.
Ia mengapresiasi PMI Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan Jumbara hingga memasuki pelaksanaan ke-12. Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi bagian dari pembinaan anggota PMR dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan sejak usia sekolah.
Disampaikan oleh Ketua Panitia Jumbara PMR XII, Ridwan Novianto, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini menghadirkan berbagai perlombaan yang menguji keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan peserta dalam bidang kepalangmerahan.
Sejumlah materi yang dikompetisikan antara lain Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), Ayo Siaga Bencana (ASB), Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), kepalangmerahan, Donor Darah Sukarela (DORAS), jurnalistik, defile atau karnaval, Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3), Siaga Hebat, serta juara umum.
Menurut Ridwan, salah satu hal yang membedakan Jumbara tahun ini dengan penyelenggaraan sebelumnya adalah materi perlombaan yang lebih beragam dan terperinci.
“Untuk lomba Pertolongan Pertama, misalnya, materinya lebih banyak, mulai dari penanganan patah tulang terbuka, perdarahan, terkilir, hingga pemeriksaan tanda-tanda vital. Begitu juga Perawatan Keluarga, ada materi penataan tempat tidur, keramas, pemeriksaan tanda-tanda vital, dan materi lainnya,” jelasnya.
Melalui berbagai perlombaan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga meningkatkan keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).